Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```rencana besar```


__ADS_3

“hah sudah 6 malam.”


“kenapa tuan.” tanya Rangga polos.


“kau pikir otak ku tidak sakit mendengar ocehan wanita setiap malam.”


“terus apa yang akan anda lakukan.”


”apa kau punya saran terbaik.”


“mereka berdua sedang berpikir.”


“bagaimana kalau tuan berpura-pura saja.”


“pura pura apa maksud mu.“


“tuan berpura-pura mempunyai seorang kekasih.”


“huem bagaimana caranya.”


“tuan harus mempunyai kekasih pura pura, dan anda berdua bebas melakukan aktivitas apapun tanpa ada kekangan.”


“hanya status kalian saja yang beda, yaitu hubungan kekasih.”


“jadi maksud mu , aku harus mencari orang yang dapat membantu ku dengan rencana ini.”


“iya benar tuan.”


“lalu kalau mamah bertanya bagaimana,” Nathan benar benar bodoh dalam hal percintaan.


“anda berdua bisa berpura pura, saya juga tidak begitu faham tentang berhubungan.”


“tapi cara ini bisa membuat anda lebih aman untuk sementara waktu, dengan cara berbohong kepada nyonya, anda punya waktu untuk bebas dari perjodohan.”


“huem rencana yang menarik.”


“apakah ini semacam kontrak begitu.”


“huem iya tuan.”


huem Nathan merebahkan tubuhnya berpikir keras.


“dimana harus aku cari wanita yang mau aku bayar untuk berpura-pura menjadi kekasih ku.”


“kalau kita mencarinya mudah tuan.”


“tapi..”


“kenapa.”


“kriteria wanita yang anda pilih harus di sukai oleh nyonya tuan, jika tidak hubungan anda akan rusak kemudian nyonya mencari orang lain yang tepat buat anda.”


“huem begitu ya.”


“aku sendiri tidak tau bagaimana sifat yang mamah inginkan,” Nathan merasa sangat bingung.


“apa kau mempunyai orang yang tepat untuk ku.”


“saya tidak tau tuan.”


“hah, ini lebih sulit dari mengelola perusahaan.”


“ternyata ada yang bisa membuat ku bingung.”


“kau tahu kalau mamah dekat dengan si wanita itu.”


“saya tau tuan.”


“nona Dean dan nyonya sangat akrab di perusahaan, saat pertama kali nona Dean melamar di perusahaan, nyonya langsung tertarik kepadanya.”


“setelah beberapa saat dia di tolak di beberapa perusahaan lain.”

__ADS_1


“dia wanita cerdas dan pintar, namun mental nya agak lemah, dan tidak mudah bergaul,” itulah informasi yang baru saja Rangga cari.


“huem,” Nathan hanya mendengar kan cerita Rangga.


“dia punya keluarga.”


“masih tuan, kedua orang tuanya masih hidup, dan mempunyai beberapa saudara,” Rangga bercerita sedikit tentang Dean.


sekarang Rangga harus mencari setiap seluk beluk orang yang terdekat dengan Nathan.


untuk keamanan Nathan sendiri Rangga harus memikirkan hal-hal sekecil apapun.


“apakah anda tertarik dengan nya.”


“tidak,” jawab Nathan santai.


“menurut saya ada sesuatu yang menarik dari wanita tersebut tuan,” Rangga sudah menganilis nya.


“apa maksud mu.”


“bagaimana kau mengetahui nya.”


“bagiamana kalau dia saja yang anda kontrak”, usul dari Rangga.


“kenapa harus dia,” Nathan sangat kesal jika mendengar dan melihat wajah Dean.


satu satu orang yang berhasil membuat Nathan kesal adalah Dean.


meskipun Dean sendiri takut dengan Nathan, namun sikap Dean sendiri membuat Nathan kesal dan marah.


“karena dia sudah dekat dengan nyonya tuan, dia adalah orang yang berhasil membuat nyonya tenang.”


“jadi dari pada kita mencari orang lain yang tidak mengetahui bagaimana sikap nyonya muda, sepertinya lebih baik kita kontrak dia tuan.”


Nathan sedang berpikir sesuatu.


“ide mu ternyata benar, aku bebas mencari siapa saja yang ingin ku bayar, namun mencari kriteria yang dapat membuat mamah senang mempunyai teman berbicara membuat ku gila.”


“tapi menurut ku, mamah tidak akan menyetujui nya.”


“jadi apa yang harus kita lakukan.”


“bagiamana kalau kita memalsukan data tentang nona Dean, kita dapat mengubah penampilan nona Dean agar tidak di kenali oleh nyonya tuan.”


“kau pasti tau kalau mamah sangat jeli.”


“huem aku yakin padamu.”


“bagiamana pun caranya rencana ini harus berhasil.”


“ada yang menggangu pikiran ku sekarang,” Nathan memerhatikan seperti ada sesuatu yang janggal.


“ada apa tuan muda,” Rangga penasaran.


“kenapa kau mempunyai ide seperti ini, sepertinya kau tidak suka tentang bagian ini.”


Rangga tersenyum kecil.


“entah kenapa 2 tahun terakhir saya suka menonton drama.”


“aneh,,,,” Nathan mengangkat sebelah alisnya.


“cerita tuan muda tidak jauh beda nya dari film film yang pernah saya nonton.”


“jangan samakan kehidupan ku dengan kehidupan film payah mu.”


“huem tapi bagiamana jika nona Dean menolak tuan.”


“tidak ada yang berani menolak jika sudah kutumpuk sekoper uang di depan matanya.”


“*hah... rencana yang bagus, satu tembakan 2 gol.”

__ADS_1


Nathan mendapatkan ide baru.


“masalah mamah bisa kuatasi, dan satu lagi kau tidak akan lepas lagi akan kubuat kau tau siapa diriku yang sebenarnya*.”


“baik tuan,” hanya itu pembicaraan mereka berdua.


Nathan memutar kursi nya kearah jendela, melihat keluar.


gedung gedung sejajar terlihat, dan juga banyak kendaraan terlihat lalu lalang.


Nathan merebahkan kepalanya sambil fokus.


tidak ada yang tau apa yang akan dia pikirkan.


“tuan muda, adik saya ingin tinggal di sini.”


“apa...! dia mau tinggal di sini.”


“astaga masalah belum selesai kenapa datang masalah baru.”


Nathan menepuk kepalanya.


Rangga hanya menggaruk kepalanya.


“apakah kau tidak bisa mengelabui nya.”


“beberapa hari lagi dia akan sampai tuan.”


“astaga hidup ku semakin susah, kenapa orang orang di sekitar ku mempunyai banyak masalah.”


selain mamah Nathan, ada satu orang lagi yang di waspadai oleh Nathan dan Rangga.


menghadapi anak remaja tersebut membuat mereka berdua kewalahan.


“sudah lah lebih baik dia bersama kita, satu lagi jangan biarkan di sering ke kekantor. ”


“dia akan menjadi pengganggu.”


hah mereka punya masalah masing-masing.


“atur jadwal dengan dia, kita harus membicarakan nya dengan tenang tidak ada gangguan atau rencana yang sudah kita buat ini tidak akan berhasil.


“baik tuan, saya akan menyiapkan beberapa daftar dan apa saja yang harus dia lakukan.”


“selama status anda nanti, anda akan sering berdua tuan, kemana pun anda pergi, karena nyonya pasti akan selalu mengawasi kita.”


“dan satu lagi jangan sampai rencana ini terbongkar, jangan ada satu orang pun di perusahaan yang mengetahuinya semuanya.”


“baik tuan,” saya akan melakukan nya dengan bersih, Rangga keluar dari ruangan tersebut.


*****


“berapa hari kau mengambil cuti,” Alvi meletakkan segelas air putih di depan Dean.


“3 hari,” Dean sedang asyik menyetel siaran televisi yang enak di nonton.


“huem akhir akhir ini kau banyak lembur tau.”


“ga masalah, asalkan bos nya ga marahin ga papa. ”


“huem oke lah, gimana kalau besok kita kesalon mau ga.”


“salon males ah,” jawab Dean.


“kalau ke mall gimana.”


“ngapain ke mall.”


“terus Lo mau kemana sih,” kesal Alvi.


huem ga tau.”

__ADS_1


“dasar anak aneh. ”


__ADS_2