Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik
25. Ketakutan Dira


__ADS_3

Sore itu Dira memasuki area hotel


dengan wajar yang tersenyum, bagaimana mungkin tak senang ia kabur ketempat


yang sangat membuatnya ingin berlama-lama kabur, tenang, damai, itulah yang ia


rasakan disana. Dan saat itu Angga sedang tertidur dikamarnya setelah


memberikan kabar kepada keluarganya dan keluarga Dira agar mereka tak cemas


lagi.


Malam itu dibawah langit yang cerah


Dira duduk dikursi pinggir pantai, dengan membaca Novel ditangannya dan


menyeruput coffee latte. tak lama kemudian datanglah Angga dengan secangkir


coffee ditangannya, Saat itu Dira berada disisi kiri kursi yang cukup panjang


dan  Angga menduduki sisi kanan kursi itu


jua, Angga memang sudah tau bahwa Dira ada disana, saat sedang duduk menikmati


coffee masing-masing dengan sudut pandangan yang berbeda antara kiri dan kanan.


"Nona, mau tanya disini dimana


tempat jualan cindramata ?" ucap Angga membuka percakapan.


Dira menoleh ke kanan dan menatap


lelaki itu. "Kau!" ucapnya terkejut.


"Dira" ucap Angga yang


seolah tak tahu (tapi bo'ong)


"Kenapa kau disini ?"


tanyanya sambil berdiri hendak pergi.


Tapi lebih dulu tangannya ditarik


Angga, "Dira dengarkan aku, aku disini ada urusan pekerjaan dan akupun tak


tahu bahwa kau juga disini" ucapnya berbohong.


"Angga dengarkan, tinggalkan


aku dan batalkan itu semua"


"Mana bisa aku membatalkannya,


kalau akupun menginginkannya" Ucap Angga tanpa melepas tangannya


dari pergelangan tangan Dira.


Dira sedikit bingung dengan


perkataan Angga, sepertinya dia ingat sesuatu dan kata-kata itu?. "Kau!


aku bilang pergi" ucapnya marah.


"Dira baiklah aku akan pergi,


asal kau kembali ke Jakarta" jawab Angga.

__ADS_1


Dira menghempaskan tangan Angga dari


pergelangannya dan pergi berlari menuju hotel, saat itu perasaan takut dan


kecewa atas penolakan dan permintaan Dira membuat Angga sedikit ingin berhenti


dalam pengejarannya kali ini. tapi sesuatu menguatkannya saat ia melihat sosok


Eggi, mantan kekasih Dira kini sedang ada di hotel yang sama dengan mereka. Ya


Angga mengetahui sosok Eggi dari anak buahnya yang mencari informasi tentang


kehidupan Dira.


"Sial!" gumamnya dalam


hati .


Saat Dira berlari menuju hotel


dengan sigap Eggi menariknya kedekapannya. Dira sungguh terkejut saat


mengetahui lelaki yang keni mendekapnya ialah Eggi, lelaki yang sempat ada dihatinya


namun mempermainkan perasaannya dan seketika tubuh Dira seperti tak bersahabat.


Dengan cepat Angga berlari, saat


mereka sedang bertatapan tangan Angga langsung menarik paksa Dira kedalam


dekapannya. Dira menangis tanpa sepatah kata dalam dekapan Angga. Eggi hanya


terdiam mematung dengan perlakuan Angga.


"Aku peringatkan kepadamu, jauhi


Dira" Ucap Angga


bukan" ucap Eggi menyombongkan diri


"Tahu, kau lelaki tak tahu diri


yang sudah membuat tunanganku patah hati beberapa tahun lalu dan aku juga


berterimakasih padamu, berkatmu yang berkhianat aku dan Dira akan segerah


menikah"


"Tak mungkin, aku kembali untuk


mengulangnya bersama dia"


"Jangan berani berbicara


seperti itu, atau kau akan habis"


" Ha ha aku tak takut


Tuan"


"Beraninya kau, Brughhh"


Tendangan Angga mendarat tepat diperut Eggi.


selang beberapa lama, datanglah anak


buah Angga yang akan membereskan Eggi membawanya ke suatu tempat kosong dan

__ADS_1


menguncinya.


Angga membawa Dira ke kamarnya,


masih didekapnya dirasaat ini. Angga berusaha menenangkan Dira yang masih


menangis.


“Sayang, tenanglah aku ada disini”


“Aku takut, lelaki itu”


“Tak ada yang perlu ditakuti, sudah


tenanglah” ucap Angga seraya mengusap kepala Dira.


“Jangan tinggalkan aku”


“Baikla, sekarang minum dulu biar


kamu tenang”


 


Setelah menangis dan lalah Dira pun


tertidur didekapan Angga. “Ya Allah, buatlah ini menjadi sempurna” gumamnya dalam


hati.


***


Di Jakarta


 


“Ri, apa sebaiknya kita besok kita


menyusul mereka saja ke Belitung, aku takut terjadi apa-apa” ucap Ayah Ali.


“Aku juga demikian Li, sampai saat


ini Angga belum memberi kabar” jawab Papa Ryan


“Sekalian aja kita lakukan acara


akad nikah mereka disana Yah” timpal Bu Lia.


“Ide bagus, baiklah Mama dan Lia


akan mengurus semuanya Pa” Ucap Mama Lela.


“Kalau begitu kakak dan Mas Ery akan


membantu mempersiapkan semuanya” ucap kak Eka Girang.


Malam itu semua persiapan bak kilat, Mama menghubungi temannya dan di Belitung untuk mempersiapkan itu semua tanpa meminta pertimbangan calon mempelai. Berkat orang-orang yang terpercaya tempat akad nikah dan pesta pantai pun sudah 90% tinggal menunggu mempelai dan keluarganya saja.


Mereka sekeluarga bersama Sam, Wina, Evan juga datang untuk menghadiri akad nikah Dira dan Angga.


 


 


 


jangan lupa Vote

__ADS_1


biar author lebih sering UP


follow IG : nindi.indi


__ADS_2