Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik
23. Perjodohan


__ADS_3

waktu perbincangan itu cukup lama, canggung dan tak bisa mengelak itulah sekiranya yang terjadi saat ini. Dira dengan segala ketakutan menatap pria didepannya.


"Ananda Melody, mari sumbangkan suara emasmu" ucap MC yang tak lain ialah salah satu teman Ayah yang sangat berbakat dalam dunia tarik suara, ia selalu memanggilnya Melody mengingat itu ialah nama yang ia sumbangkan ketika Dira lahir.


Masih bingung dengan masalah perjodohan, dan kini disuru bernyanyi. Itulah posisi Dira saat ini, alunan musik sudah dimainkan dan ia masih diam mematung duduk dikursi berdepanan dengan Angga, tak lama Paman Han yang menjadi MC malam itu mendekatinya dengan menyodorkan Mic kearah Dira.


" Special For Papa and Mama"


Manakala hati menggeliat mengusik renungan


Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta


Suara sang malam dan siang seakan berlagu


Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu


Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku


Sukmaku berteriak menegaskan kucinta padamu


Terima kasih pada Mahacinta menyatukan kita


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita

__ADS_1


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Lembah yang berwarna


Membentuk, melekuk, memeluk kita


Dalam kesucian cinta


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


cinta kita sejati


tepuk tangan memenuhi ruangan itu, pujian pun dilontarkan oleh beberapa teman-teman Papa Dira, Kak Eka ikut terharu dan memeluk lengan Mama, semua orang tersentuh dan terpukau dengan penampilan Dira malam itu.


#Angga Pov


Awalnya aku tak yakin wanita dihadapanku ini kamu, orang yang seminggu belakangan ini membuatku khawatir. Aku tak menyangka bahwa kita adalah teman masa kecil dan pernah dijodohkan, kalau aku tahu dari awal aku adalah orang yang pertama akan marah ketika perjodohan itu dibatalkan.

__ADS_1


Saat berada didepanmu ini, ingin rasanya aku menarikmu dalam dekapanku  mengecup keningmu seperti malam itu dan memberanikan diri bicara bahwa "ada separuh jiwaku yang kau bawa pergi" gumamnya dalam hati.


Belum pernah Angga sekhawatir ini terhadap perempuan, bahkan kadang jika bersama perempuan maka Angga akan berubah menjadi dingin dan cuek. Namun kali ini berbeda ia merasa stres ketika mengetahui Dira sudah pergi dari Cotec, ia bahkan menyuruh anak buahnya untuk mengecek seluruh hotel dan penginapan di Belitung untuk menemui keberadaan Dira. Sampai akhirnya ia harus pulang ke Jakarta untuk mengurusi beberapa masalah diperusahaan.


Flashback On


"Angga, Dira adalah anak yang mandiri sampai diusia sekarang ia belum pernah membawa seorang lelaki untuk dikenalkannya pada Papa, Papa harap kamu bisa memaklumi beberapa sikapnya yang akan membuat ia kurang nyaman, karna jujur saja ia tidak bisa disentuk oleh sembarang orang, ketika itu terjadi ia akan marah dan moodnya akan buruk seketika, Papa juga tak mengerti karna setau Papa itu terjadi ketika ia tamat SMA" ucap Papa panjang lebar.


"Baik Om, Angga akan berusaha menjadi suami yang terbaik untuk Dira" jawab Angga.


"Panggil Papa saja nak, kau juga akan menjadi anak papa setelah ini"


"baik Pa"


***


"Sam kau disini rupanya, ayo bantulah aku menggagalkan perjodohan ini" Ujar Dira memhon.


"Maaf Nona, kali ini saya tak bisa dan saya tak mau ditembak Papa Rian dengan senjata koleksinya" Ucap Sam santai.


"Sam, kau berani padaku jangan bilang aku tak tahu hubunganmu dengan sahabatku ya"


"Adikku yang paling manis, coba kau lihat dari ini apa salahnya dengan lelaki itu ia sangat tampan dan berwibawa disandingkan denganmu kalian begitu cocok"


"Abangku yang gak ganteng, kalau tak bantu aku kurangi gajimu bulan ini" ucap Dira.


"Dek, baiklah-baiklah aku akan coba berbicara padanya" ucap Sam sambil meninggalkan Dira menuju Angga.


Tapi malam itu Angga sudah terburu-buru pulang, namun sebelum mereka berpamitan Sam sendiri sudah membuat janji dengan Angga.


Mohon Maaf kalau Author banyak Typo,


tinggalkan jejak setelah membaca


jangan lupa Vote biar Author makin rajin UP

__ADS_1


Follow IG : nindi.indi


__ADS_2