
"aduhh kepalaku pusing sekali, kenapa aku disini dan baju ini bukankah aku sedang berada dihotel semalam" gumamnya bingung. Sedikit-sedikit Dira bisa mengingat apa yang ia lakukan semalam.
Yang ia ingat, ia datang kesana mengobrol dengan Levy, Angga merangkulnya mengecup keningnya ia minum dan ia ditangkap seseorang. "berarti!... Lelaki itu dasar mesum berani-beraninya dia menggendongku kemari, aku tak ingin bertemunya lagi" ucap Dira frustrasi. Pasalnya selama ini hanya Angga yang berani memegang atau bahkan menggendongnya walau hanya dalam keadaan genting tapi Dira malu dan masih takut pada lelaki itu.
Ia mengemasi kopernya, dan chek out dari cotec tersebut, memesan taxi online dan pergi kebandara untuk pulang kembali ke Jakarta. Sungguh perasaan takut teringat perlakuan Angga serta kata kasarnya dulu kini memenuhi otak Dira.
***
"loh dek, kapan kamu sampai?" tanya Kak Eka yang bingung tiba-tiba Dira memasuki ruangan kerja. Dan selama Dira dibelitung Kak Eka lah yang sering membantu Wina Dan Sam dikantor.
"aahh aku menyerah" ucapnya frustrasi, dan kak Eka makin kebingungan dibuatnya.
"coba ceritakan ada apa?"
"tak mau aku malu"
"oh ya kakak lupa, ini ada beberapa CV ta'aruf, mereka ini adalah orang-orang yang tertarik ke kamu tapi tak ingin berpacaran" ujar kak Eka sambil nenyodorkan map coklat kearah Dira.
"apa??? Kak belum selesai masalahku sudah kau tambah lagi"
"Dek, apa kau sadar selama ini kau terlalu sibuk dengan kerjaanmu hingga kau tak memikirkan pendamping hidup?"
Dira masih diam tak menyela.
"Apa kau tak ingin menjadi wanita sempurna? Berbakti pada suami dan memiliki anak anak menjadi seorang ibu dimasa depan, kau harus pikirkan itu dek, tak selamanya kau bisa sendiri"
__ADS_1
Masih diam juga.
"cepat atau lambat kau harus menikah, kakak ingin sifat burukmu itu kau buang, soal perusahaan bukankah kau sudah memiliki orang-orang yang terpercaya bukan.
" kak berhenti biarkan aku berfikir dan membaca CV ini"
Kak Eka diam dan tersenyum, sembari keluar dari ruangan Dira.
Dira duduk disofa seraya membuka map coklat tersebut, apa 3 CV ta'aruf yang ia terima.
"Syahrul? Seorang guru agama"
"Radja, Seorang Pegawai Pemerintahan"
"Bima, Pengusaha muda yang umurnya dibawah gue" tak ada yang lainkah mereka bukan benar-benar tipeku.
***
Kak Eka sangat antusias, adiknya kini mulai ingin membuka hati, ia menyiapkan semuanya untuk pertemuan Dira dan Bima. Dira ingin pertemuan mereka diluar Xtas ia tak ingin para karyawannya diresto melihat itu semua.
"Dira..."
"hai, apa kau Bima?"
"iya, silahkan duduk aku sudah menunggumu dari tadi"
__ADS_1
Gua baru telat dikit aja udah gini jawabannya, gumam Dira dalam hati.
"maaf ya"
"gapapa, oh ya Dira apa kau memang benar-benar ingin menikah"
"ya"
"Aku masih ingin berpacaran dan meghabisi masa muda ini"
"tapi aku tak muda lagi"
"tapi kau masih cocok seperti ABG"
"bukankah kau mengirimkan CV ta'aruf?"
"Ya itu untuk bisa bertemu denganmu, karna aku penasaran dengan gadis cantik yang bahkan belum memiliki pasangan"
Oh no, aku salah memilih teman kencan. Gumamnya dalam hati.
Kencan yang tak diingkan itu tak berlangsung lama, Dira memutuskan obrolan dengan alasan pekerjaan mendadak. Ia sungguh tak sanggup jika harus lama-lama berhubung dengan Bima. Bima sungguh masih kekanak-kanakan.
Resah dan gusar memenuhi otaknya.
"Ya Allah, berikan aku kekuatan" gumamnya dalam hati.
__ADS_1
📚