Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```kosongkan semua jadwal```


__ADS_3

“sekarang kita mau kemana,” Dean bertanya kepada Alvi.


“terserah kau mau kemana hari ini kau yang akan menyetir seharian.”


“kenapa gitu.”


“gitu juga, padahal Lo bisa nyetir, cuma pura pura aja biar ga keliatan.”


“iya iya jangan ngomel.”


“gimana kalau hari ini kita jalan jalan, Lo kan baru masuk kantor besok.”


“huem boleh juga, udah lama kita ga ngabisin waktu seharian.”


“kencangkan suara nya besti,” Alvi mengencang volume musik.


kesenangan mereka baru saja di mulai.


mereka berdua bernyanyi didalam mobil seolah olah dunia milik mereka berdua.


“puf hhhh,” tertawa lepas tidak ada yang melarang.


berputar putar sambil melihat gedung gedung.


“tit...tit...tit...”terlalu terlanjur dalam kesenangan sampai sampai lampu merah yang sudah berganti hijau tidak disadari oleh Dean.


“de...de....” tepuk Alvi menyadarkan Dean.


“ups sorry”. mereka tertawa.


sedang kan mobil yang dibelakang macet akibat ulah mereka berdua.


tidak ada yang mereka pikirkan hari ini, tugas mereka berdua sekarang hanya melepaskan pikiran.


****************


“Nathan hari ini temani mamah.”


“mamah mau kemana.”


“jangan banyak tanya, jawab mamah Nathan.”


“hari ini Nathan punya jadwal padat, ada beberapa meating penting yang harus Nathan selesai kan.”


“begitukah sikap mu kepada mamah mu sendiri, satu hari saja mamah meminta mu untuk temani mamah, tapi kau tidak punya waktu.”


“sedang kan urusan perusahaan,kau selalu sibuk.”


Merry berdiri mod nya sudah hilang.


“entah kapan aku bisa hidup bahagia.”


“Hadeh merepotkan.”


Nathan menyusul Mery.


“iya iya hari ini Nathan akan menemani mamah, hari ini Nathan akan menghabiskan waktu bersama mamah 24 jam.”


“mamah sudah menghafal kelakukan mu, tiba tiba Nathan datang memeluk mamah nya dari belakang.”


“hari ini Nathan janji akan menemani mamah, semua meating Nathan, Nathan batal kan.”


“Nathan sendiri yang akan menemani mamah, Nathan tidak ingin ada gangguan.”


Nathan mencium kepada mamah nya lembut.


“kau tidak berbohong kali ini,” masih tidak percaya dengan omongan manis anak semata wayangnya.


“kemanapun mamah pergi hari ini Nathan akan menemani mamah, kemanapun mamah ingin.”

__ADS_1


“makasih,” Mery menciumi pipi Nathan.


“mamah siap dulu.”


Nathan langsung menelpon Rangga.


“kosongkan semua jadwal ku hari ini, jangan ada yang menggangu ku hari ini, aku akan menemani mamah seharian.”


“baik tuan,” tidak ada bantahan dari Rangga.


“hah.. ya sudah lah hari ini aku harus bekerja full,” Rangga sudah faham dari maksud dari Nathan,. semua jadwal Nathan harus Rangga handle.


beberapa saat kemudian.


“apa kah kau akan pergi dengan baju kerja,” tanya Mery melihat Nathan tidak mengganti stelan nya.


“huem, apa masalah nya jika Nathan memakai pakaian kerja”.


“ah sudah lah, kau tidak tau apa apa selain bekerja.”


“jadi mamah mau kemana.”


****************


“huem kita me mall dulu, baru kita ke salon gimana.”


“huem oke.”


“emang nya kau mau beli apa,” tanya Dean.


“huem ingin menghabiskan uang ku biar tidak stres, setelah kupikir baik baik tidak ada cara untuk membantah permintaan papah.”


“apa kau sudah memikirkannya dengan matang.”


“setelah kupikir pikir sih, tidak ada celah atau rencana yang bisa membuat papah percaya.”


”huem, sudah lah setelah ini kita buat rencana yang matang.”


“ya begitulah , satu pesan pun tidak ada, hidup ku benar benar sendiri sekarang.”


”jadi dia benar benar sedang menguji mu.”


“begitulah , aku juga tidak tau apakah kondisi nya baik atau tidak, karena aku sendiri tidak bisa pulang.”


“sebelum waktu pulang begitulah persyaratan nya.”


”salah Lo sendiri juga kan.”


“hah iya juga sih.”


flashback.


di meja makan.


“Alvi, kali ini papah akan berterus terang saja.”


“kali ini papah harus mengambil sikap tegas kepada mu.“


“papah tidak bisa membiarkan mu seenaknya sekarang.”


Alvi meletakkan sendok dan garpu.


“jadi apa yang papah ingin kan sekarang.”


mereka berdua bersitatap dengan serius.


”apapun keputusan mu papah sudah bertindak akhir.”


“akhir bulan nanti, papah sudah menyiapkan sebuah pertemuan dengan teman papah di luar negeri.”

__ADS_1


“dia mempunyai seorang putra, kalian berdua hanya berselisih 5 tahun.”


“papah sudah memutuskan akhir bulan depan pertunangan mu dengan nya.”


“hah , sudah berapa kali Alvi bilang pah, stop perjodohan, stop ngurusin hidup Alvi. Alvi bisa mencari pasangan sendiri.”


“Alvi tidak ingin menikah sekarang, apalagi dengan orang yang tidak Alvi kenal, Alvi akan mencari pria yang Alvi cintai.”


“jadi itu keputusan mu.“


“jika kau sudah memutuskan, berarti sekarang papah akan memutuskan juga.”


“jika kau tidak mau menuruti apa yang papah inginkan , mulai sekarang jangan tinggal di sini lagi.”


“kau harus hidup sendiri, sampai saat kau berhasil dan membawa pulang pasangan mu, waktu itulah kau akan papah terima dan restui.”


“apa ,” Alvi tidak menerimanya, papah memutuskan nya dengan sebelah pihak.


“Alvi tidak setuju.”


“jika kau tidak setuju, ikuti apa yang papah inginkan.”


“baik, jika itu keputusan papah, ” Alvi mulai naik sekarang.


“Alvi akan hidup sendiri, tidak dibawah nama papah lagi.”


“kau pikir akan semudah itu, semua yang kau gunakan dengan uang akan papah sita , mobil, kartu kredit semuanya yang bersangkutan dengan papah akan papah sita.”


*glek Alvi terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh papah nya sendiri.


“jika papah menarik semuanya bagaimana kehidupan ku nanti.”


“tidak Alvi, tidak perlu kau punya sedikit tabungan untuk usaha.”


“aku harus tetap dengan pendirian ku, aku akan membuktikan nya, jangan anggap kalau anak mu ini tidak bisa melakukan nya.”


“Aku akan hidup sendiri tanpa membawa nama papah*.


“oke kalau itu yang papah inginkan.”


“jangan salah, papah juga tidak menginginkan ini, tapi papah sudah menyerahkan keputusan kepada mu, apa yang akan kau pilih.”


“oke, Alvi tidak akan memakai sedikit pun harta papah.”


“mulai sekarang jangan hubungi atau mencari Alvi.”


“saatnya waktu tiba Alvi akan pulang dan membawa pulang apa yang inginkan.”


“jangan menyesali keputusan mu, jika papah sudah bersikap tegas, papah tidak akan memandang orang, meskipun anak ku sendiri.”


“*sebenarnya aku tidak rela dengan keputusan papah.”


“aku benar benar tidak setuju.”


“sudah lah aku sudah terlanjur berbicara, aku tidak akan menarik kata kata ku*.”


“oke Alvi akan setuju dengan persyaratan papah, dan papah juga jangan sekali kali mencari Alvi, jika papah melanggar nya, Alvi tidak akan pernah menuruti apa yang papah inginkan lagi.”


“kau sudah memikirkan dengan matang apa yang kau lakukan.”


“ingat yang kau punya sekarang adalah hanya papah mu.”


“jangan sampai hidup ku berakhir dan kau tidak pernah pulang.”


“bukan itu yang papah harapkan.”


“perbincangan kita sudah selesai sekarang.”


Alvi terdiam seketika tidak bergeming mencerna kejadian yang terjadi.

__ADS_1


“dalam 3 tahun Alvi akan pulang. dan akan membawa apa yang papah inginkan.”


__ADS_2