
Amara sedari kecil tidak tau dimana ibunya. Yang dia tau ibunya sudah meninggal. Sang nenek hanya bilang nanti ada waktunya dia akan bertemu ibunya.
Amara sekarang sudah mempunyai kesibukan yaitu mengelola restoran sang nenek. Karyawan di restoran ini pun senang dengan Amara. Meski Amara adalah pemiliknya tapi dia tidak pernah ragu untuk langsung membantu karyawannya di saat restoran mulai rame. Maka Amar akan selalu membantunya.
Seperti hari ini ,restoran cukup ramai banyak pengunjung yang datang apalagi ini weekend. Dan setiap weekend pasti ada live music yang menghibur para tamu.
Semua karyawan pun sibuk melayani pengunjung,Amara tanpa ragu pun membantu mereka. Amara mengganti bajunya dengan seragam waiters.
"Lha mbak Amara kq pakai seragam?" celetuk salah satu karyawannya
"Iya mbak biar ga ribet," ucap Amara singkat.
Karyawan itu pun tersenyum melihat tingkah Bos nya itu.
Amara pun mulai melayani para pengunjung ,dia sekarang melayani pengunjung VIP. Di bagian VIP ada rombongan polisi polisi muda.
Amara melayani pengunjung nya dengan telaten dan ramah.
Bugh...
Tiba tiba Amara terhuyung kebelakang untung ada temannya yang menompangnya . Jadi Amara tidak jadi jatuh.
"Aduh gimana sieh kamu ini?" celetuk lelaki yang tadi menyenggol Amara.
Padahal yang salah orang itu bukan Amara.
"Maaf pak ," ucap Amara
__ADS_1
"Nanti saya laporkan kamu ke pemilik restoran ini,memiliki karyawan yang tidak bisa bekerja," ucap laki laki itu
"Sekali lagi saya minta maaf," ucap Amara
Datang lah seorang laki laki muda satu lagi yang sama menggunakan seragam dinas
"Hay bro,santai aja jangan emosi " ucap laki laki itu sembari menepuk pundak temannya itu
"Ukhh," kemudian lelaki itu pergi meninggalkan Amara dan rekamnya itu.
"Tenang aja mbak,ini teman saya memang gitu maklum sedang patab hati," ucap laki laki itu dan juga menyusul temannya tadi.
Amara pun mulai melanjutkan pekerjaanya kembali.
Semakin malam restoran itu pun bertambah ramai. Kali ini Amara tidak membantu,karena personil sudah komplit.
****
waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam,Restoran pun sduah tutup. Amara dan karyawannya pun bersiap pulang. Seperti biasa Amara mengendarari mobilnya,ya sekarang Amara sudah bisa mengendarai mobil. Dia belajar menyetir sehingga dia bisa kesana kemari tanpa merepotkan orang lain lagi.
Dalam perjalan menuju rumah neneknya yang tidak begitu jauh. Tiba tiba ada segerombolan orang berhenti mendadak di depan mobil Amara.
ciittt
Amara mengerem mendadak mobilnya.
Tuk tuk tuk
__ADS_1
"Buka pintu mobilnya," ucap orang itu yg berbadan tegap dan menakutkan.
Hmmm... Amara menarik nafas panjang dan mengehempuskan. Amara tidak langsung membuka pintunya. Meski dalam hatinya dia merasa takut. Tapi dia mberusaha tidak takut. Sebelum dia keluat dia memakai jaket ,masker dan topinya supaya mereka tidak tahu jika yang di lawan adalaj perempuan.
Amara pun keluar membeka pintu mobilnya.
"Mau apa kalian?" tantang Amara
"Serahkan mobil dan uang mu," ucap laki laki itu
"Cuiii,tidak bisa,"
"Mencoba melawan kami?,"
" silahkam,"
Meski Amara seorang gadis tapi dia memiliki kemampuan bela diri.
Akhirnya perkelahian mereka pun terjadi. Hampir semua preman itu tumbang.
Amara masih saja membabi buta menghajar para preman itu.
Dorr
Amara kaget kq ada suara tembakan.
Ternyata segerombolam datang ke TKP.
__ADS_1