Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```baru saja dimulai ```


__ADS_3

Sebuah ide terlintas di otak Dean.


hari ini Dean keluar lebih awal dari biasanya, Dean sekarang bersama Alvi di sebuah restoran, makan, minum sambil mencari solusi dari masalah yang terjadi.


“gini Vi, gimana kalau gue minta ke dia kalau restoran lo, jadi lebih maju dari dulu.”


“lo tau kan apa yang tidak bisa dilakukan oleh monster itu,” kata Dean.


“jadi kita tuker keuntungan aja, yang pasti gua ga akan bisa lari dari dia, meskipun gua memikirkan cara apapun,” Dean sudah menyadari kalau dirinya tidak bisa lari genggaman tangan Nathan.


“bener juga tuh, tapi gue kasihan sama lo de , gua ga tega, lo udah tau kalau pria dingin itu kejam, jika dia berbuat sesuatu kepada lo gimana nanti.”


bukan Alvi saja, Dean juga mengkhawatirkan keadaan dirinya, jika sudah terikat dengan Nathan.


“sebenarnya apa yang dia inginkan dari gue, ni liat.”


“gua ga pernah penampilan dandan di depan orang lain selain lo, penampilan gua culun pakai kacamata, terus gua gak punya temen.”


“lah si Presdir itu, kenapa milih gua untuk menjadi kekasih kontrak nya, padahal dia bisa saja mengencani wanita cantik lain diluar sana.”


satu sisi Dean bingung sangat heran kenapa orang sekaya raya, berwibawa di segani oleh semua orang, memilih orang berpenampilan seperti dirinya.


“gini, kita gak tau apa yang dia inginkan, gimana kalau lo setuju aja,” ucap Alvi, satu sisi Dean adalah wanita sangat polos.


“huem setuju,” Dean sedang memikirkan sesuatu.


“kalau gua,” sambung Dean.


sedangkan Alvi tidak tau harus apa lagi sekarang.


“setuju dengan kontrak apa lah itu, sama aja gua nyerahin diri gua ke kandang harimau.” Dean sangat bingung sekarang.


“maaf, bukan untuk nakutin lo sih, biasanya orang seperti dia, pergaulan mereka bebas, mereka sering bertemu di bar saat malam,” ucap Alvi menjelaskan.


“jadi kenapa gua khawatirin lo sekarang, gua takut lo kenapa napa Dean.”


“kapan kalian bertemu.”


“malam ini, tapi asisten Rangga belum mengabari ku sampai sekarang.”


“memang nya dimana kalian bertemu.”


“di hotel, purnama jaya, tapi gua ga tau pukul berapa,” Dean masih menunggu kabar dari Rangga.


“apa...! purnama jaya,” Alvi terkejut mendengar hotel yang disebut oleh Dean.


“ada apa Vi..?” Dean bertanya serius melihat tanggapan dari Alvi.


“hotel itu hanya kelas VIP yang boleh masuk, termasuk papah juga disana.”


“penjagaan sangat ketat, sehingga orang orang biasa tidak boleh memboking ruangan di hotel tersebut.”


“hotel itu juga tempat penginapan turis, tamu VIP, tamu luar negeri,” Alvi sedikit mengetahui tentang tempat yang disebutkan oleh Dean.

__ADS_1


“dan yang paling parah disana, lo tau gak,” tatapan serius dari Alvi.


“gak...'”apa Vin.


“disana tempat para hidung belang bebas melakukan apa saja, di hotel itu juga menyewakan wanita malam, khusus untuk melayani tamu VIP itu.”


“apa....!”, Dean kaget ,bulu kuduk Dean bergendik ngeri.


glek, Dean menutup mulutnya tidak percaya.


sekarang nyali Dean benar benar menciut.


“jadi aku harus bagaimana sekarang,” Dean benar benar takut sekarang.


“aku juga khawatir, motif dia sebenarnya apa.”


Dean benar benar takut sekarang.


“vi apa yang harus gue lakuin sekarang," Dean tidak tau apa yang harus dia katakan sekarang.


“gini deh, nanti malam kita pergi berdua, biar aku yang bicara, aku akan berterus terang saja bertanya.”


“dan ingat ini Dean, gue orang yang pertama yang gak akan biarin lo di permainkan oleh pria brengsek itu.”


“meskipun dia orang no satu, tetap gua ga akan takut de.”


“Vin, udah Vin gua gak mau lo terus dalam masuk kedalam masalah ini, gua takut lo juga kenapa napa.”


“ga papa gua bisa nyelesain masalah ini.”


“*aku tidak bisa diam saja, jika begini Alvi akan terus kena imbasnya.”


“jangan sampai Alvi terkena masalah karena diriku.”


“Alvi sudah banyak membantu ku selama ini.”


“kenapa hidup ku terus bertambah masalah,”Dean tidak tau mengapa hidup nya kini terus bertambah masalah*.


****************


“bagiamana,” tanya Nathan sedang duduk santai menyantap coffeenya.


“sudah tuan, mereka sudah menandatangani nya.”


“huh,” Nathan tersenyum licik.


“wanita itu tidak akan punya pilihan lain.”


“segera siapkan penerbangan keluar negeri, jika bisa besok sudah siap, jangan sampai dia tau.”


“meskipun dia tau, mereka sudah menandatangani nya, jadi tidak ada celah.”


“apakah anda ingin bermain sebentar tuan.”

__ADS_1


“huem, sudah lama aku tidak punya mainan baru, semenjak aku disini, tidak ada yang menarik perhatian ku.”


“tapi kali ini, wanita brengsek itu membuat ku kesal dan tertarik.”


“dia sudah keterlaluan, sekarang bukan hanya sekedar sebatas kontrak saja, aku harus mengajari nya bagaimana bersikap sopan sekarang.”


“jadi apa yang akan anda lakukan tuan.”


“tujuan ku sebenarnya hanya untuk membuat mamah percaya, tapi dia membuat ku kesal sekarang.”


“dia harus kubuat menderita, sudah lama aku tidak mempunyai kesenangan,” Nathan nampak sangat senang sekarang.


“apa yang kau pikirkan,” melihat Rangga termenung Nathan merubah topik pembicaraan.


“hah, duduk saja,” Nathan menyuruh Rangga duduk.


“akhir akhir ini emosi ku sudah terkontrol, kau sudah tau bagiamana diriku sendiri.”


“apa yang membuat mu seperti sekarang,” Rangga mulai berbicara seperti biasa.


mereka melupakan perkejaan untuk sementara.


“aku juga tidak tau, penyakit mamah juga semakin membuat ku khawatir.”


“aku takut kehilangan dia.”


“trauma kehilangan papah membuat kondisi ku sangat buruk, jika sampai mamah meniggalkan ku, aku tidak tau apa yang akan terjadi kepada diriku sendiri.”


“aku sudah mengenal diri mu sejak lama, kau teman kecil ku Nathan, sakit derita yang kau rasakan tidak sebanding dengan pendirian ku.”


“meskipun kita mempunyai masa lalu yang suram, kita harus tetap berdiri kuat Nathan.”


“jangan sampai membuat mu goyah, di belakang kita masih ada beberapa orang yang siap menikam kita kapan saja.”


“kau hanya mempunyai ibu mu, satu satunya orang yang sangat kau cintai.”


“sedangkan aku sendiri sudah tidak memiliki orang tua, hanya mempunyai adik perempuan, yang sangat kucintai sekarang.”


“jadi tidak ada yang bisa membuat kita goyah Nathan.”


“jika kita tidak bersikap kejam, seseorang dapat dengan tegas mengacungkan jari kearah kita berdua.”


“hah kau benar, kita masih belum menemukan kebahagiaan, jadi kita akan tetap seperti ini sekarang.”


“pria yang dikenal kejam, dingin tidak punya perasaan,” itulah Nathan yang di kenal selama ini.


“tidak ada yang bisa dipercaya di dunia ini sekarang,” Nathan tidak percaya kepada siapapun selain Rangga.


karena Nathan punya sebuah masa lalu pahit.


begitu juga dengan Rangga, namun dalam masalah emosional, Rangga lebih pintar mengatur pikirannya.


“huem, permainan baru saja di mulai, aku tidak peduli siapapun itu, bagaimana nasibnya, jika itu membuat ku senang aku akan tetap melakukan nya.”

__ADS_1


belas kasihan Nathan sudah di tutup rapat, Nathan tidak akan memandang seseorang.


kaya, miskin, ataupun dia lemah, jika Nathan mulai tertarik Nathan akan memutar dadu permainan.


__ADS_2