Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```hubungan Dean dan Nathan```


__ADS_3

“arakh kepalaku,” Dean memegang kepalanya sakit.


Dean sudah terbangun, semalam Dean pingsan dan mabuk, meskipun Dean tidak meminumnya, tapi bau menyengat alkohol menusuk urat saraf Dean.


Dean masih pusing, mengumpulkan kesadarannya.


“dimana ini,” Dean sedang melihat kiri kanan.


“sepertinya bukan di rumah sakit,” melihat ruangan mewah seperti kamar.


“ini dimana,” Dean duduk.


kepalanya benar sakit, banyak masalah yang membuat pikiran nya stres.


“dimana ini,” Dean mulai khawatir tidak mengetahui dimana dia berada.


“Alvi, dimana Alvi,” Dean mengingat Alvi.


ruangan luas, mewah dan sangat rapi, perpaduan warna putih membuat kamar tersebut sangat elegan.


Dean turun.


“ark,” hampir terjatuh.


Dean melihat ada makanan yang sudah terhidang di samping kasur yang dia tiduri.


“arhhh,” melihat pakaian nya berganti, Dean menjerit.


“siapa yang mengganti pakaian ku,” melihat pakaian yang dia pakai semalam tidak melekat di tubuhnya.


“astaga,” Dean terkejut dengan kebenaran.


“brak,” Dean terjatuh.


“apa jangan jangan aku, sudah,” pikiran Dean melayang terlalu jauh sekarang, Dean tidak bisa berpikir jernih.


“tidak mungkin,” Dean teringat wajah Nathan sekarang.


Dean tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kepada dirinya.


Dean menunduk.


“apa dia sudah bangun,” tanya Nathan.


“belum tuan.”


“dasar wanita sialan, enak sekali kau tidur di rumah ku,” Nathan langsung naik keatas.


“cekrek,” pintu di buka oleh Nathan.


sedangkan Dean yang terjatuh di lantai, terkejut mendengar pintu di buka oleh seseorang.


“deg,” Dean perlahan mundur melihat Nathan yang masuk kedalam.


“enak sekali kau tidur di kasur ku,” Nathan masuk kedalam.


“kau, jangan mendekat,” Dean langsung naik marah.


Nathan berhenti, seketika melihat perubahan Dean.


“apa kau sudah gila,” Nathan heran.

__ADS_1


Dean ketakutan sekarang melihat Nathan.


Nathan mendekat, merasakan ada yang aneh dengan Dean.


“apa dia sudah gila,” melihat sikap Dean seperti orang gila.


jangan mendekat, jangan, pergi dari sini.


“kau sudah gila...!”bentak Nathan marah.


“pergi dari sini, dasar kau pria ba**j**n ,” Dean tidak mengontrol dirinya sekarang.


“dasar wanita gila,” Nathan mendekat.


“pergi dari sini,” tiba tiba saja Dean menangis.


“kenapa kau merusak hidup ku, apa salah aku sehingga kau menyiksa ku,” Dean mulai mengeluarkan masalah nya sekarang.


“astaga apa wanita ini sudah gila,” Nathan mendapatkan masalah baru.


Nathan duduk di sofa, melihat apa yang sudah terjadi dengan wanita mainan baru nya itu.


“kenapa kau memasukkan ku kedalam hidup mu, apa yang kau inginkan dari ku, wanita miskin tidak cantik.”


“apa kah tidak ada wanita lain di dunia ini.”


“hah,” Nathan memegang kepala nya pusing.


“sekarang kau sudah menghancurkan hidup ku, kau membuatku seperti boneka, dan sekarang kau sudah merenggut sesuatu yang berharga dari ku.”


“dia benar benar sudah gila,” Nathan masih menyimak.


“jika kau ingin membuat ku seperti mainan tidak apa, tapi sekarang kau sudah merenggut sesuatu yang berharga dari ku,” Dean masih menangis.


Dean mengatakan kalau Nathan mengambil sesuatu yang berharga dari Dean.


“dasar kau monster, kau pria kejam.”


Nathan jongkok di depan dean, Nathan sudah geram.


serasa ingin menampar Dean sekarang.


memegang dagu Dean dengan keras.


“hei wanita gila, apa yang aku ambil dari mu,” Nathan geram sekarang.


“kau membuat ku seperti boneka, dan sekarang keluarga kau ancam, sekarang diri ku sudah tidak punya harga diri lagi.”


“kau sudah memperkosa ku,” Dean sangat terpukul dengan fakta dengan dirinya.


“memperkosa,” wanita ini benar sudah gila, kapan aku memperkosa nya, Nathan bingung.


Nathan berpikir sebentar kenapa Dean berpikir kalau dirinya seorang pria menjijikan yang tega memperkosa seorang wanita.


Nathan sekarang tau, kenapa wanita di depannya nya itu, mengatakan kalau dia telah melecehkan dirinya.


“*dasar wanita bodoh, rupanya dia salah paham, dia pikir aku pria secabul itu.”


“aku ini pria terhormat meskipun di kelilingi dunia gelap*.”


satu sisi Nathan marah jika ada yang mengatakan kalau dirinya, pria menjijikan dan tidak bermoral.

__ADS_1


“*dia berpikir aku yang mengganti pakaian nya, dan dia terlalu berharap.”


“kalau diriku meniduri nya," Dean berpikir kalau dirinya telah di tiduri oleh Nathan.


“dasar wanita bodoh, dia pikir aku tertarik dengan tubuh nya*.”


ternyata yang mengganti pakaian Dean bukan lah Nathan.


Nathan hanya menyuruh untuk mengantikan pakaian kotor Dean.


“tapi tidak apa apa,” sekarang Nathan mempunyai ide baru.


“kau tau apa akibatnya sekarang, jika kau melawan aku akan melakukan lebih dari pada ini.”


sekarang turun dan makan, jangan salah pikir.


“aku tidak memperdulikan diri mu, tapi aku tidak mau kau jadi beban untuk ku, jadi kau harus jaga diri mu.”


Nathan tidak mau kalau Dean sampai sakit, jika sampai Dean kenapa kenapa membuat dirinya terbebani.


“waktu mu 15 menit, aku tidak punya waktu untuk menunggu, jika terlambat kau tau akibat nya.”


Nathan langsung keluar.


nasib yang tidak terduga, malam ini Dean tidur di kamar Nathan, seperti seorang kekasih.


namun kenyataannya tidak, Dean hanya sebagai tempat kesenangan Nathan.


begitulah Nathan, memberikan kesenangan sambil membuat orang itu sengsara.


“dia pikir aku akan mencoba tubuhnya, cih wanita sialan,” Nathan kesal.


“hah,” kenapa Rangga lama sekali.


“jika anak itu ada disini, pikiran ku tambah berat,” Ara yang di maksud oleh Nathan.


“jadi selanjutnya aku harus menyusun cara agar wanita itu dapat mengelabui mamah untuk sementara waktu."


“sebelum mamah meminta hal yang lain,” Dean hanya barang sementara agar mamah Nathan tidak mengurusi urusannya lagi.


selama ini Mery selalu membuat Nathan repot , pasalnya wanita paruh baya itu selalu merencanakan perjodohan Nathan.


sedangkan Dean, kini dirinya benar terpukul dan tidak punya tujuan untuk kembali bangkit.


“bagiamana dengan papah dan mamah,” tiba-tiba Dean teringat kepada orang tuanya.


“apa mereka baik baik saja, nasib ku sudah sial, untuk apa aku memikirkan diri ku lagi,” Dean tidak ingin memikirkan dirinya lagi.


Dean telah lepas tangan, terserah apa yang akan terjadi pada dirinya.


“yang penting mamah papah, intan, mereka harus baik baik saja, mereka tidak bersalah.”


Dean teringat kepada keluarga nya sendiri sekarang, Dean tidak ingin kalau gara gara diri nya, membuat keluarga nya merasakan penderitaan.


dengan langkah gontai Dean berjalan ke kamar mandi, ekpresi Dean tidak seperti dulu lagi.


bagaikan burung yang hilang arah tujuannya, itulah nasib Dean sekarang.


di sinilah permulaan kehidupan Dean dengan Nathan, entah apa yang yang akan terjadi dengan hidup mereka berdua.


begitu juga kisah hidup Rangga dengan Alvi, untuk melengkapi cerita kehidupan Dean dan Nathan.

__ADS_1


kisah Rangga dan Alvi baru saja di mulai.


__ADS_2