Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```kontrak part 2```


__ADS_3

“cih apa apaan dia ini, dia memaksaku untuk melakukan kontrak, dia pikir dirinya siapa.”


Dean meletakkan kontrak dengan kasar, Dean tidak bisa marah selain di belakang Nathan.


“cih,” Dean mengingat sesuatu.


“waktu mu 2 × 24 jam, di hotel xxx, malam itu kita bertemu dan kau sudah menandatangani kontrak tersebut.”


sekarang ancaman dari Nathan terus terngiang di kepala Dean.


“aku harus bagaimana, meskipun aku tidak menandatangani kontrak ini , dia pasti akan melakukan cara apa pun agar aku menjalin kontrak.”


“arh, sepertinya tahun depan aku harus resign,” Dean stress sekarang.


Dean melihat kertas tersebut.


“apa yang mereka inginkan sih, tampilan ku saja yang begini, kenapa dia ingin mengontrak ku sebagai kekasih nya.”


“dasar pria gila ,” antara kesal dan cemas bercampur.


Dean duduk dengan tenang.


“dia ingin kalau aku menjadi kekasih nya, terus dia tidak mengatakan apa yang harus aku lakukan.”


“jika aku gegabah, apapun yang ingin kulakukan harus izin terlebih dahulu, ini gila tidak masuk akal.”


“jika aku melanggar, aku akan menerima sanksi.”


”sebenarnya apa yang dia rencanakan.”


“ya benar, mereka adalah orang kaya, mereka akan melakukan segala cara agar keinginan mereka terpenuhi.”


“aku harus segera bertemu dengan Alvi,” Dean dengan cepat menyelesaikan beberapa bagiannya.


setelah semuanya selesai.


“arh, sudah sore,” Dean berkemas kemudian pulang.


memasukkan berkas tersebut kedalam tas nya.


seperti biasanya, Dean memakai jaket, terbalik menutupi tubuhnya dari depan, dengan motor metic tersebut Dean kemana saja pergi.


meskipun Dean bisa menyetir, dan bisa membeli mobil, Dean lebih memilih memakai motor.


“huem, apa aku kerestoran Alvi dulu,” pikir Dean.


“ga usah deh,” Dean masih berbicara dengan dirinya sendiri.


malam ini ada hal penting yang harus Dean bicarakan dengan Alvi.


****************


“dasar wanita rendahan, kau liat saja,” Nathan sangat kesal hari ini dengan jawaban dari Dean.


“apapun yang terjadi, dia harus ku beri pelajaran, aku tidak mau kalau dia tidak menandatangani kontrak tersebut, kau pikirkan bagiamana pun caranya.”


“baik tuan,” hanya itu jawaban dari Rangga.


hari ini kesabaran Nathan mulai habis.


Nathan barus kali ini bertemu dengan orang yang berani membantah dirinya.

__ADS_1


“ayah wanita itu sedang sakit tuan, menurut laporan dia menderita sakit ginjal dan harus segera di operasi.”


Rangga sudah tau seluk beluk dari kehidupan Dean sekarang.


Rangga harus mengetahui secara detail kehidupan Dean.


“huh,” Nathan tertawa kecil.


“segera siapkan ruang VIP kepada dia, segera beri pertolongan terbaik yang ada, panggil dokter terbaik untuk melakukan operasi segera.”


“dan yang paling penting jangan sampai wanita itu tau, bilang saja ke keluarga nya kalau semuanya adalah perbuatan wanita itu.”


“jadi mereka mengira wanita itulah yang telah menyelamatkan nyawa ayahnya.”


“dan aku dapat memaksa nya untuk melakukan kontrak tersebut.”


“aku mau melihat apa yang akan dia lakukan setelah itu.”


Nathan sudah memiliki sebuah rencana.


kekejamannya Nathan baru saja di mulai.


Dean sudah memancing amarah Nathan.


“baik tuan, sepertinya tuan sudah memiliki mainan barunya.”


ada masa lalu Nathan yang tidak ada yang tau selain Rangga.


****************


di kampung halaman Dean.


“huk, huk, huk,”


“ga usah, papah ga papa.”


“sudah sebulan ini penyakit papah kambuh lagi.”


“mamah takut kenapa kenapa dengan ginjal papah.”


“ga perlu, kalau papah masuk rumah sakit, malah tambah rumit masalah nya.”


“apalagi Dean sekarang sedang bekerja, papah tidak mau kalau Dean sampai khawatir.”


“apalagi selama ini Dean yang selalu membiayai kehidupan kita, papah menyesal karena sudah gagal menjadi kepala keluarga yang tidak berguna.”


“gak ko pah, jangan bilang gitu, kak Dean ngelakuin semua ini karena dia sayang kepada kita semua.”


“dan ayah sudah melakukan tugas ayah dengan baik, ayah sudah berusaha dengan keras.”


“kak Dean pasti tau kalau ayah sudah melakukan tugas ayah dengan sempurna.”


“dan juga jangan pikir tentang kami, saat kami lulus nanti, kami juga akan mencari kerja agar dapat membiayai kehidupan mamah dan papah.”


keluarga yang hangat dan harmonis, tetapi sering kali timbul masalah.


Dean anak pertama dan mempunyai beberapa adik.


“kalian jangan beri tau keadaan papah kepada kakak Dean, papah tidak ingin dia khawatir.”


“jika kakak kalian tau kondisi ayah begini, dia pasti akan langsung pulang, papah tidak ingin mengganggu kerja nya.”

__ADS_1


“huem, baik pah,” keluarga kecil tersebut bergantung pada Dean, karena ayah Dean sendiri tidak bisa bekerja sekarang.


****************


“bagaimana menurut mu,” Dean bertanya kepada Alvi.


Alvi masih fokus membaca berkas tersebut.


“ini gila, parah ni orang Dean, sebaiknya lo robek ini kertas.”


“eh eh jangan, sembarangan jadi orang, nyawa gua ada di kontrak ini.”


“lo pikir sendiri, dia ingin lo jadi kekasih nya, terus apapun yang lo lakuin harus seizin dia, dan tentang kehidupan pria itu lo jangan ikut campur.”


“gila, parah nih orang.”


seandainya saja bisa, dari tadi Alvi sudah merobek apa yang dia baca.


“no Dean, dia pikir dirinya siapa, dia pikir semuanya bisa dibeli dengan uang.”


“cih, pria sialan. gue ga setuju, ini penghinaan, dia sudah menghina lo Dean.”


“terus apa yang harus gua lakuin sekarang, lo tau kan kalau dia akan melakukan cara apapun, agar keinginannya tercapai.”


Dean merasa sangat cemas sekarang.


“gue gak setuju, dia udah berani ngehina lo Dean.”


“harga diri lo sudah terinjak injak, dia ingin membeli lo Dean, dia pikir kita ini p...c...r, bisa di bayar dengan uang.”


mereka berdua sekarang benar benar sedang di hadap kan dengan masalah besar.


“gila, gua ga habis pikir,” Alvi sudah memeriksa semuanya.


di kontrak tersebut sudah tertulis, jika Dean melanggar atau merobek/ menghilangkan kontrak, Dean akan di bawa keranah hukum.


“cih dasar kau bedebah sialan, mentang mentang kau orang yang di takuti dan di segani, kau sudah kelewatan batas.” Alvi sangat marah terhadap Nathan.


“sebenarnya apa motif dia.”


“gua ga tau juga, tiba-tiba di suruh kontrak begini.”


“gimana ni Vi, gua takut sekarang,”Dean sangat cemas sekarang, setelah mendengar beberapa penjelasan dari Alvi, mengenai kegelapan kehidupan para konglomerat kaya raya m


karena Dean sudah tau siapa Nathan sebenarnya.


“gua juga kehabisan ide kalau dengan si monster itu.”


“apa yang harus lo lakuin.”


“huh, bagaimana ini,” Dean tidak tau apa yang harus dia lakukan.


“salah gua juga tadi, pasti dia sangat marah gara gara jawaban gua, ya gua sih jawab apa adanya. eh tiba-tiba dia marah.”


“tenang lo harus tenang dulu,” Alvi menenangkan pikiran Dean.


“gimana mau tenang, gue ga tau apa yang dia inginkan Dean tidak bisa berpikir sekarang.


sesuatu yang tidak boleh Dean pikir terus terngiang di kepalanya sekarang.


“gini aja, malam ini lo tidur dulu dengan tenang masih ada waktu kan.”

__ADS_1


“kita mikir rencana apa yang harus kita buat untuk 2 hari kedepan.”


meskipun Alvi mengatakan Dean harus tidur dengan pikiran tenang, malam ini Dean tidak bisa tidur tenang sebelum masalah ini selesai.


__ADS_2