Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```menegangkan```


__ADS_3

“kita pulang aja,” Dean dan Alvi tidak jadi masuk kedalam sekarang.


“ya udah, perasaan ku juga ga enak,” Dean dan Alvi memilih keluar dari tempat tersebut.


mereka berdua ingin masuk lift.


namun, seseorang keluar dari lift.


glek, Alvi dan Dean sangat kaget melihat siapa yang keluar dari lift.


mereka adalah Nathan dan Rangga.


Nathan hanya menatap mereka berdua.


Nathan langsung berjalan melewati Dean dan Alvi.


“silahkan nona masuk kedalam,” ucap Rangga.


“deg, deg, deg,” jantung Dean dan Alvi berdegup sangat kencang.


“astaga, kenapa mereka tiba-tiba muncul di sini.”


Alvi benar benar kaget sekarang.


Rangga langsung masuk kedalam.


Dean dan Alvi tercengang, mereka berdua seperti orang tersetrum sekarang.


“De, sekarang gimana.”


“gua juga ga tau Vi, jantung gua mau berhenti,”Dean mengatakan apa adanya.


Dean dan Alvi tidak tau apa yang akan mereka lakukan sekarang.


bagaikan di sambar petir, mereka berdua mendapat nasib sial.


Dean membuka pintu, mereka berdua masuk.


Dean dan Alvi sudah menebak, di ruangan tersebut bukan hanya mereka tapi ada yang lain.


ruangan untuk kelas atas , yang dilengkapi kedap suara.


“astaga,” melihat wanita seksi bersama pria sedang bercumbu, serasa membuat Dean muntah.


“bajingan sialan, sudah kuduga mereka akan membawa kami ke tempat menjijikan seperti ini.” Alvi sudah menebak.


“huek,”Dean ingin muntah, wajah nya mulai pucat.


bau alkohol menyengat hidung Dean sampai keubun ubun.


“kau tidak apa-apa,” Alvi sangat khawatir dari tadi.


“tidak tidak usah khawatir, kepala ku hanya sedikit pusing, mencium bau alkohol menyengat.”


Nathan sudah menunggu di meja bersama Rangga.


Dean dan Alvi berjalan perlahan lahan mendekati Nathan.


“se, se, selamat malam tuan,” ucap Dean takut.


Dean dan Alvi langsung duduk.


“kenapa dia terus menatap ku,” Alvi sadar kalau Rangga terus menatap tajam ke arah dirinya.


meja yang sedang diduduki oleh Nathan, adalah meja khusus, tidak ada seorangpun disana.


saking luasnya tempat tersebut , Nathan mempunyai tempat khusus sendiri di ruangan itu.

__ADS_1


“tuan Nathan, sudah lama anda tidak kunjung kesini,” seorang wanita seksi mendekati Nathan.


“apa anda sedang bosan,”jilatan jijik dari wanita tersebut.


“atau malam ini tuan ingin bersenang-senang,” bukan hal tabu dalam ruangan tersebut tentang bebas.


seperti barang jualan, siapapun dapat memilih.


“*astaga, apa yang telah aku lakukan, ternyata dia pria semenjijikan ini, ”Dean benar tidak sanggup lagi berada dalam ruangan tersebut.


“pria biadab,” kebencian Dean semakin mendalam terhadap Nathan*.


sementara Nathan baru memulai permainan nya.


“*huh," tersenyum menyeringai.


“wanita seperti mu, pasti tidak pernah mengenal dunia bebas, dunia malam.”


“kau akan kubuat semakin membenci ku, kau akan kubuat seperti kucing ku sekarang*.”


Nathan sangat senang sekarang.


“jika tuan mempunyai mainan nya sendiri, sepertinya aku harus memiliki nya juga,” Rangga mulai tertarik dengan Alvi sekarang.


seorang wanita duduk di samping Nathan sekarang, Nathan melilitkan jari telunjuknya di rambut wanita tersebut.


“*ternyata benar mereka pria yang menjijikan, mau bagaimana lagi, bubur sudah menjadi nasi,”Dean tidak tau apa yang akan terjadi dengan kehidupannya.


“bagiamana sekarang apa yang harus aku lakukan,” pikiran Dean sudah tercemar sekarang.


“dasar pria bajingan mereka sudah membuat Dean dan aku ternodai,” Alvi sempat bergaul dengan dunia gelap.


“semua wanita yang ada disini adalah Pelacur,” batin Alvi*.


Dean dan Alvi harus melihat pemandangan yang seharusnya tidak mereka lihat.


Dean sudah bisa menebak, kalau dirinya akan menjadi sebuah permainan.


“*bagiamana sekarang, apa yang harus kupilih,” Dean tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang.


“apa aku tandatangani kontrak ini saja, arkh tapi jangan,” Dean tidak bisa menghindar lagi, namun dirinya juga tidak mau mengikuti kemauan Nathan*.


pelayan datang, membawa gelas minuman.


“serahkan dokumen itu,”satu kata dari Nathan.


Nathan masih asik bermain dengan wanita di sampingnya.


sementara Dean dari tadi menunduk tidak berani bertatapan dengan Nathan.


Dean baru kali ini ketempat bebas.


“apa kau tuli hah,” Nathan menaikkan volume, membuat Dean kaget.


“ba...baik tuan,” Dean mengeluarkan dokumen tersebut.


dengan tangan gemetar.


Nathan menerima berkas tersebut.


“bak,”Nathan melempar berkas tersebut ke depan Dean.


membuat Alvi dan Dean sangat terkejut.


“apa kau mau mempermainkan ku, berapa kali sudah kubilang, jika kau ingin bermain dengan ku, jangan harap hidupmu bisa tenang,” Nathan dalam mode kejam sekarang.


nyali Alvi mulai menciut.

__ADS_1


bahkan wanita di samping Nathan terlihat gugup bergetar ketakutan.


“saya tidak menyetujui nya tuan,” nada kecil Dean, Dean berterus terang sekarang.


“bagus Dean, kau harus melawan nya, jangan sampai kau ditindas,”Alvi belum mendapat giliran nya.


“huh,”Nathan tersenyum licik.


“aku tidak mengulangi kata-kata kedua kalinya.”


“tanda tangani kontrak itu, atau kau akan kubuat menderita.”


“bagiamana ini,” Dean sudah tidak tahan lagi, kepalanya sangat pusing ingin muntah.


“De, kamu ga papa,”Dean mulai memucat.


“maaf tuan, anda tidak bisa memaksa apa yang ingin dia pilih,”Alvi langsung menyela sekarang.


“kau urus saja urusan mu sendiri nona,” Rangga tidak tinggal diam juga.


Rangga menyerahkan berkas ke Nathan.


“bak, bak,”Nathan langsung melempar tepat di wajah Dean.


“baca,” satu kata dari Nathan.


“cih dasar pria sialan, awas saja kau ya,”Alvi sangat marah sekarang.


“apa yang harus aku lakukan sekarang ,” Dean sangat pasrah.


“jika aku bermasalah disini, sudah pasti perusahaan lain tidak akan ada yang ingin menerima ku.” batin Dean.


Dean sudah tau, kalau siapapun yang bermasalah di Perusahaan Nathan, dia tidak akan ada tempat pekerjaan untuk dia.


karena siapapun yang bermasalah, langsung dimasukkan kedalam daftar hitam.


dan satu perusahaan pun tidak akan pernah mengontrak dirinya.


“aku tidak pernah bermain main dengan kata kata ku, siapapun yang tidak menuruti apa yang aku katakan, aku akan membuat dia menderita.”


Nathan menatap wanita di sampingnya.


“siapapun itu,” sambung Nathan.


ark, tiba tiba wanita di sampingnya menjerit.


“maaf tuan, maafkan saya,” wanita di samping Nathan menangis kesakitan.


Dean dan Alvi baru melihat kekejaman Nathan.


„jadi jangan main-main dengan ku,” tatapan tajam, dan membunuh dari Nathan, benar benar menusuk jiwa Dean sekarang.


Nathan melepaskan genggamannya.


Nathan meminum air didepannya.


begitu juga dengan Rangga yang tidak bergeming sedikitpun seolah olah tidak terjadi.


Alvi ingin segera membalas lemparan Nathan, namun jika dia melakukannya, mereka tidak akan bisa pulang malam ini.


glek, Dean mengalir air matanya.


Dean benar benar tidak percaya sekarang.


“ kenapa de,” melihat Dean yang menangis.


“tidak mungkin, ini semua bohong anda sudah membohongi saya,” Dean benar benar tidak percaya sekarang.

__ADS_1


Alvi langsung merebut apa yang dibaca Dean.


__ADS_2