
"Sam, apa yang kau ketahui?."
"Mereka orang suruhan Nona, Nina Anita putri Tuan Mulya pimpinan Mulya Grup salah satu orang yang bekerjasama dengan anda, saya sudah mencari tahu kelemahan perusahaan beliau" jawab Sam sambil menyodorkan map coklat yang berisi kecurangan dalam Kerja sama antara Xtas dan Mulya Grup.
"Baik Sam, aku akan pergi ke Yogya untuk melakukan perjalanan bisnis mungkin sekitar satu bulan, bantu aku menjaga semuanya tetap aman aku percayakan padamu dan selama aku pergi kak Eka yang akan menggantikanku di sini" ucap Dira.
"Baik nona."
***
Pagi ini Dira bangun pagi dan bersiap untuk pergi dengan segala kekacauan pikirannya, bukan tanpa alasan ia ingin sedikit lama di Yogya, karna sejujurnya ia lebih ingin menenangkan diri.
Brugghh "awh" Dira meringis sambil memegang lengannya.
"Sory nona saya tidak sengaja dan sedang buru-buru" ucap lelaki itu.
"Maaf-maaf saya juga lagi buru-buru tauk!" jawab Dira dengan wajah kesal, namun tak di gubris lelaki itu, dan mereka pun saling meninggalkan.
Hari ini cukup melelahkan bagi Dira dengan berkas-berkas yang harus ia pelajari untuk cabang terbaru usahanya, bukan tanpa alasan ia melakukan perjalanan bisnis yang cukup lama ini, tapi ada sesuatu yang membuatnya harus pergi dari ibu kota dan mengasingkan diri.
"Selamat berenang-senang Nina lakukan sesukamu, aku di sini akan memberikan kado terindah untukmu dan calon suami pujaanmu" ucap Dira di iringi dengan senyuman mematikan.
Di salah satu restoran Yogya, "bagaimana Nona apakah sudah di pelajari email yang tim kami kirim?" ucap Manager Varash Grup, perusahaan besar yang sudah membuka cabang usaha hingga pasar internasional.
"Suatu kehormatan bagi saya tuan untuk bekerjasama dengan Varash Grup, semuanya sudah saya pelajari dan saya setuju untuk melakukan kerja sama ini" jawab Dira.
"Baik nona, kalau begitu kita akan mulai semuanya, semoga ini awal yang menguntungkan bagi kedua belah pihak" ucap Manager Varash.
"Oh ya, apakah cukup dengan pak Manager saja, atau saya harus bertemu CEO Varash dulu?" tanya Dira yang sedari tadi bingung karna pimpinan Varash tidak ikut hadir.
"Oh ya Nona saya lupa, mohon maaf CEO kami tidak bisa hadir, karna ada urusan di luar kota"
"Tak apa, baiklah kalau begitu saya pamit dan sekali lagi terima kasih" pamit Dira dengan berjabatan tangan.
Salah satu impian akhirnya tercapai, bekerja sama dengan salah satu perusahaan besar membuat usaha yang Dira jalani saat ini semakin luas. Malam itu ia sedang bersantai di kamar hotelnya dan terfikir akan sesuatu.
"Halo Sam, aku ingin kau atur perlahan dan kumpulkan semua bukti tentang Mulya Grup."
__ADS_1
Sam :........
"Biarkan mereka terus menerorku Sam, tak usah kau gubris aku akan pulang ketika semuanya sudah harus usai."
Sam :.........
"Terima kasih Sam."
Di Xtas Grup, hampir tiap hari tak ada lelahnya Eggi mengirimkan bunga, coklat sebagai permintaan maaf pada Dira. Dan saat itu jua semua barang pemberian Eggi di kumpulkan oleh Wina, begitu juga ulah Nina masih tetap mengirimkah hal-hal yang menunjukkan keromantisan antara ia dan Eggi, kadang juga seperti meneror dengan mengirimkan surat kaleng ancaman, bahkan paket yang isinya seperti bangkai tikus dan masih banyak hal mengerikan lainnya.
Bukan tak menjadi beban pikiran Dira, namun ia tak ingin usaha dan kesehatannya menurun hanya karna meladeni dua makhluk astral tersebut. Mangkanya ia memilih mengasingkan diri sekaligus bisnis keluar kota menurutnya jauh dari mereka akan lebih baik dari pada melawan tanpa bukti yang kuat.
Ketika semua bukti sudah terkumpul dengan susah paya oleh Sam dan Wina, dan sudah seharusnya ia pulang namun ada tawaran kerja sama menarik di salah satu pulau kecil di bagian barat yang sangat menarik bagi Dira.
Awalnya sedikit ragu karna ia harus menghabisi lawannya dulu, namun ia juga bimbang karna kerja sama ini begitu menarik baginya dan bisa membuat Xtas makin melebarkan sayapnya.
"Sam maaf, akan kutunda pembalasan dendamku dan aku harus ke Belitung dulu untuk melanjutkan Kerja sama dengan Varash Grup" ucap Dira lesu saat menelpon Sam.
"Nona tak bisakah kau undur, ku lihat Nina makin menjadi jadi mengirimkan paket aneh untukmu" jawab Sam memelas.
"Sam aku percayakan padamu, bye Sam aku sudah harus berangkat" ucap Dira sambil mematikan telpon.
"Nona kau sungguh seenakmu, argh sudahlah aku harus kembali menghendel hal aneh lagi" gumam Sam. Sebernya Sam ingin sekali marah pada Dira yang seenaknya pergi, walaupun Sam tau Dira pergi untuk perjalanan bisnis, namun yang Sam inginkan saat ini Dira harus menghancurkan Mulya Grup dulu sebelum Mulya Grup lebih menjadi-jadi dengan segala kelakuan Nina dan tuan Mulya.
***
Siang hari itu cukup panas, akhirnya pesawat yang ia tumpangi mendarat di Belitung, Kota dengan banyak sejarah serta adat melayu yang kental. Belitung melupakan salah satu pulau yang berprovinsikan Bangka Belitung. Kota dengan banyaknya pantai-pantai yang indah membuat siapapun yang kesana pasti ingin kembali lagi.
Ia menginap di salah satu hotel dan akan melakukan kerja sama di hotel tersebut, salah satu hotel yang berviewkan laut nan indah dengan susunan batu-batu yang menjulang tinggi membuat Dira betah bersantai di balkon kamarnya.
"Sepertinya tak buruk jika aku berlama-lama di sini, dan ini memang yang aku cari ketenangan melihat laut yang luas dan indah bisa bikin semangat dan sedikit melupakan masalah di Jakarta" gumam Dira dengan senyum lebar.
Selama di Belitung Dira sudah mengunjungi beberapa pantai dan tempat-tempat yang di dominasi keindahan alam, membuat berbagai vlog dan mulai di upload di youtube chanelnya yang sudah sebulan ini sedikit vakum dari dunia peryoutubean.
Di sana ia kembali seperti Dira yang dulu ceria, tanpa memikirkan masalah terberat sedang menimpa dirinya saat ini, dan saking senangnya ia lupa bahwa ia sudah 2 minggu di Belitung.
Dan di sana juga ia menyelesaikan skripsinya, Dira yang terkenal malas berfikir apalagi untuk menyelesal skripsinya tapi di sana ia selesaikan dengan sekejab, walau di sisi lain Wina dan Sam pusing di buat ulah bosnya yang membiarkan musuhnya berbuat seenaknya.
__ADS_1
Walau kak Eka untuk saat ini menjadi pengganti Dira di Xtas Grup tapi Sam dan Wina sangat menutup rapat perbuatan dua manusia biadab itu. Sam tak ingin di posisi Kak Eka yang sedang mengandung keponakan Dira membuat kesehatan kak Eka drop, akhirnya Sam dan Wina lah yang menyelesaikan itu semua.
"Win, kapan Dira pulang?" tanya kak Eka.
"Mungkin lusa kak."
"Suruh ia cepat pulang Win, ia harus segerah mempersiapkan diri untuk wisuda."
"Baik kak akan Wina beri tahu."
"Win ngomong-ngomong apa kau sudah punya pacar?."
"Akh kakak aku belum memikirkan sesana."
"Win, kau jangan jadi seperti Dira yang masih menutup diri dengan segala kesibukannya, kita wanita juga butuh sandaran dan kakak lihat Sam sangat tampan dan kau sangat cantik" kak Eka mulai menggoda Wina dengan kedipan matanya.
"Iya sih kak kalau masalah untuk sandaran memang benar, tapi Wina ingin Dira dulu yang bahagia biar Wina gak stres dibuatnya."
"Ha ha kau tahu temanmu itu, seenaknya meninggalkan kerjaan, tapi kakak bangga dengan apa yang ia capai."
"Wina juga bangga kak, Dira memang wanita yang kuat."
"Tapi ngomong-ngomong apakah kau tak ada rasa dengan Sam, kakak lihat kalian sering bersama."
"Akh kakak, no coment deh."
"Ha ha ha" tawa kak Eka memenuhi kantin khusus karyawan di Xtas.
Sam yang masih samar-samar mendengar namanya disebutpun menarik sudut bibirnya tersenyum tipis seraya diam-diam memperhatikan Wina dari kejauhan.
📚
Hai readers Novel ini dalam tahap revisi karna beberapa Bab akan di gabung menjadi satu,
jangan lupa kasih Vote dan tinggalkan jejak,
salam manis author.
__ADS_1
Indie Q
Ig : Nindi.indi