
Dengan perasaan marah dan kesal ia menarik kopernya menuju lobby, disana sudah ditunggu supir hotel ia masuk kedalam mobil menutup kasar pintu mobil.
"pak antar saya ke cotec ini" ucap Dira pada supir sambil menunjukkan alamat cotec yang ingin ia tuju.
"baik Nona" jawab supir itu.
***
"Hallo sam, aku ingin pulang"
"Nona beristirahat disana saya tau anda butuh liburan bukan"
"Sam tapi aku sedih, aku ingin pulang"
"Dira, aku tau kau lelah dengan pekerjaanmu tapi bukankah ini malam terakhirnya dan kau harus hadir malam ini"
"CEO itu galak Sam, dia membentakku aku takut"
"wahh mana Dira yang dengan mudah yang mematahkan hati seseorang, Dira yang super berani itu, sedang tidurkah ia?" ucap Sam menggoda.
"Aku benci padamu Sam" Tuutt Tuutt
__ADS_1
Dira memutuskan telponnya. Sam memang sering menggoda Dira jika ia marah, Sam sangat kenal dengan sifat Dira, dan Dira pun begitu ia tahu bahwa Sam lah yang akan mengatur segala perjalanan bisnisnya dan mau tak mau ia harus menuruti walaupun ia sendiri adalah Bosnya, semua demi kelancaran perusahaan.
Sekarang di salah satu Cotec yang tak jauh dari hotel tersebut. Rasa kesal, marah, benci makin menjadi-jadi, tak ingin rasanya ia hadir diacara malam ini, tapi mau tak mau demi kelangsungan perusahaan.
Gaun Navy selutut yang elegan dipadukan dengan makeup tipis dan rambut ala-ala blonde digerai rapi menemaninya dimalam ramah tamah itu. Dengan sedikit gugup dan takut akibat pertengkaran tadi pagi ia memberanikan diri memasuki ruangan acara tersebut.
Kedatangannya disapa beberapa rekan bisnis yang ikut hadir malam itu, kedatangannya membuat semua mata tertuju dengan gadis itu, wanita dengan senyum manis, anggun, dan sikap yang sopan ialah Dira Melody wanita 23 tahun dengan segala pesonanya.
Ia mulai bercengkrama dengan para pemilik saham yang lain, sesekali tertawa dan tersenyum malu.
"Levy kau juga disini?" tanya Dira melihat Levy yang sedari tadi menatapnya tanpa berkedip.
"Oh Dira, kaaa uu sangatttt cantik" ujar Levy
"bolehkah aku menemani mu malam ini" tawar Levy sambil memberi segelas minuman pada Dira.
"Aku terbiasa sendiri mohon maaf" jawab Dira
Ada langkah kaki mendekat Dira tiba-tiba, meraih pinggang Dira mendekatkan tubuhnya seakan tak ada jarak untuk mereka.
Cupp
__ADS_1
"Sayang sedang apa disini, aku sudah lama menunggumu" ucap Angga lelaki yang tadi siang beradu mulut dengan Dira. Mata Dira terbelalak terkejut dengan perlakuan Angga dan lebih terkejutnya lagi Angga merenggut ciuman pertamanya walau hanya di kening tapi belum ada lelaki yang pernah menciumnya dikening selain Ayah.
"Oh ya kenalkan , Angga Varasha pacar Dira" ucapnya sambil nenyodorkan tangan ke Levy.
"Levy" balasnya sambil berpamitan pergi dari Dira dan Angga.
Dira menjauhkan badannya menghempaskan tangan Angga yang sedari tadi merangkul pinggulnya. "Kau! Menjauh" ucap dia dingin seperti ingin menerkam.
"Aku tak suka, lelaki itu punya 1000 cara untuk menjebakmu" jawab Angga.
"Aku tak butuh bantuanmu" sambil meneguk minuman ditangannya.
"Dira jangan kau minum" cegah Angga, tapi minuman tadi sudah ia telan. Dan beberapa menit kemudian dia merasa pusing dan kehilangan keseimbangan. Dengan cepat Angga menangkap tubuhnya, seketika orang disanapun berkumpul dengan cemas dan sigap Angga menggendong tubuh Dira memasuki mobil dan membawanya pergi ke cotec tempat Dira menginap.
Sesampainya disana ia meminta kunci cadangan pada petugas Cotec dan membawa Dira masuk kedalam kamarnya. Ia membaringkan Dira yang sudah tidur diranjang, setelah melepas Dira ia masih duduk ditepi ranjang sambil menatap Dira.
"Ceroboh" ujarnya.
Follow IG : nindi.indi
Author akan usahakan Update setiap hari, dan jangan lupa Like setiap Episode.
__ADS_1
Selamat Membaca
📚