
Dira turun dari motor Wina memasuki Cafe xxx Wina menunggu sambil berjalan jalan ke arah keramaian.
"maaf menunggu lama" ujar Dira
"gak masalah, mau pesan apa silahkan" ucap Eggi dengan senyuman.
"Cappucino aja."
"Baiklah."
"Aku terkesima dengan segala kehebatan kamu, caramu berfikir, berbicara, dan tabrakan mu hari itu" ucap Eggi tersenyum.
"Aku minta maaf kalau tabrakan hari itu membuat kakak sakit" jawab Dira.
"tidak aku malah senang, bisa berkenalan denganmu" ujar Eggi.
Banyak obrolan yang di lewatkan malam itu, sampai akhirnya Pak Mun menjemput Dira di rumah Wina. Di dalam kamar tak berhenti Dira tersenyum, mengingat apa yang ia lewati malam itu ngobrol dengan orang yang ia jagumi, baginya tak butuh waktu lama untuk menaklukkan hati Eggi, sampai akhir mereka berpacaran.
***
Hari hari Dira lalui dengan bahagia, hubungannya dengan Eggi sebenarnya banyak orang yang tidak tahu dia sengaja tidak mengumbar atau dia memang tidak pernah mengupload status atau foto bersama Eggi, menurutnya belum pas saja karna statusnya baru berpacaran.
Sesekali dia bertemu dengan Eggi mengobrol panjang, bercerita mulai dari masalah sekolah, pelajaran, bahkan hobi. Eggi selalu menjadi pendengar yang baik untuk Dira.
"Kak Eggi sekarang sudah Kelas 3, nanti kalau sudah lulus mau lanjut kuliah dimana" tanya Dira.
"Ayah maunya aku melanjutkan sekolahku keluar negri, tapi entah la aku terlalu berat rasanya" jawab Eggi dengan muka yang bingung.
"Kenapa terlalu berat kak, bukankah itu bagus kau bisa mengetahui dunia, atau jangan jangan kau mengkhawatirkan aku di sini" goda Dira.
Tanpa di tutup tutupi Eggi menjawab, "ya benar aku mengkhawatirkan mu, kalau aku jauh aku tak bisa selalu menemani, menjagamu."
"Kakak tenang saja, aku akan baik-baik di sini dan menunggu kakak kembali" jawab Dira dengan mata yang berbinar-binar seakan air matanya ingin tumpah. Sebenarnya Dira juga tak ingin ditinggal jauh namun mau bagaimana untuk saat ini mengejar impian adalah hal yang paling baik, dia juga memikirkan sekarang zaman sudah canggih bisa Vidio Call jika rindu.
"Baik lah, aku akan ikut dengan perintah tuan putri, tapi ingat kau tidak boleh kelelahan ketika aku pergi, dan kau harus tetap sehat karna aku tak mau dan akan menyalahkanku sendiri jika terjadi apa apa pada tuan putriku" ucap Eggi sambil tersenyum memandang dalam ke Dira, seketika Eggi memajukan mukanya lebih dekat lebih dekat kearah Dira, sontak Dira terkejut dan menampar muka Eggi.
"Maaf Dira tidak bisa kalau untuk ini" ucapnya dengan tangan yang bergetar.
"Maaf kak Eggi yang salah, anggap ini tidak pernah tejadi ya Dira" Eggi menunduk dan merasa bersalah atas perlakuannya.
Dengan kejadian tadi Eggi sadar bahwa Dira memang wanita yang baik dan wajib di pertahankan, mungkin kalau wanita lain sudah khilaf tapi tidak dengan Dir, ia cukup berani dengan siapapun yang mau melakukan hal hal diluar batas padanya.
__ADS_1
***
Beberapa bulan berlalu dan tiba saatnya
Ningnongg... Sms masuk (author kagak tahu bunyi yang benarnya hi hi hi).
Besok aku akan pergi ke Jerman, jaga dirimu baik-baik aku akan selalu merindukanmu Dira, dan tunggu aku isi pesan dari Eggi.
Seketika air mata Dira jatuh, kesedihan melanda kesepian tanpa adanya Eggi di sisinya, namun bukan Dira namanya kalau berlarut.
Kebetulan hari ini libur sekolah, dia naik ke lantai atas masuk keruangan musik yang sudah di renovasi Papanya, memainkan segala jenis musik kurang lebih 2 jam dia di dalam dan terciptalah karya karya terbaru di chanel Youtube miliknya, tapi beberapa saat kemudian kembali lagi dia memikirkan Eggi.
Long Distance Relationship, hubungan yang di jalani Dira dan Eggi saat ini, kerinduan yang sudah memuncak, namun Dira cuma bisa berdoa yang terbaik untuk dirinya dan Eggi.
Seketika Dira sedang duduk di taman depan rumah, memainkan hp miliknya membuat medsos dan menuju ke logo twitter beberapa tweet terbaru kak Eggi muncul, ia baca satu persatu.
Tapi ada sesuatu yang membuat ia bingung ada satu akun dengan nama @ninanay meretweet tweet Eggi,ia mulai kepo mencari tahu siapa wanita itu, banyak tanda tanyak di pikirannya, kebingungan, kecurigaan dan akhirnya ia menelepon Eggi meminta penjelasan.
"Halo kak, Dira mau tau siapa @ninanay di Twitter dia meretweet hampir semua tweet baru kakak?" tanya Dira.
"Oow itu emm Nina dek dia mahasiswa dari Indonesia juga, kebetulan kakak satu jurusan jadi berteman biasa dan sering ngobrol, kenapa bertanya seperti itu apa Dira tak percaya pada kak Eggi?" jawab Eggi namun kalimat awalnya agak terbata-bata.
"Nggak kok Dira percaya ke kak Eggi, cuma ingin tahu saja, yauda kalau begitu bye" sambung Dira.
***
Hari demi hari berlalu tak terasa Dira sudah dipenghujung kelulusan, langkahnya memasuki gerbang sekolah menuju kelasnya, sebenarnya banyak lelaki yang berusaha merebut hatinya salah satunya Levy, karna dia memang tidak tahu hubungan Eggi dan Dira hampir setiap hari Levy sms, menelepon Dira namun Dira tak begitu menggubrisnya Dira menganggap Levy hanya sebagai teman.
Levy juga kuliah di luar negri sama seperti Eggi, namun bukan hanya itu saja masih banyak lelaki serta adik kelas yang tergila-gila dengan Dira namun Dira dengan sikapnya yang cuek tak begitu menghiraukan.
Hari ini tak ada pelajaran di kelas karna memang mereka sudah selesai ujian dan hanya absen saja datang ke sekolah, Dira pergi kesekolah dengan menyandang tas gitar di belakangnya, masuk ke kelas dan mulai membuat kebisingan dengan suara gitar dan nyanyiannya. Dia memang sedikit tomboy tapi tetap berpenampilan feminim hanya sifatnya saja yang agak aneh.
Seketika beberapa murid dari kelas lain berjalan melewati kelas Dira dan berhenti di depan kaca jendela memperhatikan Dira bernyanyi.
"Meski waktu datang
__ADS_1
Dan berlalu sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada direlungku
Hanyalah dirimu mampu membuatku
Jatuh dan mencintai
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti"
Suara Dira memenuhi ruang kelas, dan setelah dia bernyanyi menoleh ke arah jendela,"kenapa kalian ramai-ramai di sini" dengan nada yang agak sedikit kasar.
Tak lama kemudian ada langkah kaki yang masuk ke dalam ruangan. "Levy" Dira terkejut Levy berjalan kearahnya dan membawa buket bunga dan berlutut di hadapkan Dira.
"Dira sungguh aku mencintaimu sejak awal bertemu, maukah kau jadi pacarku?" ucap Levy sambil tersenyum.
Dira kaget bukan main, rasanya seperti kacau bingung dengan apa yang di saksikannya sekarang dan terbata-bata dia menjawab.
"Ma af aku tidak bisa" Dira berlari membawa gitarnya keluar kelas dalam keadan campur aduk, menuju gerbang di susul oleh Wina dan mengajaknya pergi dengan sepeda motor, memang saat itu juga sudah jam pulang sekolah.
Di perjalanan Dira mematung tanpa ekspresi, sesampainya di taman kota Dira memeluk Wina, ada tetesan bening membasahi pipinya, "Win apa salahku ya tidak pernah memamerkan hubungan ku dengan Eggi."
"Bukan salahmu Dir, ini memang sudah seharusnya, jika kau pamer sewaktu-waktu kalian tidak jodoh akan malu Dir" jawab Wina dengan memeluk erat Dira, dan Dira tersenyum dan berkata menatap Wina.
"Baiklah aku akan tetap menjadi aku" ucapnya.
📚
Hai readers Novel ini dalam tahap revisi karna beberapa Bab akan di gabung menjadi satu,
jangan lupa kasih Vote dan tinggalkan jejak,
salam manis author.
__ADS_1
Indie Q
Ig : Nindi.indi