
Kakinya perlahan melangkah mendekati arah asal suara seruling. Seorang wanita duduk di sana, terlihat tersenyum menatap seorang pria tua membawa pedang, melakukan gerakan ringan olahraga Wushu. Hari memang masih terlalu pagi untuk beraktivitas.
Nathan terdiam sesaat menatap wajah wanita yang baru usai memainkan serulingnya. Cantik? Istrinya memang benar-benar cantik, diluar keterbatasannya yang kesulitan untuk berjalan.
Wanita itu tersenyum, menghentikan permainannya menatap sang kakek yang terlihat piawai memainkan pedangnya.
"Aku akan ditebas," gumam Nathan ketakutan mundur selangkah menatap tuan Fu dari jauh. Namun, senyuman cantik istrinya terlihat lagi, pemuda yang mengepalkan tangannya berjalan menuju tempat Hana berada.
Langkahnya terhenti,"Kamu siapa?" kata-kata Fu terdengar.
Nathan sedikit membungkuk."Perkenalkan namaku Jonathan Northan, cucu menantu anda," jawaban dari mulutnya.
Hana yang mendengar suara itu, segera menoleh, tidak mengerti dengan keberadaan makhluk astral ini."Jono?"
"Pengawal," panggil Fu, belum dapat menerima cucunya yang cantik dipermainkan. Sekitar tiga orang pria datang ke sana, mendekatinya.
"Tunggu!! Kami belum bercerai, Hana akan memaafkanku karena terlambat pulang ke desa. Iya kan Hana," pintanya.
Hana masih duduk di kursi taman, menghela napas kasar."Maaf, aku tidak mencintaimu lagi..." jawabnya tersenyum.
Menyakitkan? Tentu saja, untuk pertama kalinya Hana mengatakan tidak mencintai dirinya lagi."Hana, jika ini karena Angel aku dan dia..."
"Menikahlah dengannya dia seorang super model, bukan? Seperti keinginanmu kita akan bercerai. Perasaanmu padaku sebagai saudara, tidak lebih, karena itu aku sudah belajar perasaanku padamu juga sebagai saudara tidak lebih," jawabannya membuat Nathan terdiam sejenak tidak dapat berkata-kata.
Saudara? Jauh-jauh ke Jepang hanya berakhir sebagai saudara. Kata-kata alasannya yang dulu berbalik padanya.
Nathan mulai tertawa, tawa yang terdengar ganjil."Untuk pertama kalinya seorang Jonathan Northan, benar-benar menyukai seorang wanita. Dan wanita itu ingin melarikan diri darinya?"
Hana mengangguk."Pulanglah," itulah satu kata yang membuat Nathan benar-benar terluka. Sifat istrinya benar-benar berubah drastis. Tidak ada Hana yang mencintainya dengan tulus lagi.
Jemari tangannya mengepal, air matanya mengalir dalam senyumannya,"Sejak awal aku mencintaimu. Hanya mencintaimu, maaf tidak menyadarinya. Kali ini aku ingin memperbaiki segalanya. Hana..." panggilnya, berjalan mendekat. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti, bagian kerah jas yang dipakainya ditarik seseorang.
"Kamu menikahi cucu kakek Fu?" suara Shin terdengar.
__ADS_1
Dengan cepat Nathan bergerak melepaskan tangan Shin dari kerah pakaiannya."Hana istriku, memangnya kenapa!? Aku hanya ingin menjemput istriku," ucapnya menatap tajam.
"Dia cucu kakek Fu," tegas Shin.
"Dia istriku, dia yang memaksaku menikah dengannya. Dan sekarang dia yang ingin mencampakkan ku, apa itu adil?" keluh Nathan, tertunduk bagaikan suami teraniaya.
"Aku akan menjual salah satu truk ayahku untuk kompensasi. Anggap saja kamu menjual diri selama setahun..." kata-kata yang keluar dari mulut Hana tidak terbantahkan.
Wajah Fu yang pada awalnya serius, perlahan terlihat menipiskan bibir menahan tawanya. Sedangkan Shin mengalihkan pandangan ke tempat lain berusaha agar tidak tertawa.
Berbeda dengan Kelvin yang lengannya masih dipegang dua orang pengawal, pemuda itu tertawa lepas tidak ingin menahan dirinya,"Pria bayaran! Gigolo saja walaupun satu malam ditiduri! Kamu disewa satu tahun tapi masih perjaka!"
Gelak tawa Kelvin sambil menitikkan air matanya, terlalu konyol menurutnya.
"Kelvin, kamu tidak memikirkan nasibmu jika Joseph tidak melindungimu lagi?" tanya Nathan membuat Kelvin seketika berusaha keras agar berhenti tertawa.
"Hana, aku mencintaimu, kamu tidak mempercayaiku?" tanyanya lagi mengundang simpati, wanita yang selalu menang berdebat melawannya.
Menghadapi Nathan yang aneh, maka Hana harus berprilaku aneh juga,"Aku hanya memercayai Tuhan. Tidak mempercayaimu, maaf..."
"Shin kemari!" pinta Hana. Pemuda itu menurut berjalan mendekatinya,"Angkat aku, aku ingin ke kamar,"
Shin mengenyitkan keningnya, Hana bisa berjalan, kenapa ingin tubuhnya diangkat? Pemuda itu hanya menghela napas kasar menuruti perintah anehnya. Tangan Hana mengalung di leher Shin, mengangkatnya ala bridal style.
Jemari tangan Nathan mengepal, dadanya terasa perih bagaikan ditikam berkali-kali. Bukan hanya Dirga yang ingin menggantikannya. Tapi juga Hana, ini sulit, untuk bisa diterima olehnya.
Lengan Kelvin dilepaskan, dua orang pengawal yang memegangnya, mereka mulai berjalan mengikuti Shin. Dengan cepat Kelvin mendekati majikannya, menghela napas kasar.
"Mereka akan melakukannya, lihat saja betapa bagus bentuk tubuh Shin yang tidak kalah denganmu. Mengangkat cucu kandung dari pria yang mengadopsinya. Membaringkannya di atas tempat tidur, jiwa muda yang menggelora, jubah mandi yang terlepas. Membuat istrimu yang tidak pernah melihat tubuhmu menelan ludah menatap tubuh Shin," jelasnya menambahkan minyak ke dalam api.
"Hana tidak mungkin mau, dia ..." kata-kata Nathan disela.
"Ini Jepang, bahkan hubungan di luar nikah antara siswa SMU itu biasa. Apa lagi sepasang muda-mudi yang tinggal satu atap," jawab Kelvin menepuk bahu Nathan.
__ADS_1
Fu berjalan melewati Nathan, sedikit melirik kemudian tersenyum,"Aku berharap mereka bisa bersama..." ucapnya.
Menyerah? Tidak akan, seorang Jonatan Northan tidak akan menyerahkan walaupun istrinya sempat ditiduri sekalipun."Ayo kembali ke hotel..." ucapnya, memikirkan rencana lain.
***
Sementara, setelah cukup jauh, Shin menurunkan Hana. Menatap wanita itu yang tertunduk berusaha tersenyum."Kamu masih menyukainya?"
Hana menggeleng, menghela napas kasar."Kamu masih menyukai mantan istrimu?"
Shin mengangguk."Aku masih menyukainya, tapi dia menyerah untuk menyukaiku. Jika difikirkan lagi, sudah banyak kesempatan yang diberikannya. Hingga dia memutuskan meninggalkan rumah, berselingkuh dengan pengawal pribadi yang aku sewa untuk menjaganya,"
"Apa kamu tidak ingin memberi pria kotor itu kesempatan?" lanjutnya.
Hana menggeleng, berusaha tersenyum,"Dia tidak benar-benar mencintaiku. Aku melihatnya sendiri, dia masuk ke kamar yang sama dengan wanita lain,"
Shin berjalan menuju lemari pendingin, mengambil dua kaleng minuman kesehatan, salah satunya untuk Hana dan satunya lagi untuk dirinya sendiri."Kakek ingin menjodohkan kita, agar kamu tinggal disini,"
"Aku tau, bagaimana kalau kita menikah saja, setelah aku resmi bercerai," candaan Hana tersenyum.
"Aku adalah anak angkat kakek, aku adalah kakakmu! Tidak akan menikahimu, hanya menjagamu saja," Shin menghela napas tersenyum padanya.
***
Sinar bulan terasa hangat, wajah itu terdiam sejenak kemudian tersenyum. Hamparan bunga snow drop, terlihat di bawah balkon kamarnya.
Beberapa hal ada dalam fikirannya, Jono ada disini, apa sebaiknya dirinya pulang ke desa lebih awal saja? Entahlah...
Wanita tanpa kewaspadaan yang cukup, tidak menyadari, seorang pelayan mengendap-endap masuk ke kamarnya. Saklar lampu dimatikan sang pelayan."Siapa!?" teriak Hana.
Namun tidak ada satupun jawaban, Hana yang ketakutan, mulai berjalan mendekati pintu kamarnya. Tapi dipertengahan jalan, mulutnya dibekap oleh tangan seorang pria.
"Aku Jono, Jonathan Northan, suamimu..."
__ADS_1
Bersambung