Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik
33. Sam & Wina 1


__ADS_3

Setelah perseteruan yang hebat itu Angga membawa Dira ke mobilnya dan meminta sekretarisnya mengurus client yang ditinggalkannya di jam makan siang tadi. Ia juga meminta Wina untuk ikut dan mendampingi Dira saat ini. Disisi lain ada sedikit rasa senang setelah pertengkaran tadi karna saat ini Nina sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Karna Eggi lah yang masih menyimpan perasaan bukan Dira.


Akibat kejadian tadi kini Dira makin sadar seberapa besar cinta Suaminya ini. Saat mereka sampai dan memasuki ruangan kerja Dira semua karyawan memberi hormat pada Tuan dan Nyonya mereka. Sesampainya diruangan Wina lebih memili ke pantry membuatkan Coffe untu Dira, dan disana terlihat kegelisahan serta kekhawatiran Wina terhadap sahabatnya ini. Ia yang melihat jelas bagaimana Nina mecoba mempermalukan Dira.


“Ngga, maafkan aku” ucap Dira dengan wajah memelas.


“hei Bby untuk apa minta maaf, semuanya kesalahan wanita itu yang tak melihat siapa lawannya” Jawab Angga.


“Ngga, (sambil memeluk Angga) I Know what I feel Now”


Angga membalas pelukan Dira dan tersenyum pada Istrinya itu. Ia merasakan bahwa tak ada lagi yang perlu ia khawatirkan sekarang, Bahkan Dira pun sudah menjadi seutuhnya milik Angga. Tok tok tok


Wina masuk dengan secangkir coffee, sedikit tersenyum melihat sahabatnya yang tak ingin melepas pelukan pada tubuh suaminya. “Hei Nyonya, minumlah dulu agar pikiranmu tenang tak ada yang berani merebut suamimu sudahlah jangan posesif seperti itu” gurau Wina.


“Hei Nona, urusan kita belum selesai setelah aku selesai beristirahat panggil Sam keruanganku” ucap Dira tersenyum.“Tidak, tidak akan aku panggil” ucap Wina sembari keluar dan menutup pintu kembali.


Angga mengerutkan dahinya melihat istrinya yang senyum-senyum mengejek Wina.


“Ada apa Bby ?”“Ha ha Kak Eka bilang Sam dan Wina sering kepergok jalan berduaan”


“Sudahlah sayang, biarkan mereka mendekat dengan sendirinya” ucap Angga sambil mengelur rambut Dira.

__ADS_1


“Aku hanya memastikan saja Ngga, sahabatku bersama orang yang tepat”


“Baiklah up to you Bby” jawab Angga.


***


Diruang kerja dira seusai istirahat


“Halo Abangku, apa kabarmu ?” ucap Dira sambil berjabatan tangan dengan Sam.


“Seperti yang kau lihat, Abangmu ini baik-baik saja. Dan apakah pernikahanmu menyenangkan?” Tanya Sam.


“Ah nanti nanti duduklah jangan tanyakan itu, ada sesuatu yang lebih penting”


“Ya, aku sudah tahu kedekatanmu dengan temanku Wina, stop jangan berbicara dan jangan mengelak atau aku akan marah” ucap Dira yang menghentikan ketika Sam ingin protes dengan pertanyaan diluar jam kerja.


“Bisakah kita bicarakan nanti, mengingat ini masih jam kerja”


“Tak masalah, aku bosnya”


“Baiklah akan ku jawab, ya aku dan Wina memang sering bersama tapi sejauh ini kita belum ada memiliki hubungan lebih dari teman dan rekan kerja” jawab Sam dengan santai.

__ADS_1


“Apa kau tak mau berusaha bang?” Tanya Dira.


“Adikku kau tahu bukan aku bukan lelaki yang bisa merayu”


“Apa kau butuh bantuan ku ?”


“Ah jangan, biarkan ini berjalan semestinya”


“Ayolah aku ingin membantumu dalam hal ini ya ya”


“ti tidak nanti aku bisa dimarah Angga karna merepotkan istrinya”


“Hei suamiku tidak sekejam itu, baiklah kalau kau tak mau aku bantu bulan depan gajimu akan kupotong 30%”


“heii kenapa jadi begitu” jawab Sam dengan Bingung.


Dira masih tak membuka suara dengan muka yang tidak bisa dibaca lagi, akhirnya Sam pun luluh  mana bisa ia melihat Adik kecilnya ini bermuka tanpa ekspresi seperti itu.


“Baiklah, tapi harus berhasil” ucap Sam dengan senyuman


“dan jika Angga marah, aku akan bilang bahwa kau yang memaksa”.

__ADS_1


“Deal” ucap Dira bersemangat.


__ADS_2