
“hah belanjaan ku sudah banyak.”
“belanjaan segitu apa belum cukup,” Dean tidak tau apa yang harus dia katakan.
“hahaha, sebenarnya sih belum.” Alvi sudah meletakkan semua nya di bagasi mobil.
tidak muat dalam bagasi.
akhirnya Alvi memasukkan barang barang ke bangku belakang.
“apakah kau memborong semua kedai di dalam mall,’ sangat heran dengan belanjaan Alvi.
“kau tau, para pekerja di mall sangat senang jika aku sudah datang, mereka tau kalau aku memborong semuanya.”
“dan mereka sangat...”
“jika kau tidak segera naik, aku akan pulang.”
“iya iya sabar napa,” Alvi masih meletakkan barang barang nya.
****************
setelah mengecek kondisi ke dokter, ternyata Mery sehat sehat saja.
“jadi sekarang mamah mau kemana lagi.”
“mamah ingin tempat perawatan, sudah lama mamah tidak terapi dan spa.”
“huem baiklah,” hanya anggukkan dari Nathan.
tidak ada bantahan dari Nathan, hari ini dia benar benar telah mengosongkan jadwal nya.
Nathan sendiri yang menyetir tidak ada yang boleh mengganggu nya sekarang.
***************
“jadi kita mau kemana lagi.”
“yang namanya cewek tuh harus lengkap, jadi belanja udah, sekarang waktunya kita perawatan wajah.”
“huem boleh juga.”
“oke gas kan.”
“dimana kita melakukan nya.”
“huem aku denger ada tempat yang bagus untuk perawatan di sana juga terdapat spa, perendaman air panas.”
“banyak yang datang ke sana, selain pelayanan nya yang nyaman kualitas ga perlu di tanyain.”
“ya udah kita langsung kesana.”
“tubuh ku juga sudah lelah butuh istirahat.”
“akhir akhir ini tubuh dan otak ku sering sakit.”
“ya begitulah, semakin banyak masalah, tubuh mu juga akan semakin terbebani.”
“kau sendiri di kantor bagiamana.”
“ya posisi ku masih aman, tapi 3 hari ini gak sih apa yang terjadi.”
“menghadapi Presdir dingin itu, merupakan hal yang paling merepotkan dan melelahkan selama hidup ku.”
“apa kau dekat dengan mereka berdua.”
“ya setiap hari mereka bertemu dengan ku.”
“dan mereka hanya berbicara tentang pekerjaan saja selebihnya tidak.”
__ADS_1
“meskipun mereka berbicara tentang pekerjaan, itu membuat ku stres.”
“apakah kau sering berbicara dengan asisten Rangga,” sekarang Dean balik bertanya.
“aku tidak pernah berbicara dengan nya, dan juga dia orang yang sangat dingin.”
“sepertinya lebih kejam dari pada dari pada si bos itu.”
“kenapa kau mengetahui nya.”
“hanya firasat ku saja.”
“*bagiamana tidak aku sudah melihat nya sendiri bagaimana licik dan kejam si sekertaris brengsek itu.”
“dia sangat menjijikan, dan entah berapa wanita sudah dia tiduri.”
“bukan, entah berapa ratus wanita dia siksa dan tiduri, aku tidak bisa membayangkan nya.”
“sekarang melihat wajah nya saja membuatku sangat geli.”
Alvi sangat mengingat apa yang sudah terjadi dengan nya*.
“apa yang sedang kau pikirkan,” Dean melihat Alvi merenung sesuatu.
“sebaiknya 2 pria itu tidak ada dalam kehidupan kita.”
“ya memang benar apa yang kau katakan, hidup ku bertambah rumit saja.”
Rangga sudah menyelesaikan semua yang harus Dean pelajari nanti.
sebuah kertas sudah berisi daftar daftar sudah di kemas oleh Rangga.
suara telpon Rangga berdering.
“astaga anak ini kenapa dia terus menelpon ku.”
melihat adiknya menelpon membuat Rangga repot.
“tidak ada pilihan lain selain mengangkat telpon.”
“kenapa kau terus menganggu ku , apa kau tidak punya pekerjaan lain selain menelpon ku.”
“barang barang ku sudah ku kemas kak, mungkin 2 hari lagi aku sudah naik pesawat.”
“kau serius.”
“iya lah siapa juga yang bohong.”
“astaga anak ini, apakah dia adik ku yang sebenarnya,” Rangga heran dengan sikap keras kepala adik nya sendiri.
“Ara mengurus beberapa hal penting dulu kak.”
“kalau kau sudah siap, kakak akan menjemput mu kesana.”
“ga usah, kakak pikir aku ini masih anak anak.”
“kalau bukan anak anak, umur 15 tahun apa juga.”
“ga papa, nanti Ara naik pesawat dari sini, kakak jemput Ara di bandara okey. ” telfon langsung di matikan.
“dasar anak ini benar-benar keras kepala,” Rangga sangat kesal karena Ara mematikan telepon secara tiba-tiba.
***************
“akhirnya sampai juga, aku tidak sabar seluruh badan ku di pijit,” ucap Alvi turun dari mobil.
“sama, tulang rusuk ku sangat berat sekarang,” begitu juga dengan Dean melihat sebuah tempat yang bagus dan luas.
“oke saatnya kita spa gril.”
__ADS_1
“okey,” mereka berdua langsung ke dalam.
Nathan masih menyetir mobil , mencari tempat untuk pemerataan.
“nah di sebelah sini.”
Nathan langsung memarkirkan mobil pas disamping mobil Alvi.
“apa kau hanya menunggu di sini,” melihat Nathan masih di dalam mobil.
“untuk apa Nathan ikut kedalam, disana hanya ada para wanita.”
“siapa yang menyuruh mu masuk ke tempat wanita, di sana juga ada tempat untuk pria.”
“mamah heran dengan mu, makanya sampai sekarang
kau tidak mempunyai jodoh, merawat diri mu sendiri kau tidak becus.”
“Nathan tidak pergi ke tempat seperti ini mah, kalau mau Nathan bisa dirumah saja.”
“lagi pula kenapa mamah ingin kesini, padahal di rumah tinggal panggil pelayan. semuanya sudah lengkap.”
“diam jangan banyak tanya cepat masuk, .” bukan kepada orang lain, Mery jengkel dengan anaknya sendiri.
“merepotkan saja, ” Nathan tidak suka tempat keramaian apalagi di penuhi oleh oleh wanita.
Nathan turun dari mobil.
penampilan Nathan saja akan membuat orang orang terpana .
Dengan penampilan nya yang tinggi dan tegap, berparas cantik membuat siapa saja akan terpesona.
hanya ekspresi dan tatapan mata Nathan yang membuat semua orang merasa ketakutan.
“bawa tas mamah,” Mery menyerah nya kepada Nathan.
“hah, hah baru kali ini aku membawa sebuah tas, kehidupan ku sudah beruban drastis.”
“jangan bengong, inilah kehidupan normal, tidak seperti kehidupan mu yang hanya mengetahui perkejaan.”
“sudah lah mah, jangan menceramahi Nathan terus, Nathan sudah mau begini mamah sudah bersyukur.”
tidak akan mungkin Nathan meninggal kan pekerjaan nya, demi kepentingan yang lain.
baru kali ini Nathan mengosongkan jadwal nya untuk menemani mamah nya sendiri.
“sambil mengajari mu bagaimana saat kau punya istri nanti, setelah kau menikah nanti bukan hanya pekerjaan yang harus kau perhatikan, keluarga mu juga.”
“arkh... sangat merepotkan, ”kepala Nathan sudah pusing sekarang.
sambil berjalan Mery terus menceramahi Nathan, bagiamana harus bersikap kepada seorang wanita.
Nathan sekarang seperti anak manja yang sedang di ceramahi oleh mamah nya sendiri.
“kapan lagi membuat nya jengkel, punya anak keras kepala, susah diatur, membuat uban ku semakin bertambah.”
“iya mah, iya mah,” Nathan sudah lelah menjawab berbagai pertanyaan.
“jika aku menikah aku tidak ingin mempunyai istri seperti mamah, sangat merepotkan.”
“jangan sampai ada orang yang mengenali ku sekarang, jika mereka melihat ku begini reputasi ku bisa hancur.”
selama ini Nathan berjalan di depan, dan sekarang dia seperti seorang anak yang mengekor di belakang.
Nathan sudah berpikir agar tidak mendapat kan istri seperti mamah nya.
“silahkan tuan anda mau perawatan apa, perawatan wajah, spa pijit, atau berendam air panas,” sudah ada yang siap melayani jika kita sudah masuk kesana.
“Vi, gue keluar dulu bentar ya, ada yana ketinggalan.”
__ADS_1
“okey,” Dean kembali ke mobil ingin mengambil sesuatu.