
Sore itu Dira masih dengan hati kacaunya duduk di depan monitor dengan tumpukan berkas dan tumpukan buku kuliahnya. Semester demi semester ia lalui walau kadang memang merasa lelah karna harus membagi waktu untuk pekerjaan dan kuliahnya. Memang ia akui sedikit sulit kuliah dengan cara ini, tapi mau tak mau ia harus jalani karna memang untuk sekarang inilah yang terbaik.
"Saya ingin bertemu dengan Dira."
"Apa sudah membuat janji?."
"Alah gak usa sok jadi bos yang terpenting deh janji-janji segala."
"Maaf nona, sudah peraturan di kantor kami seperti ini."
"Pokoknya gue mau ketemu sama bos loh yang sialan itu."
"Maaf nona, silahkan kembali lagi setelah membuat janji."
Pertengkaran dua manusia di depan ruangan kerja Dira membuat konsentrasinya buyar, dengan hati yang panas Dira mulai keluar.
"Ada apa ini?" ucap Dira dengan emosi yang masih tertahan.
"Nah ini nih cewek ganjen yang masih aja deketin pacar gue, asal loh tau ya gua sama Eggi udah mau tunangan jadi gue peringatin ke loh jangan jadi perusak" Nina dengan gaya bicaranya yang seakan-akan ingin menelan Dira hidup-hidup.
"Maaf nona, asal anda tahu bahwa andalah yang menjadi perusak awalnya, dan saya rasa si penghianat sangat cocok dengan si perusak, jadi silahkan pergi dan jangan pernah datangi saya lagi" jawab Dira dengan berusaha setenang mungkin.
"Aku ngak segan-segan ngancurin loh yaa ganjen kao loh berani deketin Eggi lagi" jawab Nina penuh emosi.
"Saya juga gak segan-segan menghancurkan anda bahkan keluarga dan bisnis keluarga Ayah anda sekalipun kalau anda berani melangkah lebih jauh" balas Dira denagn sangat menusuk.
"Satpam tolong bawa wanita ini, dan jangan biarkan dia masuk ke area Xtas" ucap Dira pada satpam sambil berjalan masuk kembali keruangannya.
Di luar Nina tak berhenti meraung dengan kata-kata kotor, bahkan tak mencerminkan sebagai lulusan luar negeri, Dira yang melihat dari jendela atas pun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Nina.
Tok tok tok.
"Masuk" ucap Dira.
"Dir, kita semua tahu kebenarannya jangan sampai hal ini membebani pikiranmu" ucap Wina menenangkan Dira yang sedari tadi masih emosi dengan gerakan gelengan kepalanya itu.
"Iya Win, aku gak ngerti tapi perilaku Nina sangat memalukan, rasanya ingin ku hancurkan sampai tak bersisa, bukan karna aku ingin kembali dengan Eggi, aku bahkan jijik dengan mereka" jawab Dira.
"Sabar Dir, jangan gegabah."
"Tapi aku sungguh merasa mereka mengusik ketenanganku Win."
***
"Nak, Papa bangga denganmu rasanya kau menjalankan ini seperti bermain sulap, bahkan perusahaanmu sekarang menjadi incaran para investor untuk ikut bergabung menanamkan sahamnya" ucap Papa yang duduk di ruang makan keluarga.
"Dira begini karna jiwa Papa dan Mama" jawab Dira.
"Anak Papa sudah dewasa, oh ya gimana kuliahmu sayang?" tanya Papa.
__ADS_1
"Sedang dia ambang galau dengan skripsi Pa, tapi Dira janji ini akan segerah selesai" ucapnya dengan muka seperti anak kecil.
"Baiklah Mama dan Papa harap Dira akan segerah menyelesaikan kuliah, karna bagaimanapun pendidikan juga penting sayang, bukankah kamu sering bilang di chanelmu bahwa wanita wajib berpendidikan tinggi karna ia akan menjadi guru pertama untuk anak-anaknya" ucap Mama seraya membawa buah potong menuju meja makan.
"Yes mom i'm not forget" jawabnya.
***
Di dalam ruang kerja Dira, sudah ada sepaket sarapan pagi dalam kotak dan juga bunga mawar putih dengan kartu ucapan.
Aku akan menunggu
Sampai hati mu terbuka.
By : your love Eggi
Setelah membacanya dengan segerah Dira menelpon pelayan di bawah.
"Ada apa bu?" tanya pelayan itu.
"Bik tolong buang makanan dan buket bunga ini, saya gak ingin kiriman seperti ini ada lagi di meja saya" ucap Dira.
"Baik bu" jawab pelayan itu dengan muka penuh ketakutan.
Kejadian pagi ini sungguh membuat kacau perasaan Dira, membuat segala kerjaannya menjadi buyar. Sungguh ada perasaan takut di dalam hati kecilnya dan seketika ia menghubungi Sam.
"Hallo Sam, cari tahu semua informasi tentang Eggi Dinarta dan kekasihnya Nina, aku ingin tahu sedetile mungkin" Dira menelpon Sam orang kepeecayaannya dalam mencari tahu informasi terutama sisi kejahatan atau niat terselubung dari rekan bisnisnya.
Sedikit cerita tentang Sam.
"Dasar anak tak berguna, ngambil dompet sasaran aja gak becus" seorang wanita menampar dan menendang Sam, Sam meringis menahan sakit akibat perlakuan yang tak lain ialah ibu dari Sam sendiri.
Saat itu Dira yang melewati jalan itu memberhentikan mobilnya dan menampar wanita itu, menghentikan tangan ibu yang hendak memukul anaknya, selama itu Sam di jadikan alat mencari uang dengan tak wajar dari ibunya. Setelah bertemu dengan Dira, Dira memberi pekerjaan pada Sam menjadi kepala penjaga keamanan di Xtas grup, serta menjadi penyelidikan ketika di butuhkan Dira.
***
Di suatu Kamar Hotel "sayang sebentar lagi kita akan tunangan, aku ingin menjadi milikmu seutuhnya" ucap Nina dengan wajah manjanya.
"Tapi Nina apakah akan lebih baik jika kita melakukannya setelah semua itu setelah menikah" tolak Eggi dengan halus.
Nina menuju ranjang dengan membawa minuman untuk Eggi, tegukan demi tegukan hingga minuman tersebut habis. Seketika tubuh Eggi menjadi panas dan terjadilah hal yang tak sewajarnya terjadi (gak usah di bayangin ya readers hi hi hi)
Malam itu Dira masih setia di bangku cafe dengan laptop serta beberapa bukunya, tak lama datanglah pelayan memberikan paket seperti berkas. dan Dira membuka paket tersebut, waktu ia buka Dira terkejut dengan isinya beberapa lembar foto yang tak layak di perlihatkan serta sepucuk surat di dalamnnya.
Malam itu Eggi sudah menjadi milikku seutuhnya, jadi gue harap loh pergi dari kehidupan Eggi, jangan jadi perusak ehh maaf mungkin kata-kata yang cocok untukmu ialah pelakor.
By: Nina Eggi Love
"Ha ha ha dasar sinting, jijik banget gua sama dua makhluk astral ini" ucapnya di iringi tawa.
__ADS_1
Disis lain seorang wanita sedang memerintakan orang bayaran ya untuk menyelakai Dira "gue ingin kalian hancurin dia Dira Melody Pradipta ini fotonya jangan biarin dia berada di dekat tunangan gue" Nina tersenyum dengan liciknya.
Eggi Pov
Apa yang udah aku lakukan Tuhan, kenapa aku melakukan ini dengan orang yang betul-betul belum aku cintai. Memang aku akui aku hanya menjadikan Nina sebagai teman sepi pada saat kuliah namun sejujurnya aku belum bisa melupakan Dira sampai saat ini. Jauh didalam hati ini hanya ada Dira gadisku dengan sejuta kelebihan, keceriaan dan kelembutannya.
Maafkan aku Dira tak bisa menjaga diri untukmu aku menemang bajing*n yang tak sebanding dengan orang sepertimu, andai kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Aku bahkan selalu bermimpi membina rumah tangga denganmu, bahkan hingga kita tua, tapi aku sendirilah yang menghianatinya.
***
"Mobil siapa itu seperti membuntuti" gumam Dira dalam hati "hallo Sam, aku dalam bahaya di jalan angkasa xx" Dira menelpon Sam dan tak menunggu lama Sam segerah menyusul.
Triittt triiitt.
Satu mobil mengepung mobil Dira, sekujur tubuh Dira dingin peluh pun mulai berkeluaran tak lama itu mobil Sam datang dengan beberapa anggotanya.
Plak plak glegar.
Pertarungan pun terjadi, Dira di dalam mobil menyaksikan dengan rasa takut tak terasa dia seperti kaku karna mungkin baru inilah ia melihat perkelahian seperti ini, sebagian orang tak dikenal itupun mulai pingsan di pinggir jalan darah mulai terlihat di sekujur tubuh mereka.
Dira keluar menghampiri Sam, "Sam aku tak tau harus berbuat apa, sungguh aku takut" ucap Dira.
"Dira bicaralah pada mereka" jawab Sam.
"Siapa yang menyuruh kalian, jawab atau ku hancurkan kalian tanpa sisa" ucap Dira dengan dinginnya dan memberanikan diri.
Namun tak ada yang berani bicara, sebagian dari mereka sudah lolos melarikan diri, tersisa dua orang yang masih meringis kesakitan.
"Sam bawa mereka ke markas, dan selidiki ini semua" ucap Dira, di balas anggukan dari Sam.
Akhirnya malam itu Dira pulang dan menyerahkan semua penyelidikan kepada Sam, sungguh hatinya kacau dan jujur ada rasa takut dan cemas yang Dira rasakan saat ini.
Sam Prov
"Jawab atau makin ku habis kau" teriak Sam.
Dua pria itu tetap diam tak mau menjawab dan berhasil membuat Sam menjadi marah. Akhirnya Sam pergi mengambil pistol dan mengarakah ke kepala pria pertama.
"Sekali lagi ku tanya siapa yang menyuruh kalian" Ucap Sam dengan nada membunuh.
"No nona Ni na tuan" ucap pria itu, Akhirnya pistol pun di lepas oleh Sam.
📚
Hai readers Novel ini dalam tahap revisi karna beberapa Bab akan di gabung menjadi satu,
jangan lupa kasih Vote dan tinggalkan jejak,
salam manis author.
__ADS_1
Indie Q
Ig : Nindi.indi