
Tidak ada pembicaraan apapun lagi malam itu, Hana telah tertidur lelap. Sedangkan Jono tidak sama sekali, wajah itu ditatapnya, istri yang benar-benar cantik. Namun, dirinya tidak mencintai Hana, hanya sebagai sahabat? Saudara? Mungkin itulah perasaannya.
Namun perasaan sakit yang terlalu dalam, menyadari esok dirinya tidak akan menatap wajah itu lagi. Kecuali di pengadilan, saat perceraian mereka nanti.
Tidak ikut di truk yang biasanya dikemudian pak Kirjo. Dirinya dan Kelvin pergi menggunakan bis. Hana tidak ikut mengantarnya entah kenapa.
Hingga, Kelvin menghela napas kasar sebelum bis benar-benar melaju. Melakukan usaha terakhirnya untuk dapat membuat si kucing cantik berada di garasinya.
"Nathan, Angel sudah kembali beberapa bulan yang lalu, sebelum kolam ikan dibuka..." ucapnya menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
"Angel? Kenapa kamu tidak mengatakannya. Jika tau maka..." kata-katanya terpotong.
"Saat bis melaju meninggalkan tempat ini, aku harus kembali memanggilmu tuan, bukan Jono lagi. Saat bis melaju maka kamu akan mulai mengurus perceraian, membuang Hana ke tempat sampah, mengingatnya sebagai bahan lelucon atau masa lalu yang kelam..."
"Ini hanya nasehat dariku, mengenang masa lalu akan terasa lebih indah dari masa kini. Begitu juga saat kamu mengenang saat-saat kebersamaanmu dengan Angel, menjadi presiden direktur angkuh yang memecat karyawan tanpa pandang bulu. Pergi ke club'malam menunjukkan betapa berkuasa dan pintarnya dirimu,"
"Tapi, saat kita kembali lagi ke kota, kehidupanmu bersama Hana, bagaimana kalian bertemu dan menikah, semua juga akan menjadi masa lalu. Saat itulah kamu mengetahui masa lalu mana yang membuatmu lebih bahagia. Tapi tidak ada jalan kembali ke masa lalu setelahnya..." ucapnya, masih menatap ke arah depan enggan melihat pada majikannya.
"Tumben kamu seperti ahli ilmu sastra," ucap Nathan tertawa kecil,"Aku tidak akan menyesal, kehidupan di desa tanpa daging sapi Wagyu, tanpa anggur, harus berpanas-panasan untuk mencari uang, istri cacat si tukang atur. Berbanding terbalik dengan kehidupanku yang dulu, memiliki rumah, kolam renang pribadi, dengan banyak wanita yang mengejarku..."
"Lalu yang mana lebih bahagia?" tanyanya.
"Tentu saja kehidupanku saat di kota..." jawaban dari mulut Nathan dengan hati yang terasa berat.
"Aku menyerah! Aku akan tidur, tapi jika kamu ingin kembali ke desa jangan mengajakku! Pekerja juragan Dirga badannya besar-besar! Ditambah dengan warga sana yang lebih menghormatinya dari pada kepala desa, dia bagaikan kaisar yang memiliki kerajaan sendiri. Memiliki para pengawal setia, sedikit saja namanya dijelekkan, ibu-ibu akan menjambak dan mengambilkan sapu untuk pelakunya. Anak-anak menganggap Dirga sebagai tokoh idola seperti superman,"
"Jadi sekali kamu meninggalkan desa itu untuk berpisah dari Hana. Maka tidak ada jalan untuk kembali...," lanjutnya.
"Kamu takut pada ayah?" tanya Nathan tertawa.
"Ayah? Kamu diperlakukan seperti putranya karena Hana menikah denganmu. Saat kamu pergi dan bercerai nanti, akan ada pria lain yang menggatikanmu posisimu. Akan ada pria lain yang dianggap anak olehnya. Kamu akan kehilangan istri dan ayah mertuamu, begitu bis ini pergi..." gumam Kelvin, mulai memejamkan mata.
"Aku tidak peduli..." Jono menatap ke arah jendela, semua yang terjadi selama tiga tahun ini adalah masa lalu yang kelam baginya. Semua akan terlupakan bagaikan serpihan debu.
__ADS_1
Namun, tanpa diduga air matanya mengalir dengan sendirinya. Hatinya bertentangan dengan fikirannya. Selama tiga tahun dirinya mengenal Hana, wanita yang selalu mengalahkannya.
Hatinya bagaikan ingin menangisi wanita yang dicintainya. Namun fikirannya, berbeda mengingat gemerlapnya kehidupan perkotaan, Hana hanyalah sebuah rantai pengikat baginya.
***
"Kamu tidak menahannya?" tanya Dirga pada putrinya yang tengah berada di koperasi.
Hana menggeleng,"Jika aku tahan, dia akan mencari jalan untuk melarikan diri. Lebih baik ini diakhiri saja..."
Pria paruh baya itu menghela napas kasar,"Sebulan setelah kepergiannya, kamu bisa mengajukan surat perceraian. Dengan alasan tidak pernah mendapatkan nafkah..."
Hana kembali menggeleng,"Satu bulan lagi, aku akan pergi ke kota untuk menemuinya secara langsung,"
"Ayah tau, sebagai seorang wanita aku dapat menerima jika suamiku tidak berguna, dapat menjaga seorang suami pemabuk, tapi tidak dapat menerima jika memiliki suami yang mencintai wanita lain..." lanjutnya.
"Kamu akan tetap menunggunya?" Dirga mengenyitkan keningnya tidak mengerti.
"Tidak, aku akan pergi ke kota, menyaksikan sendiri dia sudah bahagia dengan wanita lain. Agar aku dapat meyakinkan diriku untuk pergi..." jawabnya.
***
"Kakak..." Nathan merentangkan tangannya hendak memeluknya. Dengan cepat Joseph mengeluarkan semprotan anti kuman, memakai masker.
"Mandilah yang bersih!! Jangan menyentuhku dulu!!" perintahnya, dengan mata menelisik,"Dimana istrimu? Aku ingin memberitahunya peraturan di rumah ini,"
"Istri? Kakak tau? Kelvin kamu memberitahunya!?" bentaknya.
"Maaf tuan..." seketika prilaku dan sikap Kelvin berubah, menunduk sebagai sekretaris profesional.
"Jangan memarahinya, yang terpenting dimana adik iparku? Apa dia pernah tidur dengan pria lain selain kamu? Dia harus tau dengan aturan di rumah ini..." ucap Joseph, tidak ingin ada kesalahan sama sekali.
"Dia hanya gadis desa cacat, tidak penting. Setelah ini aku akan bercerai. Lagipula Angel sudah pulang," ucapnya berjalan masuk, kemudian membuka tasnya menunjukkan uang dengan jumlah 100 juta rupiah pada sang kakak.
__ADS_1
"Kamu akan menikah dengan Angel? Jangan coba-coba tinggal disini!! Beli rumah kalian sendiri!! Aku tidak ingin tertular penyakit olehnya..." Joseph berdidik ngeri.
Namun Nathan tiba-tiba tersenyum,"Kakak ingat perjanjian kita, setelah ini kakak harus menikah," ucapnya tersenyum menyeringai.
"Ta...tapi aku tidak punya pacar. Lagipula dimana ada wanita yang wajahnya sesuai dengan standarku tapi masih tidak tersentuh pria lain," alasan Joseph masih tidak ingin jika harus berbagi kamar dengan wanita. Apalagi jika harus berbagi keringat, berbagi liur, hingga akhirnya menyatukan tubuh.
Menyatukan tubuh? Wanita yang sudah disentuh pria lain? Tidak, Joseph tidak ingin menyentuh wanita yang pernah ditiduri pria lain.
"Tapi perjanjian, tetap perjanjian!! Sudah tiga setengah tahun, aku menjadi orang miskin!! Hanya untuk sebuah taruhan!! Karena itu menikahlah!!" bentaknya.
"Apa istrimu cantik?" Joseph mengenyitkan keningnya, tersenyum.
"Lumayan dia keturunan Indo-Jepang..." jawaban dari mulut Nathan.
"Kamu pernah menidurinya? Maaf, aku ganti pertanyaannya, apa dia masih perawan?" tanyanya.
"Kami hanya tidur satu ranjang, aku hanya pernah menciumnya beberapa kali. Tapi untuk melakukan hubungan suami-isteri tidak. Aku tidak ingin merasa bersalah ketika bercerai nanti," Nathan menghela napas kasar."Memangnya kenapa?"
"Aku akan menikahinya saja, setelah kalian resmi bercerai.." Joseph tersenyum tanpa dosa.
"Tidak boleh! Hana dia terlalu pintar, bagaimana jika dia hanya ingin merebut harta kakak!!" teriak Nathan sengit.
"Harta suami adalah harta istri. Lagipula dia juga bukan kalangan tidak mampu..." Joseph kembali tersenyum.
"Tetap tidak boleh!!" bentaknya, mengambil ranselnya berjalan menuju lantai dua.
Sesaat kemudian, Joseph tertawa kencang,"Dia benar-benar mencintai istrinya!! Sementara waktu aku dapat mengulur waktu dengan menggunakan nama istrinya," gumamnya, menghentikan tawa.
Sejenak jemari tangannya mengepal, namun wajahnya tersenyum,"Kelvin, apa Nathan akan menceraikan istrinya?"
"Sepertinya..." jawaban dari mulut Kelvin.
"Membiarkan Angel masuk ke rumahku? Tidak akan pernah..."
__ADS_1
Bersambung