Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```tempat mengerikan```


__ADS_3

Alvi telah memasuki tempat tersebut, tempat yang seharusnya tidak dia masuki.


bulu kuduk Alvi berdiri, melihat pria wanita berpesta didalam sana sambil meminum alkohol.


baru kali ini Alvi datang ketempat semenjijikan itu.


“sepertinya aku sedang dalam masalah,” sambil mencari keberadaan Rangga.


Alvi melihat wanita wanita memakai baju seksi untuk menarik para hidung belang.


“hei nona,” sapa seorang pria paruh baya.


“apa sepertinya kau baru datang kesini,’ tatapan menjijikan dari pria tersebut.


“apa kau mau berpesta dengan ku,” pria itu ingin memeluk Alvi.


“pak,, ”Alvi langsung menampar tangan pria tersebut dengan keras.


“dasar bajingan menjijikan, kau pikir aku ini cewek murahan,” Alvi langsung mencari tempat yang aman.


tempat dimana jika kau memasuki tempat tersebut, dengan paras dan body yang menggoda, suda ada buaya yang sedang menunggu siap menerkam.


“jika bukan karena Dean aku tidak akan pernah masuk ke tempat menjijikan ini.”


“dasar pria brengsek, jangan macam macam dengan ku.”


“sebaiknya aku keluar saja, ” Alvi mendapatkan firasat buruk.


bau alkohol yang menyengat, ditambah musik untuk bergoyang, tempat orang orang melepaskan nafsu mereka dengan bebas.


disini lah Alvi sedang terjebak.


Alvi langsung keluar tidak memperdulikan tentang Rangga.


“aku harus keluar dari sini dulu,” melewati kerumunan.


“hap,” seseorang menangkap tangan Alvi.


“sadar kalau ada yang menarik tangan nya, Alvi langsung berbalik.”


seorang pria kekar hidung mancung, sedang mabuk di depannya.


“kau mau kemana, apa kau tidak mau menemani ku malam ini.”


“ihhh,,, ’Alvi sangat jijik sekarang.


“lepas kan tangan ku, aku tidak sudi menemani bajingan seperti mu.”


pria tersebut semakin kencang meramas tangan Alvi.


“arkkk, apa yang kau lakukan lepaskan.”


“aku tidak mau tau, malam ini aku ingin tidur dengan mu,” pria mabuk tersebut semakin kelewatan.


“lepaskan,” Alvi meronta-ronta dengan kuat tenaga.


“fiuh,” hanya ada satu cara, Alvi langsung meludahi pria tersebut, kemudian menginjak kaki pria tersebut.


“cih dasar sialan kau, kau mau kemana,” hanya sedikit orang yang memerhatikan kejadian tersebut.


bagi orang disana tidak mempedulikan yang lain, hal seperti Alvi tadi sudah biasa terjadi.


disana juga tempat para pembisnis gelap beraksi.


ada yang dipaksa melakukan nya, dan juga ada yang terpaksa.


“kau tidak akan bisa kabur,” pria tersebut mengejar dari belakang.


Alvi lari menabrak orang orang yang menghalanginya.

__ADS_1


“aku harus segera keluar,” Alvi sekarang sedang dalam masalah.


Alvi ketakutan melihat tatapan menjijikan dari Pria tersebut.


“jika aku tidak keluar dari sin, hidup ku akan berakhir,” raut Alvi menandakan kalau dia butuh bantuan.


melihat kebelakang, dan buk Alvi menabrak seseorang.


“astaga,” Alvi terjatuh ke lantai.


“hah,,, ternyata kau, mau apa dia mengikuti ku dari tadi.”


yang ditabrak oleh Alvi adalah Rangga.


arh,,,kaki Alvi sakit.


“siapa yang ku tabrak tadi.” Alvi melihat seseorang berdiri , hanya punggung pria tersebut terlihat.


“siapa kau, minggir aku tidak punya urusan dengan mu, aku ingin wanita itu,” ternyata Rangga lah yang menghadang pria yang mengejar Alvi.


Rangga meletakkan tangannya kiri nya di atas bahu pria tersebut.


“buk, buk, buk.” 3 tinju langsung ke perut pria mabuk tersebut, dan langsung tersungkur.


tidak ada yang memperdulikan, mereka sibuk dengan kenikmatan masing masing.


Rangga membalik badan.


mata Alvi bergetar.


“apa,,dia dia, ”Alvi ketar-ketir sekarang.


Rangga tersenyum mengerikan, langsung menarik tangan Alvi.


“ark,,, tangan ku,” Alvi tidak punya pilihan Rangga menarik tangan nya dengan kuat.


Rangga masih meregam pergelangan tangan Alvi.


“ark,,sakit,”lepaskan apa yang kau lakukan cepat lepaskan tanganku,” tenaga Alvi jauh berbeda.


“diam,”'bentak Rangga.


Alvi terkejut syok.


“kalau kau tidak diam, akan aku panggilkan 5 pria mabuk seperti pria yang mengejar mu tadi,” ancam dari Rangga membuat Alvi terdiam takut.


air mulai keluar dari ujung mata Alvi.


“sakit,” tangan Alvi sangat sakit.


Rangga terus menarik Alvi membawa nya ke sebuah kamar mewah.


Alvi sadar dia sedang dalam bahaya besar.


“kau mau membawa ku kemana,” Alvi tau kalau sekarang dia ada di dalam masalah sangat besar.


sampai di lantai 5.


Rangga terus membawa tangan Alvi dengan keras.


“cih, lepaskan,” Alvi dengan sekuat tenaganya, namun tangannya sangat sakit sekarang.


mereka berdua berdiri di depan sebuah ruangan, Rangga menekan sidik jari, ruangan tersebut langsung terbuka.


“brak.....” menarik tangan Alvi dengan keras masuk ke dalam.


“ark,,,apa yang ingin kau lakukan hah,” ternyata Alvi sedang berada di sebuah kamar dan pintu tertutup, hanya dia dan Rangga yang ada di sana.


“kau tau kamar ini biasanya tempat aku bermain dengan para wanita.”

__ADS_1


glek Alvi benar benar bergetar.


Rangga mulai menunjukkan kekejamannya.


“jika kau tidak memberitahu ku jawaban yang memuaskan aku akan melakukannya.”


senyuman mengerikan dari Rangga membuat Alvi tidak berani lagi.


glek, keberanian Alvi menciut.


“jika kau melakukan hal menjijikan kepada ku, aku akan menuntut mu.”


meskipun takut Alvi harus membela dirinya.


“kau pikir gertakan mu akan mempan,” Rangga membuka dasi.


“kenapa kau mengikuti ku.” satu pertanyaan dari Rangga.


“aku tidak perlu menjawab pertanyaan mu,” Alvi bangkit.


“ternyata kau tidak faham apa yang aku katakan, wanita wanita di luar sana ingin tidur dengan ku, tapi setelah sampai kesini mereka ketakutan setengah mati,” Rangga mulai menakuti Alvi.


“aku harus segera ke inti masalah, jika aku lama lama disini aku tidak akan bisa keluar, dia pria gila dan menjijikkan.’


“aku tau kau menyembunyikan Dean, dimana dia.”


“hah Dean, apa nona Dean.”


”jangan pura pura tidak tau, kalian pergi meating. dan sekarang Dean belum ada kabar, kau jangan coba-coba menguji kesabaran ku.”


“*astaga apa yang terjadi dengan wanita ini, hah....”


“aku pikir dia marah dan akan mengancam ku, gara gara restoran nya bermasalah.”


“ternyata dia teman nona Dean, semua ini salah paham.


“ada ada saja membuang waktu saja*.”


Rangga sempat tidak percaya dengan apa gagydoa dengar langsung dari Alvi.


“kenapa akhir akhir ini terus terjadi hal aneh dalam hidup ku.”


firasat Rangga tidak salah, akhir akhir ini hal aneh yang sering Rangga alami.


“hah, dia baik baik saja.”


“baik baik saja, kau pikir aku akan percaya dengan omong kosong mu itu, aku tau kau orang yang licik.”


”cih aku pikir ada hal yang menarik. ternyata dia teman nona Dean.”


Rangga berpikir kalau Alvi ingin melakukan sesuatu terhadap nya, namun kejadian tidak seperti yang Rangga pikirkan.


“sudah lah aku tidak punya waktu meladeni mu, meskipun kita berdekatan, sebaik nya kau menjauh dalam kehidupan ku, jika kau sudah masuk kau tidak akan kubiarkan keluar.” Rangga berbicara dengan santai setelah mengetahui apa tujuan dari Alvi.


Rangga langsung keluar.


“dasar kau brengsek, hei kita belum selesai.”


Alvi tidak tau bagaimana kehidupan Rangga yang sebenarnya, di kelilingi banyak bahaya dan bermain dalam dunia gelap.


tik, Rangga menjatuhkan sebuah kartu nama.


“dengan itu kau bisa keluar dengan selamat, jangan pernah mengikuti ku lagi, apalagi disini, jika kau sendirian mungkin kau tidak akan bisa pulang.”


“mereka semua orang bermasalah, jika ada hal yang menggugah selera mereka tidak akan melepaskan nya.”


“kau tau kan, mereka sedang mabuk dan ingin mencari tempat melepaskan hasrat mereka, disini wanita tidak berharga mereka hanya alat pelampiasan.”


“kau seharusnya berterimakasih kepada ku.” kata kata dingin terakhir dari Rangga

__ADS_1


__ADS_2