Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik
20. Angga Varasha


__ADS_3

#Angga Prov


Kenapa wanita itu disini, apa dia menggantikan bosnya atau dia anak dari salah satu penanam saham yang tidak bisa hadir, gumam Angga dalam hati.


Melihat dia ingin rasanya ku memarahinya, menabrak orang bahkan sudah 2 kali, kalau saja ini bukan rapat sudah kubuat ia keluar dari sini. Tapi kenapa ia tiba-tiba memejamkan mata dan seperti membaca mantra. Apa ia sedang berdoa hahaha lucu sekali manis. Tanpa sadar Angga berfikir bahwa Dira itu manis


Malam itu, Angga mulai memasuki makanan kemulutnya tapi matanya memperhatikan seseorang dimeja sudut ruangan. Kehadiran Levy malam itu membuat Angga sedikit tak suka karna terlihat dari raut muka Dira bahwa Dira merasa sangat terganggu.


Ketika Levy mengikuti Dira dan duduk disampingnya pun Angga melihat itu bahkan mendengar obrolah mereka, dan makin jelas dalam pikiran Angga bahwa Levy memang mempunyai 1000 cara mendekati Dira.


Malam itu tak sengaja Angga melihat Levy dari jauh sedang memasukkan sebuah obat kedalam gelas minuman lalu mengaduknya. Angga langsung berfikir tentang gadis itu dan berencana mengagalkan rencana Levy.


Angga sangat kenal dengan Levy dia anak dari salah satu rekan bisnisnya. Levy memang terlalu terobsensi pada Dira bahkan ia bekerjasama dengan Nina untuk membuat Eggi dan Dira terpisah.


Angga juga bekerjasama dengan Mulya Grup namun karna kasus yang dibongkar Dira ia menarik sahamnya, dan dari situlah ia tahu tentang cerita Nina dan Levy bahkan ia mengetahui rencana mereka.


Dan soal adu mulut siang itu, Angga memang benar-benar marah atas perlakuan Eric yang beraninya menggombali Dira didepannya. Ingin rasanya ia menarik Dira keluar dan menjauhkannya dari lelaki itu.


Cembukurr nihh?

__ADS_1


***


Didalam Cotec Dira masih tertidur pulas akibat obat tidur dalam minumannya. Dan disisi lain Angga duduk bersandar berfikir tentang apa yang ia lakukan, kenapa ia sebegitu khawatirnya terhadapnya Dira.


Treettt treett getaran handphone Angga.


" Ya Hallo, ada apa"


.........


"Baiklah aku akan kesana"


Entah apa yang merasukinya, hingga ia sebegitu peduli terhadap Dira. Ia merasa keselamatan Dira yang harus Ia utamakan.


Didalam gedung yang gelap, datanglah Angga yang dijemput anak buahnya.


Brakkk, pukulan pertama untuk Levy. "beraninya kau mengganggu dia" ucap Angga yang sudah kesetanan.


"apa urusanmu" jawab Levy dengan nafas tersenggal.

__ADS_1


"apa kau tahu, bahwa akulah lelaki yang dijodohkan ayahnya dan dengan liciknya kau ingin menjadikan dia gadismu!"


"tap pii Dira hanya berbohong tentang perjodohan itu"


"Kau bilang gadisku pembohong?, beraninya kau" brakkkkk satu tendangan mendarat di perut Levy ia tak bisa melawan karna anak buah Angga sudah mengikat kedua tangannya.


"Ku peringatkan padamu, pergi jauh dari kehidupan Dira atau kau dan keluargamu akan hancur"


Levy sudah tak bisa lagi berbicara badannya terasa remuk.


"Kau tau aku bukan, dan aku tahu siapa kau dan rencana busukmu. Sekali lagi kuperingatkan pergi menjauh dari Dira atau kau dan keluargamu akan aku habisi" ucap Angga dengan nada menusuk.


Setelah membuat Levy jera, ia kembali kehotel memasuki kamar, menghidupkan shower dan mengguyur badannya dengan air.


"Apa yang aku katakan dan apa yang aku lakukan, aku bahkan mengaku bahwa aku dijodohkan dengan dia, kenapa aku ini" ucapnya bingung sendiri dengan perkataannya.


Saat itu memang Angga mendengar tentang Dira yang mengatakan ia dijodohkan. Dan untuk membuat Levy tak berkutik ia bilang saja bahwa ia lah lelaki itu. Kata-katanya hanya untuk membuat lawannya keok.


"tapi apa benar Dira sudah dijodohkan? apa yang ia katakan dengan Levy malam itu memang benar akan terjadi" gumam Angga dalam hati.

__ADS_1


📚


__ADS_2