Polisi Bucin

Polisi Bucin
Episode 60


__ADS_3

Keesokan malamnya kami sudah siaga dalam formasi random untuk yang kedua kalinya. Berhubung ada beberapa tempat yang harus kami grebek, maka kelompok ini dibagi menjadi tiga.


"Lu hati-hati ...!" Edi menepuk pundakku menunjukkan betapa besar kekhawatirannya.


"Gua bukannya mau perang, Di." Aku masih sempat berkelakar di hadapannya. Padahal aku sendiri juga tidak tahu kemungkinan buruk apa lagi yang akan menimpaku di sana.


Edi memang tidak ikut serta dalam operasi kali ini, namun beberapa anggota memang disiapkan untuk membentuk pasukan siaga, kalau-kalau terjadi sesuatu yang tak terduga.


Sementara Nata dan Ibram, mereka berdua kebetulan ditempatkan dalam satu kelompok yang sama. Tugas mereka adalah sebagai operator yang mengawasi jalannya misi ini dari kamera.


Aku yang ditunjuk sebagai Danru (Danton Regu), sudah siap mengungkap kasus ilegal yang bertajuk perdagangan wanita.


***


Mobil sudah melaju menuju lokasi--dimana para iblis yang menjadi dalang dari kasus ini--menyembunyikan tawanan mereka. Informasi tersebut kami dapatkan dari salah satu orang dalam yang merupakan seorang anggota. Namun, aku tidak mengenalnya.


Kata Kapolda, dia adalah seorang anggota satuan Intelkam--polisi wanita--yang sudah lama dimasukkan ke kandang musuh sebagai mata-mata.


Luar biasa!


Aku jadi penasaran pada sosoknya. Bukan karena dia seorang wanita, namun lebih kepada kecerdasan dan keberanian tinggi yang dimilikinya.

__ADS_1


Setelah satu jam berkendara, mobil yang membawa kami pun kini tiba di kawasan perbukitan yang didominasi oleh pohon cemara. Burung-burung malam terdengar bersorak gembira seraya mengepakkan sayapnya, seolah sedang menyambut kedatangan para aparat negara dengan suka cita.


Sejurus kuperintahkan seluruh anggota untuk menuruni mobil dan berlari sekitar lima ratus kilo meter memasuki semak belukar menuju sebuah bangunan beton lima lantai--tempat mereka menyembunyikan sandra.


Langit berbintang dan terangnya sang purnama seolah merestui pergerakan kami dalam kegelapan malam yang hampir saja membutakan mata. Setelah tiba di lokasi, kuminta mereka untuk mengepung tempat ini dan memasang posisi siaga.


Sementara aku dan beberapa anggota lainnya, bergerak memasuki bangunan dengan melewati sebuah jendela. Jendela kecil di bagian belakang bangunan, yang memang sudah disiapkan oleh sang mata-mata.


Ketika langkahku hampir mendekati jendela, tiba-tiba suara Nata terdengar di telinga, karena aku sedang menggunakan earphone untuk mendengarkan petunjuk dari mereka.


"Tahan!"


Aku mematung sempurna bak sedang melihat sosok mengerikan di depan mata.


Siapa lagi, kalau bukan dia!


Tiga anggota di belakangku pun turut menunggu konfirmasi selanjutnya. Lama kami berdiam, hingga akhirnya Ibram membuka suara.


"Kalian sudah bisa masuk, Ndan. Posisi aman."


Setelah mendengar perkataan Ibram, satu persatu dari kami bergerak memasuki bangunan dalam sekedip mata. Berencana untuk berpencar pada titik-titik yang sudah ditandai oleh Ibram dan Nata.

__ADS_1


"Huda, tunggu!"


"Apalagi, Ta?"


"Hehehe, tes ketajaman telinga!"


"Andrea Winataaa!"


Anak itu, bisa-bisanya!


Dalam suasana mencekam dan mendebarkan seperti ini dia masih sempat menyelipkan kata-kata tak berguna. Bisa kudengar suara cekikikan dari Ibram yang mungkin sedang membayangkan ekspresi kesalku yang sudah memasuki level dewa.


"Jalan!" seruku pada para anggota yang langkahnya sempat tertahan karena kenakalan Andrea Winata.


***


Samar-samar kulihat sekelebat bayangan hitam, melintas dalam sekejap mata. Aku tersentak, menghentikan langkah untuk memastikannya. Namun, tiba-tiba saja kurasakan debaran tak terhingga bertabu indah di dalam dada, setelah melihat dengan jelas penampakan seorang wanita dengan topeng putih yang begitu lekat menutupi wajah hingga dagunya.


Dia!


Perawakannya sama persis seperti wanita yang pernah menyelamatkanku dari lilitan tambang sandra. Sejenak aku terpana, ketika ia juga menatapku di bawah pantulan cahaya seadanya. Aura malaikat yang terpancar dari dalam dirinya menguar sempurna bak kembang api yang sedang menyala-nyala.

__ADS_1


Apakah sosok wanita ini nyata adanya, atau hanya halusinasiku saja?


__ADS_2