
Hari ini kembali aku temukan setangkai bunga mawar berwarna merah di atas layar komputerku. Sudah beberapa hari ini setiap pagi meja kerjaku menjadi tempat mampir para bebungaan yang aku sendiri tidak tahu siapa pengirimnya.
Kantor masih terlihat sangat sepi, sepertinya aku adalah orang pertama yang menginjakan kaki diruangan ini, semua sudah jelas bahkan pintu kantor ini tadi masih terkunci dan aku adalah satu-satunya si pemegang kunci cadangan selain satpam yang bertugas.
Aku urung menanyakan kepada teman yang bekerja satu ruangan denganku karena pastilah jawabannya sama bukankah aku yang datang lebih dulu.
Namaku Sarah Amelia aku hanyalah seorang gadis kampung yang merantau jauh-jauh ke Ibukota untuk mengadukan nasib, berharap kehidupan keluargaku akan jauh lebih baik kedepannya.
__ADS_1
Ibu dan abah tinggal dikampung bersama kedua adikku yang masih mengenyam bangku pendidikan. Adikku yang pertama bernama Alisa, saat ini dia bersekolah sudah memasuki tingkat Aliyah (Setingkat SMA) duduk dikelas 3 dan sebentar lagi akan lulus sekolah, aku berharap Alisa dapat meneruskan pendidikannya sampai sarjana sebisa mungkin aku akan membantunya untuk masalah biaya.
Adikku yang terakhir bernama Ali Syarif dia masih berusia 7 tahun dan masih bersekolah kelas 2 SD.
Selain mempunyai adik aku juga mempunyai dua orang kakak perempuan. Yang pertama adalah teh Rani dia sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak yang masih kecil.
Hanya Teh Rani dan aku saja yang dapat ibu dan abah andalkan untuk membantu biaya sekolah kedua adik kami. Maklum saja ibu dan abah hanya seorang petani kecil penggarap sawah milik orang lain yang pendapatannya tidak pernah menentu. Jika panen berhasil abah dan ibu dapat upah lebih banyak tetapi jika gagal panen yang mereka dapat hanyalah elusan dada.
__ADS_1
Selain menjadi petani orang tuaku juga beternak tentu saja itu bukan milik mereka melainkan milik orang-orang kota yang menitipkan untuk dirawat oleh abah. Setiap menjelang lebaran Idul Adha pemilik akan menjual hewan peliharaan mereka dan saat itulah abah mendapatkan upah beberapa persen dari hasil penjualan. Orang tuaku sudah cukup sepuh seharusnya mereka sudah tidak harus lagi bekerja cukup dirumah saja menikmati masa tua tapi mereka masih semangat mencari nafkah.
Oh iya, kakak kedua ku juga seorang perempuan namanya Teh Aini, ia juga sudah menikah hanya saja Allah belum memberi titipan anak dirahimnya. Teh Aini bekerja menjadi buruh pabrik harian lepas sama seperti suaminya, kehidupan teh Aini sangat sederhana hasil kerja mereka berdua hanya cukup untuk biaya kontrakan dan makan mereka sehari-hari. Oleh karena itu abah dan ibu tidak pernah meminta kepada Teh Aini malah terkadang ketika aku pulang kampung mereka mengirim Teh Aini berupa beras atau sembako.
Orang tuaku sungguh baik, mereka selalu mengajarkan untuk saling berbagi dan membantu kepada sesama apalagi kami saudara kandung yang masih satu darah.
Aku pulang kampung dua minggu sekali, karena aku menerima gajih setiap dua minggu sekali dan juga jarak kampung ku yang tidak jauh dari Ibukota.
__ADS_1
Ya, Aku gadis kelahiran dari tanah pasundan lebih tepatnya di kota Pandeglang, Banten.