
Amara gadi manis dia hanya hidup bersama ayahnya saja karena sejak kecil dia sudah ditinggal pergi oleh ibunya...
Saat ini Amara telah bekerja di sebuah cafe ternama di kotanya.
Seperti biasa dia bekerja di cafe dari siang hingga malam...
Tut
Tut
Tut
Bunyi ponsel Amara
"Hallo," jawab Amara
"Datang sekarang ke rumah mu atau ayah mu akan mati?" ucap orang itu langaung mematikan ponselnya.
Untung sekarang Cafe tidak begitu rame jadi Amara bisa ijim pulang,untuk melihat kondisi ayahnya.
Tidak berapa lama Amara pun sampai di rumahnya. Terlihat banyak sekali orang di rumahnya. Ternyata mereka adalah penagih hutang.
"Apa yang terjadi?" Tanya Amara bingung
"Bayar hutang ayah mu sekarang juga," perintah orang itu
__ADS_1
"Berapa hutang ayah ku?"
"Lima Ratus juta,"
"Apa banyak sekali?"
" Tanya kan saja kepada ayahmu, "
Amara melirik ke arah ayahnya,yang hanya menunduk tidak berani menatap Amara.
"Beri aku waktu?"
"Baik dua hari lagi aku akan kesni lagi untuk menagih hutang ayah mu," ucap laki laki itu dan dia pun pergi meninggalkan Amara.
Amara pun langsung masuk ke kamarnya ,dia kecewa dengan ayahnya ternyata selama ini tidak berubah. Bahkan sekarang lebih parah. Dulu rumah mereka pun hampir di sita tapi untungnya di bantu oleh keluarga dari ibu nya.. Tapi semenjak ibu nya meninggal tidak ada satu keluarga pun yang mau mendekati keluarga Amara .
Tok Tok Tok
"Amara ayah boleh masuk?"
Dengan malas Amara pun membuka kan pinth untuk ayahnya
"Amara,maafkan ayah,ayah janji ini yang terakhir," ucap ayah nya melemah
"Sampai kapan ayah seperti ini?"
__ADS_1
"Ayah janji ini yang terakhir,"
"Tapi kita mau bayar pakai apa? Ayah tau sendiri kita tidak punya apa apa sekarang,"
"Ayah,,," Pak Herman ayah Amara juga bingung...
"Amara juga tidak tau,"
"Baiklah ayah akan mencoba meminta bantuan teman ayah,"ucap Pak Herman keluar kamar Amara dan menghubungi teman nya.
Tanpa diketahui Amara...Pak Herman mempunyai rencana yg sungguh gila. Dia menelpon temannya seorang Mami mami yg mempunyai sebuah club malam. Dia meminta bantuann kepada perempuan itu untuk memberikan sejumlah uang yang sangat fantastis yaitu 1 M dengan jaminan tubuh putrinya.
Si Mami mami itu pun setuju karena dia tau jika Amara adalah gadis belia yang masih hijau...
Herman pun senang sekali meski harus mengorbankan putri nya.
Setelah menghubungi temannya itu Herman pun kembali ke kamar Amara.
"Amara,ayah minta tolong nanti malam kamu menemani ayah ketemu teman ayah," Ajak Herman
"Teman ayah yang mana?"Amara merasa aneh karena selama ini dia tau jika ayahnya tidak akan mengenalkan teman teman nya.
"Udah pokoknya ikut aja,nanti jam tujuh malam kamu ikut ayah,sekarang siap siap lah" ucap Herman seraya berjalan keluar kamar Amara.
Amara bingunb dengan sikap ayahnya. Dia berpikir jika ayahnya sudah berubah. Tapi sayangnya sebentar lagi dia akan mengalami hal yang ccukup sulit bagi hidupnya.
__ADS_1
Masih jam lima jadi masih ada waktu sekita dua jam..Amara pun mengistirahatkan dirinya karena hari ini sungguh menguras waktu dan tenaganya....
bersambung