Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```rangga dan Alvi```


__ADS_3

Nathan mulai geram dengan Alvi.


Nathan melihat kearah Rangga, mengisyarat kepada Rangga.


kalau dirinya tidak suka dengan Alvi yang ikut campur.


“sepertinya kau sudah banyak ikut campur urusan ku,” Nathan melihat ke arah Alvi sekarang.


mendengar perkataan Nathan, Alvi menatap kearah Nathan.


“aku tidak perduli siapapun dirimu, meskipun kau orang yang paling di takuti sekalipun.”


“jika kau mulai mengangu kehidupan kami, aku tidak akan tinggal diam,” Alvi mencoba untuk tidak bergeming.


sedangkan Dean sedang syok sekarang, entah apa yang Dean baca sehingga dia sangat terpukul.


“menarik, huh,” Nathan tersenyum.


ekpresi Nathan kembali tajam.


tiba tiba saja Rangga menyahut.


“baik tuan,” mengerti apa yang Nathan perintahkan.


Rangga berdiri di samping Alvi.


“ada apa ini, kenapa tiba-tiba dia berdiri di samping ku,” Alvi was was sekarang karena Rangga ada di samping nya.


“sebaiknya kau tidak terlalu ikut campur masalah orang lain,” Rangga langsung menarik paksa tangan Alvi.


“ark,” Alvi menjatuhkan berkas tersebut.


tenaga Rangga benar luar biasa, Alvi tidak dapat melawan.


Rangga langsung menarik paksa Alvi, membawa ketempat lain.


sakit yang tidak terbantahkan, kini tangan Alvi benar benar di genggam oleh Rangga.


“ark, lepas,” butiran air mata keluar.


tangan Alvi seperti patah di tarik oleh Rangga.


Alvi harus berlari mengikuti Rangga, jika tidak, dirinya bisa terseret.


“tolong lepas, ark tangan ku, lepas,” tenaga Alvi lemas, Rangga memegang tepat di pergelangan tangan Alvi .


kali ini pergelangan tangan Alvi cedera.


sudah jauh dari Nathan.


Rangga masuk kedalam sebuah kamar, masih bisa berjalan, sehingga Alvi tidak terjatuh kelantai.


mereka berdua masuk kedalam.


Rangga menggenggam dagu Alvi dengan keras.


Alvi tidak bisa berbicara, tangan sakit, sedangkan dirinya tidak kuat lagi untuk berdiri.


Rangga mencekik leher Alvi, membuat wajah Alvi merah kehabisan udara.


“buk, Rangga menarik paksa Alvi sehingga terjatuh terseret.


“ark,” terjatuh kelantai kepala Alvi terbentur.


tangan kanan Alvi cedera sekarang, Alvi tidak bisa menggerakkan tangannya lagi.


leher nya sangat sakit tidak bisa berbicara.


“kau sudah kuperingatkan agar tidak muncul lagi di depan ku.”


“tapi nyatanya kau tidak menggubris.”


Rangga sudah memperingatkan Alvi.


Alvi tidak bisa bangun sekarang.


“ark,” sakit kepala dan tangan Alvi sangat sakit.


“kali ini aku tidak akan melepaskan mu, meskipun kau meminta ampun,” Rangga serius sekarang.

__ADS_1


jongkok di samping Alvi.


Alvi mencoba bangun.


menompang sebelah tubuhnya dengan tangan kiri.


“apa masalah mu, aku tidak pernah mengangu kehidupan mu,” Alvi tidak terima, suara serak Alvi akibat cekikan dari Rangga.


memegang tengkuk leher Alvi, memasukkan tangan Rangga ke dalam rambut Alvi.


“ark,,,” Alvi kesakitan, dengan kasar Rangga menarik rambut Alvi, sehingga wanita itu kesakitan menghadap ke langit.


“huh,” tersenyum licik.


sedangkan Alvi sangat kesakitan, serasa kulit kepalanya terkelupas, karena Rangga menarik sangat keras.


“kau seharusnya tidak ikut campur dalam masalah ini, kau telah membuat tuan muda kesal.”


“dan malam ini kau berurusan dengan ku, aku tidak akan melepaskan mu sembarangan.”


memegang tangan Rangga.


“lepas, tolong lepaskan,” kali ini Alvi tidak bisa apa-apa.


tangan kanannya tidak bisa di gerakkan.


sedangkan rambutnya sedang ditarik sekarang.


butiran butiran air mata mengalir dari mata Alvi.


“huh, sekarang teriak, menjeritlah , aku ingin mendengar suara mu sedang kesakitan.”


“huhuuhuh,”Alvi menangis kesakitan, sekarang.


“lepas kan, tolong mohon maaf.”


“tolong, sakit arkkk,” Alvi harus menjerit saat Rangga menarik paksa rambut Alvi.


“buk,” Rangga melepaskan Alvi dengan kasar.


setumpuk rambut Alvi ada di tangan Rangga, bukti kalau Rangga menarik paksa rambut Alvi.


Rangga menuangkan anggur merah tersebut di wajah Alvi.


“aku pikir kau wanita kuat, ternyata kau wanita lemah.”


“seekor kambing tidak akan pernah bisa masuk kedalam kandang harimau.”


“jika dia berhasil masuk, mustahil dia akan keluar,” entah apa yang Rangga bicarakan.


Alvi masih kesakitan.


“berdiri,” perintah dari Rangga.


Alvi tidak sanggup berdiri lagi.


mencoba bangkit dengan tangan kirinya.


mengambil sebuah kursi Rangga duduk di depan Alvi.


“plak!!!,,” tamparan dari Rangga.


Alvi kembali terjatuh kelantai.


Rangga menuangkan anggur kedalam gelas, kembali meminum nya.


“jika aku tidak berhenti meminum anggur, aku akan mabuk.”


“dan jika terjadi sesuatu kepada mu, aku tidak akan tanggung jawab.”


Rangga sangat menikmati miras nya.


“kenapa kalian mengangu kehidupan kami, padahal kami berdua tidak menggangu kalian,” suara Alvi mulai kembali.


“hahaha,” Rangga tertawa.


“lelucon apa yang kau bicarakan hah,” Rangga kembali menuang anggur ke rambut Alvi.


sekarang kondisi Alvi benar benar babak belur, rambutnya acak-acakan, wajah Alvi memerah akibat tamparan dari Rangga.

__ADS_1


di leher Alvi terdapat bekas cekikan dari Rangga.


kepala Alvi sangat berat.


seperti itulah kehidupan Rangga dan Nathan, jika wanita tersebut menjadi pengganguran Rangga tidak segan segan untuk menyakitinya.


bukan Alvi saja, sudah banyak wanita Yang terkena tangan Rangga.


“*sakit, ”Alvi kesakitan.


“ark*”.


“Pring,” Rangga melempar gelas.


kembali jongkok di samping wajah Alvi.


Rangga menarik rambut Alvi dari belakang, kedua kalinya.


tidak ada tenaga lagi untuk melawan.


“sudah kuperingatkan agar tidak muncul lagi di depan ku, dan aku sudah lama tidak menyalurkan hasrat ku.”


“tubuhku sekarang mulai panas,” Rangga meminum terlalu banyak.


“dan kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya.”


Rangga melepaskan bajunya terlihat tubuh sispack Rangga.


apa yang ditakutkan oleh Alvi akan benar benar terjadi.


“tolong jangan,” jangan Alvi benar benar meminta ampun sekarang.


Rangga kembali jongkok, dengan cepat merobek baju Alvi dari bahu kanan.


“tuan, saya mohon,” Alvi benar benar takut sekarang.


“mohon, huh, kalian sama saja, kata maaf hanya sebuah ucapan,” Rangga tidak tau bagiamana kata maaf.


Rangga memulai ritualnya.


Rangga sudah berada di atas Alvi sekarang.


“jangan," Alvi sudah di penghabisan tenaga nya.


Rangga sudah menggunci kedua tangan Alvi diatas kepala.


“saya mohon jangan,” Alvi benar benar meminta.


“huh, aku tidak punya belas kasihan, dan kau tau, sekarang kau membuat ku tergoda,” akibat terlalu mabuk Rangga sudah tidak dapat mengontrol nafsunya.


“saya mohon jangan, saya aaa,akan menuruti kemauan anda, asalkan jangan anda lakukan,” jika Alvi tidak bisa membujuk Rangga, sudah pasti kehormatan nya malam ini akan terenggut.


Rangga mendekatkan wajahnya ke telinga Alvi.


“fuu’’’’!” Rangga meniup telinga Alvi sekarang.


“apa ini sebuah lelucon,” mendengar permohonan dari Alvi.


Rangga memulai ritualnya, menelusuri leher Alvi.


seketika tubuh Alvi kejang tidak bisa digerakkan, sensitif akibat gerakan dari Rangga.


“sekarang aku sudah tidak tahan lagi, dan kau sekarang memohon agar aku tidak melakukan nya,” Rangga masih bermain.


sebuah tanda merah sudah Rangga buat.


“huh,” tertawa kecil.


“mulai sekarang kau adalah milikku, jangan harap kau bisa lari, jika kau lari aku tidak akan segan-segan untuk merebut apa yang kau lindungi.”


kesepakatan terjalin.


sekarang Alvi harus menuruti apapun keinginan dari Rangga.


Rangga berdiri kembali memakai jas nya.


“mulai sekarang kau adalah boneka ku,” Rangga berjalan keluar.


semua itu adalah akting Rangga agar membuat Alvi takut dan trauma, begitulah permainan Rangga selama, ini.

__ADS_1


sementara 2 lagi entah apa yang terjadi diantara mereka berdua.


__ADS_2