
Mobil mulai terhenti di gudang milik Dirga. Kali ini Joseph berpihak padanya tidak perlu ada yang dikhawatirkannya. Berjalan masih dengan paperbag berisikan perhiasan, beberapa hadiah bernilai tinggi termasuk sebuah mobil untuk Hana nanti.
Joseph berjalan di depan, menatap Krijo yang bergerak mendekati mereka. Tepatnya mendekati adiknya,"Jono!! Dasar tidak tau malu, kamu..."
"Aku kakaknya Joseph, sebelumnya aku ingin minta maaf, atas apapun yang dilakukan adikku. Tapi disini, kalian juga salah, palu pengadilan belum diketuk, Hana masih berstatus istri seorang Jonathan Northan,"
"Kemanapun Hana pergi tanpa sepengetahuan adikku, akan merusak nama baik keluargaku. Dimana etika kalian!?" ucapnya membentak, membuat Kirjo tidak dapat berkata-kata,"Ambilkan kursi!!" perintahnya pada para pengawalnya.
Joseph mulai duduk, dengan tenang disamping adiknya. Sedangkan Kirjo tidak menyerah mulai mendekat,"Jono saat itu berselingkuh!! Aku melihatnya sendiri dua orang mabuk masuk ke dalam kamar yang sama, bahkan kamu sendiri yang memberikan perintah,"
Wajah menyebalkan itu terlihat tersenyum lagi, berucap dengan nada meremehkan,"Apa ada bukti? Kalian punya rekaman adegan ranjang adikku. Tapi aku memiliki bukti nyata, Hana pergi dari desa ini tanpa ijin dari adikku dengan pria lain..."
Kirjo mengepalkan tangannya, menghela napasnya."Pergi..." ucapnya dengan nada dingin.
"Kalian ingin memukul kami, ada hukum negara, jangan lupa. Ingin aku penjarakan!?" tanya Joseph.
Kirjo, mulai menghubungi juragannya agar segera datang. Mengepalkan tangannya ingin rasanya memukul mulut berbisa, pemuda rupawan yang menggunakan sarung tangan itu.
"Sengkuni," cibir Kelvin yang berdiri sedikit jauh dari jauh. Didekat Krijo yang baru usai menghubungi Dirga.
"Sengkuni? Dia siapa!?" tanya Kirjo.
"Pak Kirjo hanya pernah sekali bertemu dengannya, jadi mungkin tidak tau, dia adalah Joseph Northan. Terlihat lemah, tapi memiliki mulut yang berbisa, pandai mengatur strategi dan mengadu domba. Dia adalah kakak kandung Jonathan Northan," jawabnya, menatap orang yang paling sulit ditaklukkan.
"Kenapa kamu tidak ada didekat mereka!?" Kirjo mengenyitkan keningnya.
"Aku masih mempunyai dendam pribadi pada Nathan," jawabnya, menatap Sengkuni yang melindungi Duryudana dalam memperebutkan Hana. Maaf salah, maksudnya menatap Joseph yang melindungi Nathan dalam memperebutkan Hana.
Kirjo terdiam sejenak, sulit membayangkan pemuda rupawan anti kuman itu ternyata memiliki mulut berbisa. Jemari tangannya bergerak cepat, hendak kembali menghubungi Dirga agar tidak ke gudang. Sebelum juragannya memberikan informasi alamat keberadaan Hana di Jepang.
__ADS_1
Namun terlambat, pria paruh baya berpakaian koboi itu telah turun dari mobil Jeep-nya. Memakai sepatu boot, merapikan arah topinya, menunjukkan kharismanya, berjalan duduk berhadapan dengan Joseph dan Nathan.
Pekerja gudang mulai membuatkan kopi hangat untuk juragannya."Buatkan untuk mereka! Walaupun kita orang desa, kita menjamu tamu dengan sopan!" perintahnya.
"Kakak, kenapa kamu tadi mengatakan Hana tidak ada disini?" bisik Nathan pada Joseph.
"Diam! Dan dengarkan," hanya itulah instruksi dari Joseph.
"Kelihatannya, anda cukup beradab, perkenalkan namaku Joseph," ucapnya bangkit sedikit tertunduk, tersenyum pada Dirga.
"Apa tujuan kalian kemari?" tanya Dirga, mulai menyesap kopi miliknya.
"Ingin menjemput Hana, adik iparku," jawaban dari mulut Joseph.
"Jono atau aku bisa aku panggil Jonathan Northan, berselingkuh, tidak pernah mencintai putriku. Dari awal pernikahan mereka, aku tau ini adalah kesalahan. Jadi sudah sepatutnya diakhiri..." Dirga tersenyum, menatap tidak suka pada kedua pemuda di hadapannya.
Dirga mengenyitkan keningnya, kenapa situasi bisa seperti ini? Bukankah seharusnya Jono yang salah.
"Nathan berselingkuh!! Kirjo dan Hana sendiri yang melihatnya," ucap Dirga mengepalkan tangannya tidak terima.
"Pria dan wanita tidur dalam satu kamar belum tentu berselingkuh, kecuali ada rekamannya, atau mereka tertangkap basah tanpa sehelai benangpun di tempat tidur. Jika sama dengan logika kalian, pria dan wanita dalam satu ruangan berselingkuh, bagaimana dengan pengungsi korban banjir yang tidur di gelanggang olah raga. Mereka berselingkuh secara masal, begitu?" tanyanya tersenyum, tenang.
"Dia hebat, dalam artian buruk..." Krijo tertegun, mungkin benar, apa yang dikatakan Kelvin, wajah saja yang seperti selebriti. Tapi jika berdebat bagaikan Sengkuni, pandai memutar balikkan fakta, yang benar menjadi kesalahan. Sesuatu yang salah menjadi kebenaran.
"Benarkan!? Sekali mulut berbisa Joseph yang bicara, tidak akan ada yang dapat mengelaknya. Kamu tau Jonathan dan Joseph? Mereka seperti koin dengan sisi yang berbeda. Saling melindungi, memiliki kemampuan dan kelemahan masing-masing, mengerikan jika sudah bergerak bersama. Karena itulah mereka tidak pernah memisahkan perusahaan mereka," gumamnya.
"Kakaknya picik, lalu apa keahlian Nathan?" Kirjo mengenyitkan keningnya. Tidak pernah rasannya, melihat kelebihan pemuda itu.
"Nathan selain pandai dalam menjalankan perusahaan. Memiliki ijin kepemilikan senjata api, pandai beladiri, berdarah dingin, menjalankan bisnisnya dengan tangan besi. Selama ini dia menahan diri, tetap tersenyum dengan tingkah luarnya yang memang konyol. Bisa aku katakan, dia tunduk karena harus terjebak dengan status sosial terbawah. Takut jika terlibat masalah hukum tidak memiliki kekuasaan dan status sosial untuk menyelesaikannya," jawab Kelvin, menghela napas kasar.
__ADS_1
Sulit difikirkan bukan? Seorang presiden direktur yang memiliki tenaga untuk mencangkul dan mengolah lahan. Sering berlatih bela diri yang membuat staminanya berbeda.
***
Dirga menghela napas kasar,"Karena itu dalam gugatan, tidak ada istilah perselingkuhan. Tapi karena ketidak cocokan,"
"Nathan, apa kamu pernah bertengkar dengan Hana?" tanya Joseph, dengan cepat Nathan menggeleng.
"Tidak pernah," ucapnya.
"Tidak ada alasan mereka bercerai, kenapa memaksa mereka untuk bercerai?" Joseph kembali tersenyum tenang.
"Aku tetap tidak akan membiarkan mereka bertemu. Jono sudah menyakiti hati putriku!!" tegas Dirga mengepalkan tangannya.
"Kami harus bertemu dengan Hana, seorang wanita bersuami, pergi ke Jepang dengan pria lain. Berselingkuh? Mungkin itulah yang terjadi," kata-kata memojokkan keluar dari mulut Joseph.
"Jadi berikan alamatnya, jika tidak aku sendiri yang akan bertindak, mengerahkan semua kekuasaan dan koneksiku. Karena Hana masih menjadi bagian dari anggota keluargaku..." lanjutnya.
Dirga menatap tajam pada mereka, tapi diluar dugaan...
"Kakak hentikan, Hana tidak mungkin berselingkuh..." suara Nathan terdengar bergetar, mengepalkan tangannya, tiba-tiba berlutut di hadapan Dirga.
"Ayah, maaf selama ini sudah menyakiti putrimu. Aku tidak tau, dan tidak peduli padanya. Maaf..." Nathan kembali tertunduk.
"Nathan, ayo bangun!! Kakak akan memastikan perekonomian desa ini akan terpuruk jika istrimu..." kata-kata Joseph terhenti, Nathan menggeleng.
"Ayah, tolong ijinkan aku bertemu dengan Hana. Aku sudah mencintainya, aku akan melakukan apapun, termasuk tinggal selamanya disini. Menjadi pekerja gudang tanpa digaji, hanya untuk tetap menjadi suaminya. Hana, aku merindukannya..." ucapnya dalam tangisan, mengetahui istrinya telah pergi jauh, menurunkan harga dirinya serendah mungkin.
Bersambung
__ADS_1