Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```2 KALI```


__ADS_3

“tidak ini tidak mungkin, dia pikir siapa dirinya.”


Alvi kesal merobek sebuah kertas.


“tapi apa yang harus aku lakukan sekarang, tentang bisnis aku tidak tau apa apa, aku cuma menjalankan sebuah restoran yang sedang berkembang pesat dan ingin membuka cabang.”


“cih, usaha yang aku rintis bertahun tahun hancur dalam semalam akibat bertemu orang brengsek tersebut.”


Alvi hanya punya 2 pilihan saja.


“menjual atau menutup, kedua pilihan ini sangat berat.”


pikiran Alvi berat, kepalanya pusing.


raut wajah dan mata Alvi tidak berekspresi tidak punya semangat untuk lanjut.


“hahaha, apa ini lelucon,” mata Alvi berair.


“satu malam, aku hancur berkeping-keping, haha ini lucu,” Alvi mengeluarkan air matanya.


Alvi menunduk menutup wajahnya dengan dua telapak tangan.


“apa yang harus aku lakukan, sudah sudah abis tidak ada yang bisa aku lakukan.”


Alvi menghapus air matanya.


“tenang tenang, kau masih punya teman untuk berbagi kesusahan yang sedang kau alami.”


“ya , aku harus membicarakan masalah ini dengan Dean.”


“ternyata Presdir nya bukan orang sembarangan, dia orang berbahaya.”


Alvi tidak bisa tidur tenang semalaman, jadi Alvi mencari informasi tentang Nathan.


Alvi hanya mendapatkan sedikit informasi.


tiba-tiba.


“sepertinya aku pernah mengenal orang ini, sepertinya aku pernah bertemu dengan nya,” Alvi sedang membayangkan wajah seseorang.


“ah, iya , pas Waktu itu, di supermarket, ya dia pria waktu itu.’


“apakah dia asisten si Presdir itu, jika ia aku dan dia tetangga.”


“arh, apa yang terjadi dengan hidup ku, punya tetangga baru, bermasalah dengan Presdir perusahaan Dean, dan ternyata tetangga ku itu asisten nya.”


“haduh kenapa masalah ini sangat rumit ya.”


“apa Dean sudah mengetahui nya, Dean pasti mengenal kedua orang ini di kantor, tapi Dean belum pernah bertemu di depan apartemen.”


Alvi berdiri mondar mandir, jadi kami terlibat dalam masalah yang rumit.


“aku harus segera bertemu dengan Dean,” Alvi langsung mengambil kunci mobil berjalan keluar.


****************


“srit...” Rangga mengerem mobil.

__ADS_1


“kenapa kau berhenti,” tanya Nathan bingung masih dengan wajah kusam, dan kesal.


“itu dia tuan,” Rangga melihat kaca samping.


Nathan juga melihatnya, melihat wanita yang sudah membuatnya menunggu sedang berlari.


“hah,,,ha,,,” nafas Dean terengah-engah.


“itu mereka,” Dean langsung mengejar nya.


“ bagiamana tuan,” tanya Rangga bagaimana keputusan Nathan.


“biarkan dia berlari.”


“baik,” Rangga menjalankan mobil dengan perlahan lahan.


“apa,,,! , kenapa mereka terus jalan, tadi mereka berhenti,” Dean benar berlari agar sempat.


“cih ini pasti hukuman untuk ku,” Dean sadar apa yang terjadi.


“buk...buk... buk,,,”mobil masih berjalan namun Dean sudah ada di samping sambil mengetuk kaca mobil.


“berhenti,” Rangga langsung berhenti.


Nathan membuka jendela.


“kau mau kupecat hah, jika kau tidak mau apa yang aku lakukan, kau cari perusahaan lain saja.”


“hah...hah..” dean mengatur nafasnya.


“maaf tuan, saya minta maaf, saya benar minta maaf,” Dean menunduk tidak berani melihat kearah Nathan.


Dean tidak berani menatap kearah mata Nathan.


“kau pikir hanya dengan meminta maaf semuanya akan selesai.”


“jika kau tidak mau bekerja keluar saja dari perusahaan ini,” Nathan sangat marah sekarang, Nathan membentak Dean dengan keras.


“kau pikir keberapa kalinya kau terlambat.”


“2 tuan,” jawab Dean menunduk tidak berani menatap.


Dean sangat ketakutan sekarang, mendengar bentakan dari Nathan membuat jiwa Dean tergoncang.


“2 kali kau sudah terlambat, jika kau ingin bersantai, kerja kapan saja yang kau mau, mulai besok keluar dari perusahaan ini.”


Nathan sudah tidak bisa mengontrol emosi nya, dan untung saja Nathan berada dalam mobil, jika tidak, Dean pasti akan lebih bermasalah.


“*in... ini semua salah mu Dean kau harus menerima akibatnya,” baru kali ini Dean mendengar bentakan dari Nathan kepada nya dengan keras.


deg,,,jiwa Dean tertekan.


“apa yang harus aku lakukan sekarang,” kaki Dean sudah gemetar, sedikit pun Dean tidak berani bergerak*.


“cih, membuat ku tambah stres mempunyai pegawai yang seperti ini,” semenjak Nathan datang kekantor.


banyak masalah yang harus Nathan selesai kan, mulai dari menyelidiki orang orang bermasalah dikantor, dan beberapa masalah penting lainnya.

__ADS_1


dan sekarang Nathan tambah kesal akibat ulah Dean.


Rangga hanya duduk duduk manis di depan, sambil memperhatikan keadaan.


“kali ini apa yang akan kau lakukan,” Rangga sudah menganalisis bagaimana Dean.


“aku tidak, butuh orang seperti mu, kau pikir aku ini bodoh hah, kau pikir aku tidak bisa melakukan nya, dan harus menyuruhmu.”


“jalan,” Nathan tidak memperdulikan Dean.


“tuan tuan saya minta maaf.”


“saya berjanji tidak akan mengulangi nya kembali, saya mohon.”


“kau ingin aku pecat,” Nathan semakin kesal.


“jika kau ingin ku pecat mulai besok jangan bekerja lagi.”


“*deg...”mata Dean bergetar, otak Dean berhenti berpikir.


“apa pecat*.”


“tuan maaf kan saya, tolong jangan pecat saya, saya benar benar minta maaf tuan.”


kata pecat belum ada dalam kamus Dean, karena Dean sangat ingat bagaimana susah nya dirinya saat mencari kerja, dan akhirnya bekerja di sini.


mata Dean berair, mendengar kata pecat dari Nathan membuat Dean sangat bergetar.


semua pegawai tau, jika sudah bermasalah dengan perusahaan ini dan kau dipecat, jangan harap kau diterima di tempat lain.


karena kau sudah menjadi daftar hitam.


“tuan sudah lah waktu kita semakin terbuang, jika anda terus memarahinya, berikan kesempatan kedua.”


“jika dia masih begini, dia harus keluar dari perusahaan,” usul Rangga melihat waktu yang sudah terbuang sia sia tidak berguna.


Nathan langsung menutup jendela.


“nona silahkan masuk,” kata Rangga dalam mobil.


masih tertekan tidak berani bergerak, kaki Dean bergetar.


“ah,,,, merepotkan saja,” Rangga keluar. berjalan memutar.


“cepat masuk nona, atau kau akan kehilangan pekerjaan mu,” ucap Rangga melihat Dean sudah tertunduk kaku tidak bergeming.


Dean melihat kearah Rangga, dan kemudian menunduk kembali.


“*menarik seperti nya ada sesuatu dengan wanita ini,” melihat wajah Dean yang tertekan mata nya ketakutan, membuat Rangga mempunyai firasat sesuatu tentang Dean.


“baru kali ini tuan muda berbicara lama dengan wanita, biasanya tuan muda akan langsung memecat nya atau dia akan mendapatkan hukuman.”


“tapi dengan wanita ini tuan muda tidak langsung memberhentikan nya, dia lebih banyak menceramahi nya, aku yakin pasti ada sesuatu yang menarik dengan wanita ini*.”


“baik, tuan,” dengan langkah gontai dan berat, Dean masih belum berani masuk kedalam mobil.


jiwanya masih tertekan akibat bentakan dari Nathan.

__ADS_1


“Dean kemana sih dari tadi gak ngangkat telpon, lagi penting gini dia dia ga bisa di hubungi.”


“atau mungkin dia masih rapat,” Alvi dengan cepat datang ke kantor Dean.


__ADS_2