Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
``` pergi ke pesta```


__ADS_3

Alvi mengikuti Rangga sampai ke mobil.


“hei apa maksud dari semua ini?” tanya Alvi.


“apa penjelasan ku belum cukup tadi.” jawab Rangga berpaling kearah Alvi.


“dan aku tidak menyetujuinya.”


“aku memberi mu 5 menit untuk berpikir.”


“hah..”Alvi menggepal tangannya dibawah kesal.


“dia pikir dia siapa, seenaknya saja menyuruhku.”


“jika aku menyetujuinya , hidupku tambah rumit saja.”


“hm..apa yang harus kulakukan.”


“pikir Alvi, cepat berpikir”.


“3.” hanya itu yang keluar dari mulut Rangga.


tiba-tiba sebuah ide besar terlintas di otak Alvi.


Alvi tersenyum senang sekarang.


“jika dia memanfaatkan ku, aku harus memanfaatkan nya juga.”


“kesempatan tidak datang kedua kalinya Alvi. kau harus bisa memakai nya hanya sekali saja. dan hidup mu akan aman untuk sementara.”


“waktu berpikir mu sudah habis.”


“aku akan menerima penawaran dari mu, untuk menjadi teman adik mu itu.”


“tapi kau harus memenuhi sebuah syarat dari ku.” Alvi meminta sebuah syarat dari Rangga.


“kau mau main-main dengan ku!” Rangga mulai kesal.


t“erserah, jika kau menerima tawaran ku, aku setuju dengan tawaran mu.”


“ark... dari mana keberanian itu datang. hei keberanian kau harus terus bersama ku.” Alvi dengan berani berbicara tegas kepada Rangga.


“cih, dia terlalu banyak menghabiskan waktuku”.


“apa syarat mu?” tanya Rangga.


Alvi mulai menceritakan apa yang dia mau.


“kau pikir aku ini barang sewaan...!”


“terserah jika kau mau menerima penawaran ku, dengan senang hati aku akan menemani adik mu.”


“atau dia bisa tidur bersama ku di apartemen.”


“cih harga diriku bisa terinjak kalo masalah ini diketahui oleh Nathan.”


“tapi dia tengah sibuk dengan wanita itu.’ maksud dari Rangga adalah Dean.


“kenapa ada masalah serumit itu. jika aku menerima tawaran dia.”


“Ara sudah aman, aku bisa bekerja dengan tenang.”


“hah...dia anak yang sangat susah diatur. membayangkan adiknya,” Rangga sakit kepala.


“tapi aku tidak mau ada orang yang tau, jika kau bisa menjamin itu.”


“aku akan setuju.”


“hm okeh,” senyuman gembira terukir diwajah Alvi.


Rangga langsung masuk kedalam mobilnya dan menghilang.

__ADS_1


“hah....” lega. Alvi menghirup udara sambil mengelus dadanya.


“hm aku tidak perlu khawatir lagi tentang papah sekarang.” Alvi sangat senang.


sementara itu...


...****************...


“tuan. apa ini semua tidak berlebihan.” tangan dean serasa patah membawa barang barang yang sudah dibeli.


“dasar pria brengsek, dia sengaja menyuruh ku membawa semua ini.”


tangan dean tidak sanggup untuk membawa sebuah barang lagi.


kiri dan kanan tangan dean di penuhi barang barang yang sudah dimasukkan kedalam tas.


“diam jangan banyak mengoceh, jika kau tidak mau membawa itu semua.”


“kau harus membayarnya sendiri.”


“apa...!”


“kenapa saya yang harus bayar.” Dean lupa siapa dirinya dan orang didepannya.


“padahal tuan sendiri yang membawa saya untuk membeli ini semua.”


Nathan berbalik. mendekat ke arah Dean.


“tak,” sebuah sentilan keras dari Nathan.


“apa kau sudah habis mengoceh.”


“ark.. sakit.” Dean meringis kesakitan.


“sekarang masuk kedalam siap kan dirimu.”


Nathan naik keatas langsung masuk kedalam kamarnya.


sedangkan kamar Dean ada dibawah.


“hah...”Dean meletakkan semua barang yang dibeli oleh Nathan diatas kasur.


“hm....apa yang sedang dilakukan oleh Alvi. seharian ini aku belum menelfon nya.”


“sudah kuduga.” Dean merebahkan tubuhnya melihat puluhan telfon tidak terangkat dari Alvi.


“apakah hidup seribet ini, aku sampai harus mematikan hp ku saat ada bersama pria itu.”


“tut... ”tidak berselang lama, Alvi langsung mengangkat telpon dari Dean.


“kemana saja kau hari ini hah..!”:Alvi marah seharian ini Dean tidak mengabari nya.


“aku terlalu sibuk untuk mengabari mu.”


“apakah setelah kau menikah kau tidak punya waktu mengabari ku sebentar saja.” ejekan dari Alvi karena Dean sudah tidak tinggal lagi bersamanya.


“tut...”telfon dari Alvi langsung Dean matikan.


sementara yang disebelah sana tertawa terbahak-bahak.


selang beberapa detik Alvi kembali menelfon Dean.


“untuk apa kau menelpon ku lagi, bukan kah aku tidak punya waktu untuk meladenimu.” Dean sangat kesal sekarang.


“hahaha....”tawa Alvi.


“apa yang ingin kau katakan tadi.”


“sudah lah mod ku sudah berubah sekarang.” Dean sedang tidak bercanda, mimik wajahnya menunjukkan kalau wanita itu sedang lelah.


“hei hei, ada apa dengan temanku. apa yang menggangu pikiran mu.”

__ADS_1


Dean masih tidak menyahut.


“malam ini aku ada acara pesta tau, karena tidak ada lo. gua ga jadi dateng.”


mendengar pesta nanti malam Dean langsung antusias.


“sama gua juga mau kesana. dateng dong temenin gua disana.”


“gua ga ada temen tau.” rengek Dean sekarang.


“lo ada undangan juga?” tanya Alvi.


“ya engga lah. si monster itu yang ngajak gua.”


“jadi....?” tanya Alvi.


“lo harus datang juga, gua ga ada kenalan disana. apa yang mau gua lakuin.”


“hm gua males sendiri.” kata Alvi.


“kalo udah sampe disana, gua samperin nanti.” ucap Dean.


“memang nya bisa, kalo lo sama di monster, lo pasti ga bisa kemana mana kan.”


“iya juga, pokoknya lo dateng.” Dean tidak memberi pilihan untuk Alvi.


“apa lo sengaja ga mau dateng karena ga mau ketemu asisten Rangga.”


“bukan gitu juga kali....”Alvi menjawab dengan wajah judes.


“terus?”Dean penasaran.


Alvi menceritakan semua pembicaraan nya dengan Rangga di kafe kemarin.


“hm... bener juga tuh Vi. jadi lo bisa ngeyakinin papah lo kan , dan lo bisa kerja bebas tanpa diketahui oleh papah nanti.”


“rencana gua sih gitu, dia juga udah setuju karena gua mau temenin adik dia.”


“jadi gadis kemarin yang lo tunjukkin, adiknya dia ya.”


“hm...” jawab Alvi.


“kenapa harus lo yang jagain, kenapa ga panggil pelayan dia aja.” Dean bertanya.


“ga tau tuh. belum sempat rileks, masalah semakin bertambah.”


“sama.” jawab Dean.


“ya udah vi. gua mau siap siap dulu.”


“lo dateng kan.”


“iya iya gua dateng, kita liat apa yang akan terjadi disana.”


“okey,” Dean langsung mematikan telpon.


“hm gua mau temenin dia ke pesta, gimana reaksi orang orang ya.”


“apa jangan jangan gua nanti dipermalukan didepan banyak orang-orang.” pikiran negatif Dean tentang Nathan terus berputar.


“hah..” Dean langsung pergi bersiap siap.


sementara Alvi.


“hm gimana nih.” Alvi sangat bingung.


“ah sudah lah, kasian juga sama Dean.”


“hm apa dia juga datang ya, tapi ga mungkin kalo dia ga datang juga.”


“oke deh. sekalian ada yang perlu gua omongin. Alvi akhirnya memutuskan untuk ” ke acara pesta tersebut.

__ADS_1


sementara Dean masih bingung sendiri apa yang akan terjadi disana.


“hah...”Dean menatap dirinya sendiri di cermin, 2 orang pelayan suruhan dari Nathan siap me make up Dean .


__ADS_2