
Bagaimana?
Apakah masih ada yang ingin ditanyakan tentang sosok Sidqia?
Aku rasa sudah cukup sekian saja. Karena tidak baik jika aku terlalu menguak sisi kehidupan seorang hamba yang sudah tiada. Akan lebih baik jika kalian hanya mengetahui segelintir tentangnya, namun tetap bermakna. Lagi pula, jika aku terus membahas tentang almarhumah Sidqia, kesannya aku tidak ikhlas akan kepergiannya. Karena saat ini, aku harus lebih menyukuri segala sesuatunya, termasuk hadirnya sosok istriku--Arona Maulida.
Baiklah!
Kembali ke Polda!
Kini aku dan Edi sudah tiba di gedung serbaguna yang terdapat dalam lingkungan Polda. Acara serah-terima jabatan kami, juga di hadiri oleh sang Kapolda. Kebetulan beliau sedang tidak dinas di luar kota, jadi semua sesuatunya langsung disampaikan oleh sang penguasa.
Acara tersebut berlangsung secara khidmat, tidak ada tanda-tanda akan terjadinya hal yang tidak diinginkan. Setelah menyelesaikan acara inti dan menandatangani berita acara, giat diteruskan dengan ramah-tamah dan makan-makan.
Biasalah, budaya di negara ini--kurang lengkap rasanya jika sebuah ceremony tidak diakhiri dengan menggoyangkan lidah--menyantap beberapa kudapan yang menggiurkan. Namun, rasa-rasanya tidak perlu bagiku untuk menggambarkan secara detil tentang berbagai jenis makanan yang sedang disajikan. Bisa-bisa, setelah ini kalian langsung menangis kelaparan.
__ADS_1
Haha, canda, Kawan!
Setelah Kapolda beserta rombongan balik kanan, aku dan Edi pun melakukan hal yang sepadan. Berniat untuk meninggalkan gedung, dan kembali ke kediaman adiknya sang letingan. Namun, apalah daya, ketika kakiku baru ingin melangkah, ajudan Kapolda pun menghampiri dan menyampaikan perintah sang atasan.
"Ijin, Komandan." Ia membungkukkan sedikit badannya padaku dan Edi, karena kami berdua tengah berdiri bersebelahan.
"Kapolda sedang menunggu Anda di ruangannya," ucap ajudan berdarah muda itu, yang membuatku dan Edi saling bertukar pandangan.
Kuucapkan terima kasih kepada sang anggota, lalu menyuruhnya untuk beranjak terlebih dahulu, karena ada sesuatu yang aku rasa sangat penting--ingin Edi sampaikan.
"Elu bawa senjata, 'kan?" tanyanya dengan nada berbisik, namun masih bisa kutangkap di indera pendengaran.
Ia mengangguk pelan sebagai tanggapan. "Bagus, perasaan gue gak enak. Tapi, elu gak usah khawatir, gue backing-in elu di balik jendela," tuturnya, dengan niat menguatkan.
Aku yakin Edi punya alasan atas apa yang sedang sama-sama kami pikirkan. Apalagi itu kalau bukan tentang si Musuh Bebuyutan? Walaupun belum lama mengenal sang Bandar Narkotika, namun masalah pribadi yang terukir antara aku dan dia, sudah cukup untuk melabeli bahwa aku ini adalah musuh bebuyutan sang tiran.
__ADS_1
Mungkin, tidak sulit bagi Endar untuk mengambing-hitamkan atasan kami, hanya untuk mencapai--dia punya tujuan.
Baiklah!
Tidak masalah, akan aku hadapi sebesar apa pun resiko yang sedang mereka rencanakan. Lagi pula, aku rela mengorbankan segenap jiwa dan raga demi keselamatan dan keutuhan rumah tangga--bersama kesayangan.
Tubuh tegap dengan berseragam lengkap PDU-IV beserta segala atributnya, aku ... mengetuk pintu ruangan Kapolda dengan jantannya. Walaupun dag dig dug-nya masih menggetarkan di dalam dada, namun tak akan kubiarkan keberanianku menciut sebelum sempat menghadapinya.
Beberapa detik kemudian, seorang ajudan wanita--anggap saja sepri--sekretarisnya, menyibak pintu berdaun dua di hadapanku. Ia melemparkan senyuman ramah, lalu memintaku untuk masuk, kemudian berlalu.
Sepengamatanku, tidak ada tanda-tanda kehadiran Endar di dalam ruangan itu. Namun, bisa saja, jika dia sedang bersembunyi untuk memata-mataiku.
"Ijin, Komandan." Aku berdiri tegap di hadapan atasan tertinggiku di provinsi ini. Ia mengangguk singkat, lalu mempersilakanku duduk tanpa banyak basa-basi.
"IPDA Zainul Huda ...! Kasat Reserse Kriminal Polres Kota A." Ia memanggil namaku dengan lengkapnya dengan kepala masih tertunduk--sepertinya sedang membaca.
__ADS_1
DEG
Bukankah, sudah menjadi kebiasaan semua orang tua, jika anaknya melakukan sebuah kesalahan, maka para tetua itu akan memanggil anak-anaknya dengan menyebutkan nama lengkap mereka?