Presdir Masuk Desa

Presdir Masuk Desa
Kasih Sayang Istri Dan Ayah


__ADS_3

Wajah yang rupawan bertabur riasan makeup mahal, tetap tidak secantik Hana. Bentuk tubuh? Jangan ditanya lagi, ukuran bagian depan dan belakang, benar-benar indah padat. Namun, Angel pernah membuka pakaiannya hingga habis kemudian duduk di pangkuan Nathan kan? Tidak tergoda dengan tubuh itu sama sekali entah kenapa.


Padahal bentuknya terlalu sempurna. Terlalu sempurna? Entah berapa kali tidur di meja operasi hingga suatu keajaiban itu terlihat. Namun sekali lagi, memiliki aura yang berbeda, aura menggoda yang menjerat, membuat Nathan enggan menyentuhnya.


Jauh berbeda dengan Hana aura cerah yang indah. Walaupun dengan pakaian lengkap pun, mengundang untuk mendekatinya.


"Nathan kamu dari mana saja, aku..." kata-kata Angel terhenti, Nathan menarik jemari tangannya, hingga terduduk di pangkuannya.


Suara tawa Dicky terdengar,"Satu lagi bucin akut!! Satu lagi pasangan berbahaya. Aku yang jomblo tersudutkan,"


Bagaikan tidak didengarkannya, Nathan hanya fokus pada Angel. Menghirup aroma parfum dari tubuhnya aroma bunga yang segar, menimbulkan harum aroma klasik yang mewah. Nathan tidak menyukainya, aroma yang dahulu disukainya kini dibencinya.


"Nathan aku..." kata-kata Angel terpotong


"Turunlah! Duduk disana," ucapnya, menghela napas kasar memijit pelipisnya sendiri. Entah sejak kapan aroma lotion alvocado, berbaur dengan susu pembersih beraroma lemon, dan air mawar, membuatnya nyaman. Harga produk yang digunakan istrinya bahkan tidak mencapai 30.000 rupiah. Dibandingkan dengan parfum Angel yang pastinya mencapai jutaan rupiah perbotolnya.


Angel perlahan mulai duduk, didekatnya. Apa Nathan bermain tarik ulur? Begitulah yang ada di fikirannya. Namun Nathan dan Joseph, hanya salah satu dari mereka yang pantas menjadi suami dari seorang Angel.


"Nathan, maaf sudah meninggalkanmu. Bagaimana sebagai rasa penebusanku dengan status mantan, aku traktir kalian minum?" tanyanya.


"Setuju! Tapi jangan sampai pagi, besok aku ada rapat penting," Dicky menyetujui.


Nathan mengepalkan tangannya, bukankah ini kehidupan yang dinantikannya? Kehidupan yang dirindukannya?


Han menghela nafasnya,"Aku tidak ikut, berdua dengan Lola mengurus anak kami lebih menyenangkan,"


"Tapi, ada beberapa temanku dari luar negeri, kamu akan rugi jika..." kata-kata Angel terpotong.


"Kalian masih bocah! Fikiran kalian hanya musik dan minuman keras adalah kesenangan. Setelah kalian menikah nanti, kalian akan tau, bagaimana rasanya saat ada yang mencemaskan kalian di rumah," ucapnya tersenyum, berjalan pergi meninggalkan teman-temannya, menghampiri istrinya.


"Bucin..." sindir Diky kembali tertawa.


Nathan mungkin tidak menyadari, namun ada seseorang yang dikenalnya disana. Seseorang yang datang untuk menemani profesornya, selaku sahabat karib dari tuan rumah acara pesta.


Haikal melihat segalanya, kala wanita yang bahkan lebih mengerikan daripada Zara dipangku oleh Jono.

__ADS_1


"Dia siapa?" tanya Haikal menunjuk ke arah Nathan pada salah satu pengusaha yang pernah menjadi pasiennya.


"Dia? Jonathan Northan, tiga tahun tidak terlihat, orang berhati dingin itu terlihat lagi. Jangan berada di dekatnya atau berurusan dengannya. Dia pernah mengakuisisi perusahaan hanya karena pemilik perusahaan menumpahkan wine di kemejanya," ucap kenalan Haikal.


"Jonathan Northan..." Haikal mengepalkan tangannya, tidak terima? Tentu saja, Hana harus disakiti dua kali oleh dirinya dan makhluk bernama Jonathan Northan.


Hingga pada akhirnya, Haikal berusaha tersenyum, berjalan mendekatinya.


"Lama tidak bertemu," ucapnya.


Nathan menoleh ke arah asal suara, Haikal berada disana. Mimpi itu masih teringat jelas di fikirannya. Kala Haikal datang dengan stelan tuxedonya, mengangkat tubuh Hana.


"Nathan dia siapa!?" Dicky mengenyitkan keningnya, matanya menelisik, stelan jas murah tidak bermerek yang dipakai Haikal. Bukan dari kalangan atas, namun mengenal Nathan?


"Bukan siapa-siapa..." Nathan tidak menanggapi meminum sedikit koktail di mejanya terlihat tenang.


"Pabrik madu..." cibir Haikal hendak berlalu pergi, tertawa kecil.


"Tunggu, jangan katakan pada..." kata-kata Nathan terhenti, Haikal berbalik kembali berjalan mendekati mereka.


Apa yang dikatakan Gio mungkin benar, tidak ada ketulusan dalam diri Jono. Dirinya berbuat kesalahan, namun hanya dengan status sebagai kekasih, dan orang ini? Bahkan melakukan kesalahan yang lebih buruk dengan status sebagai suami.


Yang akan dilakukan Haikal? Tidak ada, dirinya hanya mantan kekasih, tidak akan terlibat dengan segala hal yang terjadi. Hanya menunggu yang dapat dilakukannya, menguatkan Hana kala wanita itu sudah tidak mampu bertahan lagi.


Nathan tertunduk, bagaimana jika Haikal mengadu dan Hana salah paham? Hatinya terasa perih tidak ingin mimpi buruknya menjadi kenyataan.


Segalanya ditepisnya, salah paham? Bagaimana bisa dikatakan salah paham? Semua memang benar adanya.


"Ayo kita ke club..." ucap Angel mulai bangkit.


"Aku tidak berselera, kalian pergi saja," Nathan menghabiskan minumannya. Duduk menatap hiruk-pikuk kolam renang dengan fikirannya entah melayang kemana.


Haikal? Itulah yang ada difikirkannya, menatap pemuda itu bagaikan kamera CCTV bergerak. Sedangkan Dirga adalah security yang menonton di ruang keamanan. Sementara Hana, sendiri... Hana... istri yang tidak dicintainya.


"Nathan ayo..." Angel berbisik di lehernya, merangkul bahunya mesra.

__ADS_1


Kamera CCTV berjalan itu melirik lagi, menatap tajam. Dengan cepat Nathan menepis tangan Angel.


"Kalian pergi berdua saja..." ucapnya kembali.


"Ayolah, banyak teman-teman Angel disana," bujuk Dicky.


"Maaf aku menemui teman-temanku sebentar," Angel mulai bangkit berjalan menuju para model yang baru datang. Cium pipi kanan pipi kiri, kemudian saling bercengkrama.


Dicky menghela napas kasar,"Omong-ngomong pria tadi siapa? Berani-beraninya dia mengancammu, besok akan aku kirimkan orang untuk memeriksa latar belakangnya. Kelihatannya dari kalangan menengah, aku akan membalas dendam untukmu, mengeluarkannya dari pekerjaannya..." ucapnya tersenyum, hendak menghibur sahabatnya yang terlihat pucat, masih menatap ke satu arah.


"Jangan!! Jangan membuatnya dipecat!!" ucap Nathan cepat.


Membuat Haikal dipecat, berarti dia akan kembali ke klinik yang akan dibuka ayah (Dirga). Berada lebih dekat dengan Hana, mereka berselingkuh. Lalu Haikal akan menggantikan posisiku... batinnya.


Khayalan tingkat tingginya kembali berkembang...


Hana dan Haikal ada dalam mobil Jeep milik Dirga. Hingga akhirnya sampai di rumah mereka. Bibir dan kening Hana dikecupnya, kemudian menurunkan kursi roda, meletakkan tubuh Hana diatasnya.


"Kamu memang memang menantu kebanggaan ayah," Dirga datang menyambut Haikal penuh senyuman.


"Ini karena semangat dari Hana yang walaupun sibuk di gudang dan koperasi masih sempat membuatkan bekal tanda cinta untukku," ucapnya tersenyum, kemudian mulai tertawa, diikuti tawa Dirga.


"Sayang aku ingin ke kamar," Hana bermanja-manja.


"Iya... kita akan membuat anak yang banyak. Aku akan membuka segelmu yang masih original..." bisiknya, mengangkat tubuh Hana, ke dalam rumah.


Itulah imajinasi gila seorang Jonathan Northan, menggeleng-gelengkan kepalanya. Mengepalkan tangannya tidak rela ayah dan istrinya dimiliki Haikal. Segel Hana yang bahkan tidak ditembusnya sama sekali.


"Iya! Iya! tidak akan aku lakukan. Omong-omong dia siapa?" tanya Dicky penasaran.


"Orang yang ingin merebut istri dan ayah mertuaku..." jawabnya.


"I... istri?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2