Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik
31. Kehidupan Baru


__ADS_3

 Sesampainya di Apartemen Angga, Dira masuk ia melihat setiap dekorasi minimalis disana yang membuatnya terkejut ada foto seorang anak kecil laki-laki dan perempuan sekitar umur 1 tahun dan 5 tahun sedang bergandengan tangan dan tersenyum manis. Wanita itu ialah Dira ia mendekati foto yang berukuran kurang lebih 12R itu terdapat tulisan nama disitu “Melody & Varasha”.


Dia masih mengusap foto itu dengan tersenyum barulah ia sadar seberapa besar cinta Angga padanya. Perjodohan masa kecil itu memang terjadi dan itu menjadi kenyataan sekarang. Papa dan Ayah memang sudah mengatur masa depan mereka sebaik mungkin. Seketika Angga yang merasa Istrinya tak berjalan di belakangnya pun terdiam dan menoleh kebelakang.


“Ada apa sayang ?”


“Ngga, dari mana kamu dapat foto ini”


“Itu Ayah yang memberikannya sewaktu aku sudah terbiasa tidur dikamar sendiri mungkin sekitar 2 tahun setelah foto itu dicetak, Ayah bilang jaga dia dan foto ini akan menunjukkan bahwa ada suatu rencana besar didalamnya”


“Rencana ?”


“ya rencana untuk menyatukan kita, masa depan, harapan orang tua kepada anaknya, mungkin saat itu terdengar seperti paksaan. Tapi Ayah dan Papa memang tak salah pilih”


“kamu.. mulai de mau gombal-gombal”


“lebih dari gombal juga gapapa sama istri sendiri juga”


“ih Angga, aku mau mandi”


“iya ayo” sambil menggendong tubuh Dira, Dira hanya meronta dan tak bisa melawan tubuhnya yang kecil takkan bisa melawan Angga.


“Air hangatnya sudah aku siapkan ayo mandi”


“yauda aku duluan” ucap Dira sambil beranjak kekamar mandi

__ADS_1


“barengan aja biar cepet sayang” ujar Angga


“ihh Angga” Rengek Dira


“Ayo” sambil menggendong Dira ke kamar mandi.


Sesudahnya mandi mereka melanjutkan hal yang perlu dilanjutkan. “aku akan melakukkannya dengan pelan” ucap Angga. Dira hanya tersenyum malu. Dan terjadilan apa yang harus terjadi.


(ga usah dibayangin ya readers hi hi hi) 😁


***


Pagi ini mereka menyempatkan diri kerumah Papa Ryan dulu sebelum berangkat ke kantor. Disana ada Mama dan Papa yang sedang bersantai didepan TV.


“Waalaikumsalam Sayang, wah pengantin baru mama pikir pergi liburan” Jawab mama dengan semangat.


“Belum Ma, masih banyak kerjaan disini” Jawab Dira


“Yauda segerah selesaikan dan pergi berlibur” ujar Papa


“Siap” Jawab mereka bersamaan.


Papa yang mengetahui kabar bahwa Dira sudah bisa menerima Angga dan begitu juga sebaliknya sangat senang. Harapan mereka menyatukan anak mereka akhirnya tecapai, dan dihari tuanya mereka akan tenang karna sudah menitipkan anaknya pada orang yang tepat.


Setelah selesai mengunjungi rumah Papa dan Ayah pagi ini mereka segerah ke kantor masing-masing.

__ADS_1


“Sayang nanti siang aku gak bisa makan siang sama-sama, ada pertemuan dengan client” ucap Angga.


“No Problem, aku juga akan sedikit sibuk hari ini” jawab Dira dengan senyuman.


“Baiklah jangan terlalu letih, aku akan menjemput mu nanti”


“Oke” sembari mencium pipi Angga dan turun dari mobil.


“Bby kau semakin membuatku gemas” gumam Angga dalam hati.


Sudah seminggu ini mereka sibuk dengan berbagai urusan kerja, mulai dari menghadiri berbagai rapat, pertemuan client, makan malam dengan client, dan beberapa kegiatan dan acara lainnya membuat mereka hanya bertemu pada malam hari.


Ada dimana rasa jenuh sudah menghampiri Dira, jenuh dengan pekerjaan, dan jenuh dengan kesibukan. Mungkin ini saatnya ia menyetujui tawaran Angga untuk menggabungkan perusahaan mereka.


Flashback on


“Bby, kau terlihat letih dan kusut apa mau istirahat dirumah saja” jawab Angga sambil memakan sarapannya.


“Tidak Ngga, hari ini ada pertemuan dan juga rapat” ucap Dira.


“Sayang bagaimana jika kita menggabungkan perusahaan kita, lagi pula perusahaan kita hampir sejalur bukan ? , kamu bisa lebih tenang dirumah dan sesekali saja ke perusahaan untuk mengeceknya saja”


“Tapi .. emmm nanti aku pikirkan lagi oke, sekarang ayo kita pergi 30 menit lagi aku ada rapat” ucapnya terburu-buru.


Ada sedikit kekecewaan pada diri Angga melihat istrinya masih mempertimbangkan itu semua, disisi lain ia tak tega melihat Dira bekerja terlalu capek karna ia tahu jika terus seperti ini sedikit banyaknya rumah tangga mereka akan goyah

__ADS_1


__ADS_2