Positif (Pejuang Dua Garis Merah)

Positif (Pejuang Dua Garis Merah)
Kelahiran Premature


__ADS_3

Aku bersyukur acara tujuh bulanan berjalan lancar, tetapi tiba-tiba saja aku merasakan sakit pada bagian perut bawahku. Rasanya hampir sama seperti saat aku keguguran dahulu. Aku berusaha menenangkan pikiranku lagi. Ku tarik nafas perlahan lalu ku hembuskan, ku ulangi hal itu beberapa kali. Tetapi rasa sakit dan panas semakin menjalar. Aku merasakan sakit seperti ini sudah hampir dua hari biasanya sakitnya akan mereda dengan sendirinya setelah aku berusaha menenangkan diri.


Aku belum sempat periksa tetapi sudah mengatakannya pada Mas Ilham, niat kami akan periksa setelah acara tujuh bulanan selesai. Lagi pula aku mencari-cari info bahwa itu hanyalah kontraksi, pergerakan bayi dimana hal yang wajar dalam sebuah kehamilan terlebih yang sudah menginjak trimester akhir sepertiku.


Bayiku memang sangat aktif dan lincah di dalam perut, namun apakah sakit yang aku rasakan ini wajar? Entahlah. Aku sangat sulit menggambarkan sakit yang sedang aku rasakan. Beberapa kali aku pergi ke kamar mandi untuk buang air namun rasanya tidak bisa. Mas Ilham sejak tadi melihat gerak-gerikku yang sudah terlihat aneh dan gusar.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Mas Ilham pelan memandang wajahku yang sudah dipenuhi oleh peluh.

__ADS_1


"Sakit Mas Ilham, perutku sakit sekali." Ucapku lirih, tubuhku sudah terasa lemas.


"Kamu salah makan sayang? Kamu makan apa tadi?" tanya Mas Ilham yang sudah mulai memperlihatkan ekspresi panik. Aku hanya menjawab dengan gelengan kepala. Seingatku, aku tidak makan yang aneh-aneh. Makanan yang aku makan semua yang diberikan oleh suamiku.


Aku benar-benar sudah tidak tahan. Sakitnya terasa lagi aku memutuskan untuk kembali ke dalam kamar mandi. Masih berpikir bahwa aku sedang mengalami gangguan pencernaan sembelit dan diare yang tiba-tiba menyerang secara bersamaan. Pikiranku berbeda setelah melihat bercak darah. Apa aku akan melahirkan dini?


Mas Ilham mendudukan aku dan menyuruhku untuk menunggunya. Mas Ilham keluar mencari pertolongan dari Bidan Nilam dan Nada. Tak lama Mas Ilham datang bersama Nada beruntung Nada belum pulang. Nada langsung memberikan pertolongan yang ia bisa.

__ADS_1


"Mas, ayo kita bawa Mbak Sarah kerumah sakit! Ini harus cepat ditangani sepertinya Mbak Sarah akan melahirkan pembukaannya sudah mencapai pembukaan 7," ujar Nada setelah selesai melakukan pemeriksaan dengan cepat. Tanpa berkata-kata Mas Ilham segera membopongku keluar kamar menuju mobil bersama Nada. Ibu Mertua dan keluarga yang lainnya nampak panik.


"Ya ampun Ilham, Sarah kenapa? Nada, kenapa dengan menantuku?" tanya ibu penuh rasa khawatir. Mas Ilham tak menjawab pertanyaan ibu dan langsung pergi menuju mobil. Sementara Nada yang membantu untuk menenangkan hati ibu mertua.


"Nanti Nada jelaskan yah bu, sekarang Nada harus ikut Mas Ilham kerumah sakit."


Nada ikut kami pergi kerumah sakit dimana tempatnya bekerja. Sepanjang perjalanan Nada berusaha membuatku agar tak khawatir dan panik. Melahirkan secara premature dengan alat medis yang canggih dapat membantu bayi untuk tetap bertahan hidup. Nada menceritakan banyak kisah yang sama sepertiku melahirkan secara prematur namun ibu dan bayinya sehat tak kurang satu apapun. Ucapan Nada membuatku optimis dan bersemangat. Semoga kali ini anakku lahir dengan selamat ke dunia. Bunda dan ayah sangat menantimu, nak!

__ADS_1


__ADS_2