
Sore itu Dira memasuki area hotel
dengan wajar yang tersenyum, bagaimana mungkin tak senang ia kabur ketempat
yang sangat membuatnya ingin berlama-lama kabur, tenang, damai, itulah yang ia
rasakan disana. Dan saat itu Angga sedang tertidur dikamarnya setelah
memberikan kabar kepada keluarganya dan keluarga Dira agar mereka tak cemas
lagi.
Malam itu dibawah langit yang cerah
Dira duduk dikursi pinggir pantai, dengan membaca Novel ditangannya dan
menyeruput coffee latte. tak lama kemudian datanglah Angga dengan secangkir
coffee ditangannya, Saat itu Dira berada disisi kiri kursi yang cukup panjang
dan Angga menduduki sisi kanan kursi itu
jua, Angga memang sudah tau bahwa Dira ada disana, saat sedang duduk menikmati
coffee masing-masing dengan sudut pandangan yang berbeda antara kiri dan kanan.
"Nona, mau tanya disini dimana
tempat jualan cindramata ?" ucap Angga membuka percakapan.
Dira menoleh ke kanan dan menatap
lelaki itu. "Kau!" ucapnya terkejut.
"Dira" ucap Angga yang
seolah tak tahu (tapi bo'ong)
"Kenapa kau disini ?"
tanyanya sambil berdiri hendak pergi.
Tapi lebih dulu tangannya ditarik
Angga, "Dira dengarkan aku, aku disini ada urusan pekerjaan dan akupun tak
tahu bahwa kau juga disini" ucapnya berbohong.
"Angga dengarkan, tinggalkan
aku dan batalkan itu semua"
"Mana bisa aku membatalkannya,
kalau akupun menginginkannya" Ucap Angga tanpa melepas tangannya
dari pergelangan tangan Dira.
Dira sedikit bingung dengan
perkataan Angga, sepertinya dia ingat sesuatu dan kata-kata itu?. "Kau!
aku bilang pergi" ucapnya marah.
"Dira baiklah aku akan pergi,
asal kau kembali ke Jakarta" jawab Angga.
__ADS_1
Dira menghempaskan tangan Angga dari
pergelangannya dan pergi berlari menuju hotel, saat itu perasaan takut dan
kecewa atas penolakan dan permintaan Dira membuat Angga sedikit ingin berhenti
dalam pengejarannya kali ini. tapi sesuatu menguatkannya saat ia melihat sosok
Eggi, mantan kekasih Dira kini sedang ada di hotel yang sama dengan mereka. Ya
Angga mengetahui sosok Eggi dari anak buahnya yang mencari informasi tentang
kehidupan Dira.
"Sial!" gumamnya dalam
hati .
Saat Dira berlari menuju hotel
dengan sigap Eggi menariknya kedekapannya. Dira sungguh terkejut saat
mengetahui lelaki yang keni mendekapnya ialah Eggi, lelaki yang sempat ada dihatinya
namun mempermainkan perasaannya dan seketika tubuh Dira seperti tak bersahabat.
Dengan cepat Angga berlari, saat
mereka sedang bertatapan tangan Angga langsung menarik paksa Dira kedalam
dekapannya. Dira menangis tanpa sepatah kata dalam dekapan Angga. Eggi hanya
terdiam mematung dengan perlakuan Angga.
"Aku peringatkan kepadamu, jauhi
Dira" Ucap Angga
bukan" ucap Eggi menyombongkan diri
"Tahu, kau lelaki tak tahu diri
yang sudah membuat tunanganku patah hati beberapa tahun lalu dan aku juga
berterimakasih padamu, berkatmu yang berkhianat aku dan Dira akan segerah
menikah"
"Tak mungkin, aku kembali untuk
mengulangnya bersama dia"
"Jangan berani berbicara
seperti itu, atau kau akan habis"
" Ha ha aku tak takut
Tuan"
"Beraninya kau, Brughhh"
Tendangan Angga mendarat tepat diperut Eggi.
selang beberapa lama, datanglah anak
buah Angga yang akan membereskan Eggi membawanya ke suatu tempat kosong dan
__ADS_1
menguncinya.
Angga membawa Dira ke kamarnya,
masih didekapnya dirasaat ini. Angga berusaha menenangkan Dira yang masih
menangis.
“Sayang, tenanglah aku ada disini”
“Aku takut, lelaki itu”
“Tak ada yang perlu ditakuti, sudah
tenanglah” ucap Angga seraya mengusap kepala Dira.
“Jangan tinggalkan aku”
“Baikla, sekarang minum dulu biar
kamu tenang”
Setelah menangis dan lalah Dira pun
tertidur didekapan Angga. “Ya Allah, buatlah ini menjadi sempurna” gumamnya dalam
hati.
***
Di Jakarta
“Ri, apa sebaiknya kita besok kita
menyusul mereka saja ke Belitung, aku takut terjadi apa-apa” ucap Ayah Ali.
“Aku juga demikian Li, sampai saat
ini Angga belum memberi kabar” jawab Papa Ryan
“Sekalian aja kita lakukan acara
akad nikah mereka disana Yah” timpal Bu Lia.
“Ide bagus, baiklah Mama dan Lia
akan mengurus semuanya Pa” Ucap Mama Lela.
“Kalau begitu kakak dan Mas Ery akan
membantu mempersiapkan semuanya” ucap kak Eka Girang.
Malam itu semua persiapan bak kilat, Mama menghubungi temannya dan di Belitung untuk mempersiapkan itu semua tanpa meminta pertimbangan calon mempelai. Berkat orang-orang yang terpercaya tempat akad nikah dan pesta pantai pun sudah 90% tinggal menunggu mempelai dan keluarganya saja.
Mereka sekeluarga bersama Sam, Wina, Evan juga datang untuk menghadiri akad nikah Dira dan Angga.
jangan lupa Vote
__ADS_1
biar author lebih sering UP
follow IG : nindi.indi