
Seorang wanita muda keluar dari kapal penerbangan.
dia membawa sebuah tas, dan sebuah koper.
hah, menghirup udara baru.
di mana kak Rangga, melihat kiri kanan tidak ada kehadiran Rangga.
cit,,,, suara rem mobil.
aku sedikit terlambat, Rangga melihat jam tangannya.
di mana dia, dasar anak keras kepala membuat ku repot saja, sudah kubilang biar aku yang menjemput nya.
dia tetap ngotot naik pesawat sendiri, kenapa dia datang sepagi ini, padahal Rangga sendiri mempunyai kesibukan di kantor.
ara..! melihat adik semata wayangnya, membuat ekpresi Rangga sangat senang bahagia.
Rangga berjalan, dia sekarang sudah ada di samping ara.
namun Ara belum sadar, Ara masih duduk santai menunggu kedatangan Rangga.
apa kau hanya mau duduk, tanpa menyapa kakak mu ini, tegur Rangga melihat adik nya.
Ara terkejut mendengar suara siapa di belakang nya.
kak Rangga, melihat ke samping.
Ara terkejut langsung berdiri memeluk Rangga.
Rangga harus mundur kebelakang karena Ara lompat tiba tiba.
hei apa yang kau lakukan, ucap Rangga.
Ara kagen banget sama kakak, Ara ga mau tinggal sendiri lagi, ara tidak melepaskan pelukannya erat nya.
hubungan antara adik kakak yang sangat erat.
Rangga membalas pelukan Ara.
hei jangan bertingkah seperti anak kecil, sekarang aku akan selalu bersamamu, okey, jangan takut lagi.
sisi Rangga yang tidak pernah Rangga tujukan kepada siapapun.
Rangga memeluk erat adik semata wayangnya, yang sangat Rangga sayangi.
kenapa selama ini kakak tidak pernah ada waktu untuk ku, ara selalu sendirian, kakak selalu tidak punya waktu, wanita cantik itu menangis sekarang.
apa kau tidak malu di lihat oleh orang orang sekarang, Rangga melepaskan pelukannya.
memegang kedua bahu Ara.
kau sudah tumbuh besar sekarang ya, kau hampir setara dengan ku, Rangga mengukur tinggi badan Ara dengan tangan.
sudah lah Ara cape, mau istirahat.
kau tau, kau semakin cantik Dan dewasa saja, aku jadi suka dengan mu, Rangga memegang dagu Ara.
apaan sih, jangan ngawur, menepis tangan Rangga.
wajah Ara memerah sekarang.
hahaha, apa kau malu, hei tuan putri, ingat sekarang tidak akan ada yang boleh menyentuh mu sedikit pun.
siapa pun yang menyentuh ratu ku yang satu ini, dia tidak akan bisa hidup tenang selamanya.
__ADS_1
dasar kau, ara kehabisan kata-kata dengan saudaranya yang satu ini.
selama ini Ara hanya berbicara dengan Rangga lewat telpon dan vc.
kini Ara sangat bahagia bisa memeluk kakaknya, Ara sendiri tidak tau apa yang harus dia lakukan.
kau sudah tumbuh besar, Rangga sangat senang sekarang.
namun Rangga tidak boleh lengah sedikit pun.
Ara mengandeng tangan Rangga.
hei jangan memegang ku begini,melepaskan tangan Ara, meskipun Ara sendiri adalah adik kandungnya.
Rangga grogi dengan adik nya sendiri.
ouh jadi kakak begitu, Ara udah jauh jauh kesini, 3 tahun lebih ga ketemu sama kakak, Ara mulai marah sekarang.
hei bukan begitu, Rangga menarik tangan Ara yang mau berjalan sendiri.
mereka berdua bertatapan, sedangkan Ara tidak berani menatap kearah Rangga.
cup, ciuman hangat di kening Ara, membuat wanita 16 tahun ini gugup.
ish, apa apaan sih kak, jijik, Ara tidak apa apa harus dia katakan lagi.
serasa waktu tidak akan pernah habis untuk nya bercerita.
hahaha Rangga tertawa, Rangga dingin, tidak berekspresi dan kejam, sekarang tidak ada.
Rangga benar sudah lulus sekolah akting.
kak CEO dimana kak, tanya Ara.
dasar anak ini.
aww, apaan sih, Ara kesal dengan perlakuan Rangga.
jangan banyak bicara, Rangga heran dengan adiknya.
pasalnya semua orang takut dengan Nathan, sedangkan Ara tidak takut sama sekali.
ya udah, kak Ara cape, Ara mau istirahat, mereka berdua masih di bandara.
kita pulang sekarang, apa kau tidak membeli sesuatu dulu, tanya Rangga.
tenaga ku sudah lemas sekali, Ara bersender di lengan Rangga.
kau sudah besar, jangan bersikap seperti anak kecil lagi, ucap Rangga risih dengan ara.
namun Ara tidak menggubris nya.
*sepertinya aku harus menyuruh wanita itu untuk menjaga dan menjadi teman Ara.
tidak ada satupun yang dapat di percaya sekarang, Rangga mempunyai sebuah ide baru*.
melihat wajah ceria adiknya, Rangga cemas sekarang.
yang Rangga takuti adalah tidak dapat menjaga Ara.
selama ini Ara sendirian di luar negeri, dan di jaga oleh anak buah Rangga sendiri 24 jam.
Ara sendiri tidak punya kebebasan untuk bermain dengan teman sebaya nya.
dasar kau ini, melihat Ara yang sudah tertidur. Rangga kembali merubah ekpresi nya, ekpresi tajam, dingin ingin membunuh.
__ADS_1
****************
kejadian semalam membuat goncangan besar bagi jiwa Dean dan Alvi.
Alvi sendiri baru pertama kali trauma dengan apa yang telah Rangga lakukan padanya.
jika mengingat apa yang terjadi, tangan dan sekujur tubuh Alvi bergetar berkeringat ketakutan melihat Rangga yang sebenarnya.
awww, tangan Alvi di perban karena terkilir akibat Rangga.
apa yang harus aku lakukan sekarang, hidup ku sudah terikat dengan pria kejam itu.
Alvi tidak berani untuk membantah permintaan Rangga lagi.
bagaimana dengan keadaan Dean, sampai sekarang dia juga belum pulang.
apa yang sudah terjadi padanya, Alvi sangat khawatir dengan keadaan Dean.
semalam, dirinya diantar oleh anak buah Rangga ke rumah.
tangan Alvi juga sudah di obati.
sementara Dean, tidak kembali, dan Alvi tidak tau apa yang terjadi pada Dean, dan dimana Dean berada.
semoga saja mereka tidak melakukan hal yang tidak senonoh terhadap Dean, Alvi tidak bisa bergerak sekarang.
keberanian Alvi total hilang, baru kali ini Alvi bertemu dengan orang yang sekejam Rangga.
hanya tangan kiri saja yang dapat digerakkan.
Alvi berdiri di depan kaca.
mengingat bekas jari Rangga masih ada di leher nya, melihat dirinya yang sekarang.
Alvi sudah tidak punya harga diri lagi.
****************
sementara itu, rencana Nathan sudah berhasil di lakukan.
sekarang Dean dalam genggaman dirinya,. Dean tidak akan bisa lari lagi.
Rangga mempunyai kartu as, yaitu orang tua Dean.
kok Dean belum menelpon kita sampai sekarang ya mah, kita sudah sampai beberapa jam yang lalu.
malam pertemuan Dean dengan Nathan, Nathan sudah menyiapkan penerbangan.
sekarang mereka bertiga sudah sampai dan di sambut dengan sopan.
perasaan mamah juga ga enak, entah apa yang Suryani khawatirkan sekarang.
kenapa mah, tanya putri kakak Dean yang pertama.
sementara ayah Dean tertidur lelah.
gak tau perasaan mamah ga enak dari semalam, coba kamu telpon Dean sekali lagi.
dari tadi putri menelpon Dean, tetapi nomor Dean tidak aktif.
ya sudah, biar putri aja yang urus, mamah istirahat yah, firasat seorang ibu adalah mutlak.
jika seorang ibu sedang khawatir terhadap anaknya, pasti telah terjadi sesuatu yang tidak enak.
Dean sendiri belum ada jejak di mana keberadaan nya.
__ADS_1
apa yang sebenarnya sedang kau lakukan Dean, putri sendiri sebagai kakak Dean juga khawatir.
putri sudah mencoba bertanya, namun pegawai disana tidak ada yang tau tentang Dean.