
Tanpa sepengetahuan Amara. Ayahnya telah menukar tubuh Amara dengan uang senilai 1 milyar...
Wouh sangat fantastis
Padahal hutangnya hanya lima ratus juta saja... Sunggu terlalu.
Tepat pukul tujuh malam,Amara diajak Ayahnya kesebuah hotel berbintang lima..
Sampai lah mereka berdua di sebuah hotel mewah.
"Amara kamu langsung naik dulu saja ya ini nomer kamarnya " perintah ayahnya.
"Amara sendirian?" tanya Amara
"Iya ,sana kamu duluan saja,nanti ayah nyusul kamu," rayu Pak Herman
"Baik lah," ucap Amara ragu.
Amara pun merasa aneh kenapa dia diajak ke hotel..Katanya tadi dia harus menemui teman sang ayah. Tapi kenapa harus ke hotel?
Amara yang merasa ayahnya sedang berbohong,dia memutuskan untuk melarikan diri. Tapi dia bingung harus kemana?
Untung setiap dia pergi selalu membawa dompetny dan juga ponselnya.
Dia pun menyelinap pelan pelan keluar dari hotel itu. Dia takut jika ayahnya masih di sini. Yups benar saja ternyata ayahnya masih ada di depan Hotel bersama dengan seorang wanita yang mempakai pakaian kurang bahan..
Untung saja ada beberapa rombongan yang akan meninggalkan hotel. Dan Amara pun ikut bergabung dengan rombongan itu. Herman pun tidak menyadari jika di rombongan itu ada Amara anaknya.
Amara pum bergegas menjuju taxi online yang sudah di pesannya. Dia pergi ke luar kota. Yang tidak mungkin ayahnya menemukannya...
😇😇😇😇
Tiga hari berlalu Amara pun pergi meninggalkan ayahnya. Mungkin saat ini ayahnya sedang mencarinya...
__ADS_1
"Neng,ayo makan dulu," panggil perempuan paruh baya kepada Amara
"Iya nek, " Amara pun menuju meja makan untuk makan bersama neneknya.
Sekarang Amara tinggal bersama neneknya di kampung halaman ibu nya.
Sudah lama neneknya menyuruh Amara untuk tinggal bersamanya. Tapi Amara menolaknya karena ingin menjaga ayahnnya.
"Nek,Amara sepertinya harus cari kerja lagi," ucap Amara
"Hmmm,ga perlu sayang kamu cari kerja,setelah ini kamu ikut nenek ke suatu tempat,"
"Baik Nek,"
Mereka berdua pun melanjutkan makannya. Dan tidak berapa lama Amara dan neneknya pun pergi ke suatu tempat. Yang Amara belum tahu neneknya mengajak dia pergi.
Tidak berapa lama Amara dan neneknya ke sebuah restoran yg cukup mewah. Amara kagum melihat restoran dengan nuansa etnik dan dengan background pegunungan.
"Wah nek kita ngapain kesini? Bukannya tadi kita sudah makan..." tanya Amara polos
Tidak berapa lama Nenek Amara datang bersama dengan seorang lelaki yang seumuran ayahnya.
"Amara," Panggil neneknya
"Iya nek,"
"Amara kenalkan ini Pak Budi pengacara keluarga kita,"
"Selamat pagi Pak,saya Amara," ucap Amara sembari menjabat tangan Pak Budi.
"Senang sekali bisa bertemu dengan Nona Amara,sekarang sudah dewasa dan cantik," ucap Pak Budi yg memang sudah tau Amara dari kecil.
Mereka bertiga pun duduk bersama di tempat yg cukup private.
__ADS_1
"Amara,ini Pak Budi adalah pengacara keluarga kita,dia akan membacakan surat wasiat yang ibu mu tuliskan untukmu," ucap Nenek Amara
Pak Budi pun membacakan wasiat ibu Amara. Yang isinya jika Amara sudah menginjak usia dua puluh tahun maka dia berhak meneruskan usaha ibunya yaitu sebuah restoran yang sekarang sudah berkembang pesat dan mempunyai beberapa cabang , ibu Amara juga meninggalkan sebuah rumah yang sekarang ditempati oleh Nenek Amara tidak itu saja Ibu Amara juga memberikan sejumlah uang yang sudah didepositokan di Bank.
Amara kaget dia seperti mimpi karena selama ini dia tidak tau ternyata Ibu nya memberikan semua ini.
"Nenek maksudnya apa?" Amara bingung
"Iya,benar itu wasiat dari ibu dan dia bilang jangan sampai ayah mu tahu,jika dia tahu bisa bahaya,"
"Iya,Nak Amara ibu mu berpesan jangan sampai ayah mu tahu," Pak Budi pun penyampaikan pesan ibunya.
😙😙😙😙
Di tempat lain
Pak Herman semakin uring uringan karena anaknya pergi dari rumah tidak kembali. Dia bingung harus bagaiman melunasi hutang hutangnya. Karena uang yg kemarin mau diterimanya tidak jadi karena Amara kabur.
" Dasar anak ga tau diri,bisa bisanya dia menggagalkan rencanaku," gerutu Pak Herman
"Jika itu anak tidak kabur ,aku bisa jadi orang kaya,"
"Anak sama ibu sama saja nyusahin saja"
Setiap hari Pak Herman selalu marah marah karena dia bingung harus membayar hutang hutangnya.
Dia ingin mencari Amara tapi dia tidak tau Amara kemana. Memang keluarga ibunya Amara tidak pernah memberitahu kampung halamannya. Jadi Pak Herman tidak tau rumah kelurga istrinya.
Kenapa Amara bisa tahu?
Karena neneknya lah yang selalu mengajaknya tinggal disana.
Dari dulu Amara ingin tinggal bersama Neneknya tapi selalu dilarang oleh Ayahnya . Dengan alasan dia akan kesepian nanti. Tapi ternyata Pak Herman punya maksud lain dia ingi menjual anaknya...
__ADS_1
Dari usia Amara dua tahun dia sudah ditinggal oleh ibunya.
Amara hanya tau ibunya pergi jauh,tapi kata ayahnya Ibu nya meninggal dunia....huahuhuaa....