
“Wina,
Awalnya aku tak tahu tentang apa yang aku rasakan
Rasanya semakin dalam dan damai
Adanya kamu menemaniku membuatku tenang
Rasanya semua cobaan yang Tuhan berikan menjadi begitu mudah
Kamu dan sifatmu membuatku sadar bahwa hidup ini berguna
Berguna untuk menata masa depan kita
Aku bukan lelaki romantis yang bisa berkata manis
Tapi adanya kamu memang membuat ini lebih baik
Menikahlah denganku (sambil membuka kotak kecil berwarna pink)
Aku akan senantiasa menjagamu
Dan disampingmu sampai akhir hayat”
Wina masih terdiam menutup mulutnya yang terbuka karna saking terkejutnya melihat Sam melamarnya malam ini. Ada tangis haru di matanya ia sungguh tak menyangka ini begitu cepat rasanya, ia bingung akan menjawab apa tapi ia pun juga tak bisa membohongi hati kecilnya.
“Are you serous ?” tanyanya dengan bingung.
“Ya, mari kita mulai kisah kita” jawab Sam dengan mantap.
__ADS_1
“Tapi ini begitu cepat, aku bahkah tak percaya. apakah ini mimpi ?”
“Ini nyata, baiklah kita mulai dengan perlahan kau harus percaya bahwa aku tak pernah main-main dengan ucapanku”
“Terimakasih, Ya aku mau” jawab Wina dengan tersenyum manis.
***
Disisi lain ada tiga orang yang subuk dengan menghidupkan monitor untuk memantau CCTV yang sudah dipasang petugas didekat meja Sam dan Wina. Mereka adalah Dira, Angga dan Evan.
“Wah kak Sam jantel sekali” ucap Evan dengan kagumnya.
“Akh biasa saja” Jawab Angga mencemooh.
“Ha ha dua jempol deh buat Sam” ucap Dira bersemangat.
“Heii sayang, kau tak boleh memuji lelaki lain selain suamimu ini” ucap Angga kesal.
Memang dari awal kenal hingga menikah Angga belum pernah membuat hal romantis untuk istrinya, ada sedikit guratan kekecewaan pada diri sendiri diraut muka Angga. “Baiklah kita akan buktikan sayang” gumamnya dalam
hati.
“Tap tapi kayaknya aku gak ngirimin teks dengan kata-kata Menikahlah Denganku deh, coba aku cek email ya” ujar Dira sambil membuka handphonenya dan mengecek Email.
“Tu kan bener, disini aku tulis Maukah kau jadi kekasihku, akh Abangku selangkah lebih maju ni” gumam Dira sambil tertawa geli.
“Jadi kamu yang ngirimin Teks nya Dir?” tanya Evan.
“Ya siapa lagi Van, kan kamu tau Sam itu lempeng banget” jawab Dira.
__ADS_1
Disisi lain Angga sudah menjauhkan tubuhnya dari Evan dan Dira, ia sibuk dengan Handphonenya seperti menelpon beberapa orang. Tapi tidak begitu terderngar karna suaranya cukup kecil. Dira hanya berfikir bahwa Suaminya mungkin sibuk dengan pekerjaan.
Setelah Sam dan Wina tenang dan menikmati suasana yang romantis, datanglah Dira, Angga dan Evan dari sudut ruangan.
“Wah selamat ya sayangku” ucap Dira sembari memeluk Wina.
“Emm aku tahu ya ini ide siapa” jawab Wina dengan menerka-nerka.
“Haha tapi Bang Sam selangkah lebi maju loh Win” ucap Evan dengan tepuk tangannya.
“Bro selamat ya” ucap Angga bersalaman dengan Sam.
“Sudahlah kalian membuatku malu” jawab Sam dengan muka merah.
Dira hanya tertawa geli melihat sikap Abangnya itu, karna mungkin jarang sekali Sam bersikap seperti ini. Yang ia tahu Sam adalah sosok pemberani, pemarah dan bahkan sadis eh rupanya ia berhati Hello Kitty hi hi hi.
Mereka pun melanjutkan makan malam itu dengan candaan dan tawa kebahagiaan, tapi lagi-lagi Angga tak begitu larut dengan keadaan tersebut. Ia sibuk dengan ponselnya dan menghubungi beberapa orang kepercayaannya.
Ada sedikit kecurigaan yang Dira gambarkan dari raut wajahnya. Seketika Dira langsung mengirimkan chat kepada Sam yang masih satu meja dengannya.
“Bang bantu aku awasi Angga, apa yang sedang ia buat ku lihat ia begitu sibuk. Tolong selidiki” begitulah kiranya isi Chat yang Dira kirimkan.
Dibalas anggukan oleh Sam.
Vote terus ya Readers
Biar Author lebih sering UP
Jangan lupa, komen dan tinggalkan jejak.
__ADS_1
Follow IG : nindi.indi