Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```berhutang```


__ADS_3

Alvi sedang menunggu di depan.


entah siapa yang di tunggu Alvi.


Alvi celingak celinguk, memantau seseorang dari dalam mobil.


Alvi menunggu di depan apartemen no 7 , menunggu seseorang lewat.


“tidak mungkin kalau Dean ke suatu tempat tanpa mengabari ku, sedangkan Dean dari tadi bersama 2 pria misterius itu.”


“dan sekarang Dean belum pulang juga, pasti ada terjadi sesuatu.”


“aku harus menguji nya, dimana dia menyembunyikan Dean.”


Alvi mencurigai Nathan dan Rangga, karena Dean tidak ada kabar sampai sekarang.


Rangga keluar, membawa sebuah tas di tangan kanannya.


masuk kedalam mobil, setelah itu langsung pergi.


“nah itu dia, kali ini kau akan kutangkap basah, meskipun kau tetanggaku. kau sudah mengusik keluarga ku, aku tidak bisa diam saja.”


Alvi menunggu mobil Rangga lewat.


setelah Rangga lewat, Alvi mengikuti dari belakang.


“kau dan dia pasti sedang menyembunyikan Dean,”Alvi benar benar khawatir sekarang karena Dean benar benar tidak ada kabar.


“entah kenapa kalian mengangu kami, ”Alvi makin cemas.


cermat, teliti dan tajam dialah Rangga.


Rangga sudah sadar.


“sepertinya mobil itu mengikuti ku,” Rangga melihat dari kaca spion.


“sejak kapan dia mengikuti ku, ”Rangga sedang berpikir.


“apa mungkin setelah keluar dari apartemen tadi, ” Rangga sedang mengamati keadaan.


“apa yang sedang di incar, ”Rangga mulai serius.


“sudah lama tidak ada orang yang bermain dengan ku”


“ah, sudah lah, kalau dia benar sedang mengintai ku, dia pasti akan terus mengikuti.”


Rangga tidak bergeming maupun takut.


“sebenarnya dia mau kemana,” Alvi bingung dan kesal.


“cih, apa dia sudah sadar kalau aku terus mengikuti nya.”


“dia bukan orang bodoh, setidaknya dia tidak mengetahui siapa aku,” Alvi mengganti mobil nya agar Rangga tidak mengetahui kalau Alvi lah yang sedang menyelidiki tentang nya.


“sekarang dia mau kemana,” Alvi semakin penasaran dengan gerak gerik Rangga.


Rangga memasuki kota, memutari kota sekali.


“hah,,, ternyata dia memang sedang mengikuti ku, sudah lah aku tidak punya waktu bermain.”


“kenapa dia berputar putar dari tadi, apa jangan jangan.”


“sialan kau, dasar Alvi bodoh, dia pasti sengaja mempermainkan ku agar terus mengikuti nya.”


“apa yang harus aku lakukan sekarang.”


Rangga berhenti di sebuah tempat, tempat yang ramai. namun sedikit berbeda dari tempat lain.

__ADS_1


“satu, dua, tiga, lima, lantai.”


Alvi berhenti di sebuah bangunan 5 lantai.


“apa ini hotel, tapi tidak mungkin,” Alvi belum pernah melihat hotel ini sebelum nya.


“aneh ini bukan hotel, apa jangan-jangan ini bar, tidak ada tulisan ada informasi sesuatu di depan bangunan 5 lantai itu.”


“glek,” Alvi menelan ludahnya sendiri.


Alvi melihat beberapa wanita seksi datang bersama pria.


“astaga, aku tidak berani masuk kesana.”


Alvi pernah mendengar bar terbesar di kota tersebut hanya orang tertentu yang dapat masuk kesana.


“didalam sana banyak hal yang terjadi, yang tentunya tidak akan ada yang menggangu, sekalipun itu pihak berwajib.”


“apa mungkin Dean ada di dalam sana.”


“apa yang terjadi dengan Dean,” Alvi mulai gelisah sekarang.


“apa yang harus aku lakukan, satu pun orang tidak kukenal disana, jika terjadi sesuatu kepada ku tidak akan ada yang membantu.”


Alvi mulai memikir mikir apa yang akan dia lakukan.


“huh, apa dia tidak berani masuk ke sini.”


Rangga terus melanjutkan urusan nya sendiri.


“haduh. apa yang harus aku lakukan,” Alvi mengigit ujung telunjuk nya.


Dean pasti ada di dalam sana.


“sudah lah aku harus segera bertindak, ”menarik nafas dalam dalam, Alvi langsung keluar setelah memarkir mobil nya.


****


Nathan ingin pulang, tetapi ada telpon penting yang harus dia angkat.


”hah...”Natan menghela nafas.


“huk, huk, huk, ”Dean terbatuk, terbangun dari tidur nya.


“apa dia sudah bangun,” mendengar suara Dean.


Nathan tidak jadi keluar.


“arhhh, kepala ku masih pusing, Dean mencoba mengumpulkan kesadaran nya.


membuka mata melihat sekeliling.


“dimana ini,” Dean heran melihat tempatnya yang berbeda.


setelah tenaga nya terkumpul.


“apa..! apa aku sedang ada dirumah sakit, apa yang terjadi.” Dean bingung.


Dean masih mengingat kalau terakhir dia sedang di halte dan ada Nathan dan Rangga.


“cih , apa kau sudah bangun,” sebenarnya Nathan sangat malas meladeni hal seperti ini, namun salah nya sendiri yang sudah melibatkan diri nya.


“deg, ”Dean kaget mendengar suara Nathan tiba tiba.


“ *tuan muda, ”Dean memutar wajah nya melihat ke arah Nathan.


“kenapa dia bisa ada disini,” Dean kaget bercampur bingung*.

__ADS_1


“aku punya urusan lain, aku tidak punya waktu menunggu mu disini,” Nathan berdiri ingin keluar.


“apa yang terjadi.


“maaf tuan apa yang telah terjadi.”


“kau mau tau apa yang terjadi,” Nathan mengintimidasi Dean.


“kau pingsan tiba-tiba, dan sekarang kau merepotkan ku, kau pikir aku ini siapa harus menunggu mu bangun dari tadi,” Nathan mulai geram.


Dean mencoba memutar memori otaknya.


Dean sudah tau apa yang terjadi.


“apa, jadi aku ditolong olehnya.


aku pingsan, kenapa aku bisa tumbang disaat yang tidak pas.”


“maaf tuan sudah merepotkan anda,” Dean mencoba bangun.


“diam dan tidur, disana minum obat besok kau kembali masuk kerja.”


“glek, apa ini siksaan, baru saja bangun aku sudah tersiksa, jika begini aku lebih baik kembali pingsan.” Dean merasakan tidak lama lagi hidup nya tidak akan bahagia.


Nathan masih berdiri memandang tajam kearah Dean.


Dean tidak berani menatap ke arah Nathan.


“kau berutang dengan ku sekarang, Nathan sedang memutar otak nya.


“apa yang harus aku lakukan, sepertinya dia bisa di manfaatkan,” entah ide apa yang keluar dari Nathan.


Nathan duduk di samping Dean.


“lah lah, kenapa dia duduk disini, kalau ingin pergi ya udah sana jauh jauh.’ Dean merasakan firasat yang sangat buruk.


“kau tau hari ini aku telah menolong mu, jika kau tergeletak di samping jalan entah apa yang sudah terjadi saat kau bangun, kita tidak bisa menebak apa yang bisa terjadi.”


“dan aku telah menyelamatkan mu.”


Dean berkeringat , dapat merasakan tatapan dingin dari Nathan serasa sedang ingin menerkam.


“dag, dug, dag, dug,” jantung Dean memompa 3 kali lebih cepat.


“jantung ku akan copot jika dia terus mendekat,” baru kali ini Dean sangat dekat melihat wajah Nathan.


“kau tau apa yang kumaskud,” tatapan tajam seperti ingin membunuh.


jantung Dean ingin meledak, keringat kaluar dari dahinya.


“ti...tidak,” Dean melihat kearah lain tidak berani memandang ke arah Nathan.


“hari ini kau punya utang dengan ku, dan kau harus siap siap saat kutagih nanti.”


“aku sangat benci orang yang tidak menepati janji, seseorang yang berani berutang dengan ku tapi dia tidak membayar nya dengan sepadan.”


”dia akan kubuat menderita.”


“dan kau jangan coba-coba lari sekarang, atau kau akan kubuat menderita.”


Nathan langsung berdiri dan keluar.


setelah keluar dari kamar tersebut, Dean harus segera memeriksa jantung ke dokter.


Dean hampir pingsan sekali lagi.


Dean syok, dan terus menelan ludahnya.

__ADS_1


“hah...apa yang terjadi,” Dean terpukul.


sementara Rangga ada sesuatu yang penting yang harus dia selesaikan, sehingga Nathan sendiri yang memilih untuk menemani Dean sampai wanita itu sadar.


__ADS_2