
Hari ini lagi-lagi menurunkan pupuk, entah kapan Hana mengandung. Hingga si cantik kuning yang dicintainya dapat terparkir di rumahnya. Kelvin menyeruput kopi hitam, memakan singkong rebus sebagai cemilan di tengah istirahat siangnya.
"Aku sudah benar-benar menjadi orang desa, tapi kenapa rasa kopi hitam dan singkongnya mulai enak?" gumamnya yang biasanya akan memesan Americano, dan tiramisu duduk di sebuah cafe penuh karisma dan keanggunan. Tapi entah kenapa, perlahan lidahnya kini terbiasa mengecap kopi hitam, merasakan hambarnya singkong, dengan sedikit garam dan gula pasir.
Seorang Kelvin hanya dapat menghela napasnya. Mengetahui dirinya yang mulai beradaptasi, berevolusi menjadi warga desa.
Hingga matanya menelisik mengamati seorang pria dengan kulit bersih, berwajah tidak kalah tampan dengan majikannya, serta berpakaian rapi datang menghampirinya bersama seorang remaja. Setelah tidak ada satupun pegawai gudang yang mau bicara dengannya.
"Maaf, apa Hana ada?" tanyanya menyapa Kelvin.
Inilah bos-ku versi malaikat, tutur kata sopan, mengeluarkan aura bagaikan seseorang berhati lembut. Dengan wajah rupawan yang mengguncang jiwa wanita maupun... batinnya.
"Di...dia sedang pergi ke kota, membeli beberapa peralatan untuk koperasi. Kamu siapa?" tanyanya masih tertegun.
"Ini kakakku, namanya Haikal. Kak Kelvin mungkin tidak tau, kakakku berhutang kata maaf pada kak Hana. Juga berhutang uang..." Gio yang mengikuti kakaknya, menjelaskan.
"Berhutang maaf?" Kelvin mengenyitkan keningnya.
"Aku mantan pacar Hana, aku sudah berbuat kesalahan besar padanya. Ingin meminta maaf, membayar hutang, sekaligus mengucapkan selamat atas pernikahannya," jawab Haikal pada Kelvin yang belum dikenalnya.
Mantan? Orang ini mantannya Hana... gila!! Nathan punya saingan tingkat tinggi... gumamnya dalam hati menahan tawanya.
"Sambil menunggu Hana datang, ayo duduk disini dulu. Jangan sungkan, omong-ngomong namaku Kelvin. Profesimu apa?" tanyanya antusias. Ingin tahu lebih banyak tentang saingan cinta majikannya.
"Dokter spesialis ortopedi, ini semua juga berkat Hana. Aku ingin meminta maaf karena sudah mengkhianati dan mempermalukannya. Sebenarnya aku ingin kembali padanya, tapi syukurlah dia sudah menikah, Tuhan mengirimkan orang yang lebih baik dariku. Aku hanya dapat berharap untuk kebahagiaannya, aku sudah melukainya terlalu dalam..." jawaban dari Haikal tidak ingin menyembunyikan apapun. Dirinya memang keji, itulah kenyataannya. Namun, mengakui kesalahan akan membuatnya lebih lega.
Harusnya aku yang disana, dampingimu dan bukan dia. Harusnya yang kau pilih bukan dia... aku ingin bernyanyi dan memukul kepala bos bodohku. Dokter spesialis, tampan, mapan, walaupun aku tidak mengetahui masalahnya. Tapi aku salut dia lebih gentelman dari pada Nathan. Mau mengakui dan menerima kesalahannya, meminta maaf, bahkan merelakan Hana bahagia walaupun bukan dengannya.
__ADS_1
Aku berani bertaruh jika Angel muncul, kemudian Nathan memilih kembali ke kota dengannya. Maka, tidak memakan waktu lama Nathan akan menyesal melihat Haikal dan Hana memiliki banyak anak. Ketika bos bodoh itu menyadari perasaannya nanti... komat-kamit batinnya mengutuk sang bos yang tidak kunjung menyentuh istrinya.
"Begitu ya? Memang apa kesalahanmu pada Hana?" tanyanya meminum kopi hitam, ingin mengetahui lebih rinci.
Air mata Haikal mengalir diseka olehnya, begitu banyak kesalahannya pada Hana,"Dia yang membiayai kuliahku, mengangkat derajatku yang hanya anak seorang pekerja gudang. Tapi aku terbuai dengan kehidupan orang-orang yang tinggal di kota. Mengira menikahi wanita kota lebih baik daripada mengurus istri cacat seumur hidupku,"
"Hingga aku melupakan Hana, membiarkannya dihina di acara wisudaku. Bahkan pernah menamparnya, aku bodoh... menikahi wanita kota, yang sejatinya hanya penipu, seorang wanita penghibur yang tega menggugurkan anakku. Tidak ada yang lebih baik dari Hana, seharusnya aku menyadari dari awal, dibalik kekurangannya ada ribuan kelebihan...aku mencintainya, karena itu aku akan belajar bahagia saat dia bahagia..." lanjutnya.
Air mata Kelvin ikut mengalir, seseorang yang dulu g*blok, kini menjadi budak cinta yang bodoh. Merelakan Hana untuk si idiot Nathan. Seandainya Hana menerimanya kembali, Kelvin ingin melihat wajah Nathan yang kebakaran jenggot.
"Aku selalu berharap kamu bahagia suatu hari nanti..." ucap Kelvin menghapus air matanya, menatap pria jahat yang kini menjadi bucin.
Tendang saja Nathan! Setelah tau Angel kembali, dia akan bersorak kembali ke kota melupakan istrinya yang pintar. Mengurus surat perceraian, Orang idiot picik itu akan menikahi Angel. Berakhir menyesal pada akhirnya... geramnya dalam hati, setelah menaik turunkan gabah dan beras, Jono belum menyentuh istrinya juga. Bagaikan sudah dapat mengira-ngira hal yang akan terjadi.
Haikal hanya tersenyum, sedangkan Gio mengenyitkan keningnya, kemudian ikut tersenyum. Kakaknya telah kembali ke sosok yang dulu. Pria berhati lapang dan bertanggungjawab.
***
Sementara Jono tengah memberi makan ikan, sedikit melirik kotak makan siang yang diberikan Hana."Ini demi yang terbaik," gumamnya mengepalkan tangan, ingin segera terbebas dari istrinya yang cacat.
Namun apa benar demikian? Pemuda itu kembali menjambak rambutnya sendiri. Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba tidak bisa memandikan istrinya? Apa Hana menghindarinya?
Benar-benar konyol, Jono kembali duduk, bingung harus bagaimana. Bahkan mengigit kukunya sendiri, semangatnya untuk menyambut sore bagaikan menghilang.
Hingga pemuda itu datang ke hadapannya, terlihat lebih bersikap dewasa daripada sebelumnya."Selamat menempuh hidup baru, maaf baru bisa pulang untuk mengucapkan selamat pada kalian. Aku juga ingin minta maaf soal insiden di pesta pernikahanku. Dan perbuatan ibuku dulu, ibuku terlalu malu berhadapan dengan Hana, dia sudah berbuat banyak kesalahan..."
Jono mengenyitkan keningnya, pemuda ini kembali ke desa,"Apa tujuanmu kembali!?"
__ADS_1
"Minta maaf dan melunasi hutang pada Hana," jawab Haikal.
Jono berusaha tersenyum, mengepalkan tangannya, entah kenapa muak melihat wajah rupawan itu. "Tidak ada maksud lain?" tanyanya bagaikan suami posesif, yang katanya sama sekali tidak mencintai istrinya.
Haikal menggeleng,"Dia bahagia bersamamu, maka itu sudah cukup. Aku mundur..."
"Jadi kamu burung bangkai yang mengintai sisa mangsa singa..." sindirnya tersenyum.
Gio menarik tangan Jono, membawanya menjauhi Haikal. Kemudian remaja yang kini menginjak usia 16 tahun itu menatap aneh,"Kakak kenapa? Apa kak Jono menyukai kak Hana?" tanyanya.
"Tentu saja tidak!! Orang lumpuh yang terlalu pintar itu..." kata-kata Jono disela.
"Jika kakak tidak menyukainya, fokuslah membuat diri berpisah dan dibenci kak Hana, kemudian mengumpulkan uang 100 juta. Pergi kembali ke kota, hidup bahagia bersama super model..." ucapnya yang bagaikan sudah hafal bagaimana Jono menyombongkan dirinya sendiri.
Rasanya sebagai suami, bagaikan ditusuk pisau belati. Tapi kata-kata Gio tidak ada yang salah, dirinya memang harus segera berpisah dengan Hana. Menemukan wanita yang lebih sesuai untuknya, tidak akan mempermalukannya saat menghadiri pesta kalangan atas atau merebut harta gono-gini 50% pasca perceraian.
***
Tapi apa benar tidak mencintai Hana? Wanita yang kini tengah berada di sebuah toko elektronik. Duduk diatas kursi rodanya, matanya menelisik mengamati baliho besar bergambar wanita cantik dengan pakaian terbuka memegang handphone.
"Bodynya bagus, itu foto model baru!? Jadi ingin pajang posternya di kamar..." ucap seorang pemuda yang kebetulan melintas, pada temannya.
"Itu Angel, sebelumnya berkarier di luar negeri. Sekarang sudah kembali..." jawaban dari orang yang berjalan bersama sang pemuda.
Hana terdiam sejenak mendengar kata-kata mereka, menatap wajah cantik berlapis make up tebal pada iklan phoncell di baliho yang berada di dekat sana,"Angel..." gumamnya, mengingat nama yang diucapkan suaminya, kala menyentuh tubuhnya. Air matanya mengalir mengingat perasaan sakit hati kala nama itu terucap di bibir Jono. Atau bisa dikatakan Jonathan Northan.
Suami yang mungkin telah menyentuh wanita bernama Angel. Atau mungkin tidur bersamanya sebelum menikah dengan Hana. Bahkan Jono sendiri menyebut Hana wanita murahan? Mungkin hanya Angel sejatinya yang ada di hati suaminya, tidak pernah ada seorang Hana yang memaksanya untuk menikah.
__ADS_1
Bersambung