Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik
12. PT - Kabur


__ADS_3

Waktu perbincangan itu cukup lama, canggung dan tak bisa mengelak itulah sekiranya yang terjadi saat ini, Dira dengan segala ketakutan menatap pria di depannya.


"Ananda Melody, mari sumbangkan suara emasmu" ucap MC yang tak lain ialah salah satu teman Ayah yang sangat berbakat dalam dunia tarik suara, ia selalu memanggilnya Melody mengingat itu ialah nama yang ia sumbangkan ketika Dira lahir.


Masih bingung dengan masalah perjodohan, dan kini ia di minta bernyanyi itulah posisi Dira saat ini, alunan musik sudah dimainkan dan ia masih diam mematung duduk di kursi berdepanan dengan Angga, tak lama pman Han yang menjadi MC malam itu mendekatinya dengan menyodorkan Mic kearah Dira.


"Special For Papa and Mama."


Manakala hati menggeliat mengusik renungan


Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta


Suara sang malam dan siang seakan berlagu


Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu


Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku


Sukmaku berteriak menegaskan kucinta padamu


Terima kasih pada Mahacinta menyatukan kita


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Lembah yang berwarna


Membentuk, melekuk, memeluk kita


Dua jiwa yang melebur jadi satu

__ADS_1


Dalam kesucian cinta


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu cinta kita sejati.


Tepuk tangan memenuhi ruangan itu, pujian pun di lontarkan oleh beberapa teman-teman Papa Dira, kak Eka ikut terharu dan memeluk lengan Mama, semua orang tersentuh dan terpukau dengan penampilan Dira malam itu.


Angga Pov


Awalnya aku tak yakin wanita dihadapanku ini kamu, orang yang seminggu belakangan ini membuatku khawatir. Aku tak menyangka bahwa kita adalah teman masa kecil dan pernah di jodohkan, kalau aku tahu dari awal aku adalah orang yang pertama akan marah ketika perjodohan itu di batalkan.


Saat berada di depanmu ini, ingin rasanya aku menarikmu dalam dekapanku  mengecup keningmu seperti malam itu dan memberanikan diri bicara bahwa "ada separuh jiwaku yang kau bawa pergi" gumamnya dalam hati.


Belum pernah Angga sekhawatir ini terhadap perempuan, bahkan kadang jika bersama perempuan maka Angga akan berubah menjadi dingin dan cuek. Namun kali ini berbeda ia merasa stres ketika mengetahui Dira sudah pergi dari cotec, ia bahkan menyuruh anak buahnya untuk mengecek seluruh hotel dan penginapan di Belitung untuk menemui keberadaan Dira, sampai akhirnya ia harus pulang ke Jakarta untuk mengurusi beberapa masalah di perusahaan.


 


***


 


"Angga, Dira adalah anak yang mandiri sampai di usia sekarang ia belum pernah membawa seorang lelaki untuk di kenalkannya pada Papa, Papa harap kamu bisa memaklumi beberapa sikapnya yang akan membuatmu kurang nyaman, karna jujur saja ia tidak bisa di sentuh oleh sembarang orang dan ketika itu terjadi ia akan marah dan moodnya akan buruk seketika, Papa juga tak mengerti karna setau Papa itu terjadi ketika ia duduk di bangku SMA" ucap Papa panjang lebar.


"Baik om, Angga akan berusaha menjadi suami yang terbaik untuk Dira" jawab Angga.


"Panggil Papa saja nak, kau juga akan menjadi anak papa setelah ini."


Di sisi lain setelah menyanyikan sebuah lagu untuk orang tuanya Dira sibuk berkeliling acara pesta tersebut mencari Sam yang tak terlihat sama sekali sedari tadi.


"Sam kau di sini rupanya, ayo bantulah aku menggagalkan perjodohan ini" ujar Dira memohon.


"Maaf nona, kali ini saya tak bisa dan saya tak mau di tembak Papa Rian dengan senjata koleksinya" Ucap Sam santai.


"Sam, kau berani padaku jangan bilang aku tak tahu hubunganmu dengan sahabatku ya."


"Adikku yang paling manis, coba kau lihat dari sini apa salahnya dengan lelaki itu ia sangat tampan dan berwibawa jika di sandingkan denganmu kalian begitu cocok."


"Abangku yang gak ganteng, kalau kau tak mau bantu aku kurangi gajimu bulan ini" ucap Dira.


"Dek, baiklah-baiklah aku akan coba berbicara padanya" ucap Sam sambil meninggalkan Dira menuju Angga.


Tapi malam itu Angga sudah terburu-buru pulang, namun sebelum mereka berpamitan namun Sam sendiri sudah berhasil membuat janji dengan Angga.


Pagi ini Dira masih mengunci pintu kamarnya, sehabis perdebatan dengan Papa, Mama, kak Eka serta abang iparnya Ery. Papa bahkan membentaknya kali ini karna Dira tetap bersikeras menentang perjodohan tersebut, sedangkan kak Eka dan Mama mencoba memberikan penjelasan dan memberikan ketenangan tapi hal tersebut tak membuat Dira bisa menerima begitu saja, hingga sampai akhirnya bang Ery yang coba memberikan pengertian ke Dira karna bang Ery adalah teman kuliah sekaligus rekanan bisnis Angga.


Malam itu setelah semua orang tertidur ia membuka pintu kamarnya dan kembali ke apartemennya, mengemasi kopernya, dan menuju bandara.


"Belitung" ia kembali lagi kesana, tempat di mana pertemuannya dengan Angga dan tempat di mana ia akan merasakan ketenangan. Kali ini ia akan berlibur mengasingkan diri dan tidak sama sekali mengaktifkan handphonnya karna ia masih merasa kesal dengan perjodohan itu.


Di sana ia berlibur tanpa tahu dan peduli bahwa semua orang mengkhawatirkannya termasuk Angga, lelaki itu kini sedang berhadapan dengan Sam, Sam mengatakan bahwa Dira kabur tak tahu kemana sejak pagi tadi ia tak datang kekantor bahkan di apartemennyapun kosong dan Sam begitu khawatir dengan Dira saat ini.


"Aku ingin bebicara penting" ucap Sam.


"Ada apa" jawab Angga.

__ADS_1


"Aku Sam, sejauh ini aku dan Dira adalah seorang bos dan karyawan tapi karna ia menyelamatkanku beberapa tahun silam sejak itu jua aku selalu melindunginya."


"Lantas?" tanya Angga.


"Saat perjodohan kalian malam itu Dira menjadi marah dan sempat bertengkar dengan orang tuanya, dan sekarang ia menghilang. Aku tak bisa melacak kemana ia pergi semua tempat yang biasa di kunjuginya sudah aku datangi tapi dia tak ada dan saat ini handphonenyapun tak diaktifkan."


"Kenapa kalian baru bilang sekarang" ucap Angga dengan suara marah.


"Ngga kau tenanglah dulu, aku yakin Dira hanya menenangkan diri sekarang."


"Aku tak bisa tenang Sam, aku takut kejadian waktu itu terulang kembali ada orang-orang yang ingin menghancurkannya."


"Aku akan memberi tahu Papa Rian dan membujuknya untuk kembali apapun itu yang ia inginkan."


"Kau gila Sam, dia hanya menginginkan perjodohan ini di batalkan, dan aku tak akan menyetujuinya."


"Tapi ini demi kebaikannya Ngga."


Bruggh, satu tinjuan berhasil mendarap di sudut pipi Sam, Angga pergi meninggalkan Sam dan menelpon anak buahnya untuk mengecek data keberangkatan di Bandara. Kekuasaan yang dimiliki Angga membuatnya mudah untuk mengetahui sesuatu, dan benar saja Dira keluar kota menuju "Belitung" ia menaiki penerbangan pukul 06.30 WIB.


 


Angga Pov


"Gadisku, apa yang kau inginkan sampai pergi sejauh ini apa kau tak berfikir jantungku seperti berhenti berdetak saat Sam bilang kalau kau kabur, kali ini aku takkan melepaskanmu" gumamnya dalam hati.


Entah kapan perasaan itu datang di diri Angga, mungkin sejak Dira membaca mantra saat rapat ha ha ha. Dira sudah mencuri hatinya yang ia tutup sedemikian rapat saat penghianatan itu terjadi, Sella adalah cinta pertama Angga mereka berpacaraan saat mereka SMA, dan saat kuliah Angga pergi ke luar negri melanjutkan pendidikannya dan hal itu membuat mereka jarang bertemu, dan benar saja saat libur semester Angga pulang ke tanah air ingin memberi kejutan, saat ia menuju rumah Sella di sana Sella sedang bergelayut manja dengan seorang lelaki yang sudah berumur, dan rupanya mereka sudah menikah selang beberapa bulan setelah Angga ke luar negri.


Saat itu tak ada yang bisa menggambarkan perasaan Angga, Angga yang dulunya seorang yang humoris dan ramah berubah jijik jika melihat wanita. Tapi untungnya hal itu tak di ketahui Ayah Ali dan sahabatnya Ery sekalipun, karna memang Angga bukan tipe seseorang yang suka mengumbar hubungan.


Setibanya di Belitung ia langsung menuju hotel tempat Dira menginap dan memesan kamar persis di sebelah kamar Dira. ia merebahkan tubuhnya di ranjang menatap langit-langit kamar seraya menunggu Dira pulang, yang ia ketahui saat ini Dira sedang berlibur kepulang Lengkuas salah satu pulau kecil di Belitung dengan keindahan alam bawah lautnya.


Rencana yang ia susun sudah berputar diotaknya, karna ia yakin Dira takkan menerima kedatangannya begitusaja, "aku merindukanmu" gumamnya sambil tersenyum.


 


 


 


 


 


📚


Hai readers Novel ini dalam tahap revisi karna beberapa Bab akan di gabung menjadi satu,


jangan lupa kasih Vote dan tinggalkan jejak,


salam manis author.


 


Indie Q


Ig : Nindi.indi

__ADS_1


__ADS_2