Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```pesta dan restoran```


__ADS_3

semenjak setelah hari itu Dean sadar sesuatu hal sekarang.


“sekarang aku tidak punya sesuatu yang bisa kulindungi lagi, keluarga ku ada ditangan pria itu.”


“teman terdekatku tidak bisa berbuat apa-apa.”


“dan sekarang kehormatan ku sudah tidak ada lagi, tidak ada yang berharga dari diriku sendiri.” Dean masih berpikir kalau malam itu, Nathan yang sudah merenggut kehormatannya.


“sekarang aku tidak perlu cemas lagi, semuanya sudah tidak bisa kulindungi.”


“jadi sekarang tujuanku hanya dia saja.”


setelah berpikir keras, Dean merasa tidak ada sesuatu yang bisa dia lindungi lagi.


Dean sekarang berpikir untuk membuat Nathan menjadikan dirinya sebagai pengisi hidup Nathan.


dengan cara itu Dean bisa terlepas dan membalas apa yang telah dilakukan oleh Nathan kepada dirinya.


“hah....”Dean menghempaskan nafasnya berat.


“apa malam ini ada pesta?” tanya Nathan.


“iya tuan.” jawab Rangga.


“hm.” Nathan langsung berdiri.


“hari ini kau mau kemana?” Nathan bertanya kembali.


“tidak kemana mana tuan.” jawab Rangga.


“bagaimana dengan Ara?.”


“saya belum membicarakannya tuan.”


“hm baiklah, kau urus dulu masalah Ara. aku akan pergi dengan wanita itu.”


Rangga hanya diam.


“apa yang kau pikirkan hah..!” Nathan menendang kaki Rangga.


Rangga tidak bergeser sedikitpun.


mereka berdua langsung keluar dari ruangan.


cekrek. pintu langsung terbuka begitu saja tanpa permisi membuat orang didalam menoleh.


“astaga, apakah mereka tidak punya sopan santun sedikitpun.”


“bos dengan sekertaris sama saja.”


melihat Nathan masuk kedalam ruangannya, Dean langsung berdiri.


“baru kali ini dia masuk kedalam ruang kerja karyawan. banyak yang berubah dari Nathan sekarang.” batin Rangga.


“kenapa kau diam disana..!” melihat Dean tidak bergerak dari posisinya membuat Nathan kesal.


“saya harus kemana tuan?” Dean bertanya bingung apa yang pria itu inginkan.


Nathan langsung keluar.


Dean melihat kearah asisten Rangga.


Rangga hanya melihat Dean, seperti berkata ikuti apa saja yang tuan muda inginkan.


Dean langsung membereskan tasnya mengikuti kemana perginya 2 pria tadi.

__ADS_1


semua karyawan tau, kalau wanita itu sekarang dekat dengan tuan muda.


begitu juga dengan penampilan Dean yang sekarang, banyak yang sedang menggosipkan penampilan wanita itu.


Dean Sudah merubah penampilan culun nya.


“silahkan masuk.” ucap Rangga kepada Dean.


Dean tampak bingung.


“kenapa anda diluar, siapa yang mengemudi.” tanya Dean melihat Rangga tidak masuk kedalam.


Rangga tidak menjawab hanya melirik kearah mobil.


“kau mulai berani sekarang hah..!” jendela mobil terbuka, terdengar suara nyaring dari dalam mobil.


“apa. apa yang sedang mereka lakukan.” Dean bingung dengan tingkah laku 2 pria itu.


Dean langsung masuk.


“kita mau kemana tuan?” melihat Nathan sendiri yang mengemudi, membuat Dean penasaran.


“diam dan jangan banyak tanya.” satu kalimat dari Nathan berhasil membuat Dean terdiam.


“cih, dasar pria aneh, apa aku tidak boleh bertanya.”


“setidaknya beritahu kemana kita akan pergi.”


“malam ini aku ada pesta, kau harus menemani ku.”


“dan ingat, jangan sampai mempermalukanku dengan kelakuan dan tampang jelek mu itu.”


“apa barusan dia menghina ku.”


“kau cukup diam dan berada di sampingku.” Nathan berbicara tanpa menoleh kearah Dean.


“kau mau kutendang keluar sekarang.” Nathan menoleh kesal.


“glek.” Dean hanya menelan ludahnya sendiri.


“iya iya kau bos nya sekarang, kau bebas menginginkan apapun. semua yang kau minta.”


Dean hanya bisa pasrah sambil menatap keluar menunggu kemana dia akan dibawa.


...****************...


“apa benar si sekertaris itu ingin bertemu denganku disini.” Alvi sedang menunggu seseorang di restoran.


“tidak mungkin, dia pasti sedang bermain main sekarang.” menyangka kalau Rangga tidak mungkin ingin bertemu dengannya.


“awas saja kau, jika aku bertemu dengan mu akan kucakar wajah jelek mu itu.” Alvi sudah kesal.


“cih, dia membohongi ku. mana mungkin pria brengsek seperti dia ingin menemuiku. apa yang ingin dia tanyakan.”


“siapa yang kau sebut wajah jelek dan pria brengsek?” sebuah pertanyaan mengagetkan Alvi.


“hah.... ”mulut Alvi terbuka lebar terkejut melihat siapa orang dibelakangnya.


“astaga, dia benar benar datang.”


“Alvi apa yang telah kau ucapkan barusan tadi”. Alvi menyesal telah memaki Rangga tadi.


“cih dasar wanita tidak tau diri.” tidak memperdulikan Alvi, Nathan langsung duduk didepan Alvi.


“tamat riwayat ku kali ini, kenapa dia muncul tiba-tiba seperti alien.” Alvi sudah merasakan kesialannya.

__ADS_1


“sudah lah, aku harus bersikap tenang dan berani sekarang.”


“dia yang memintaku bertemu, pasti dia sedang membutuhkan sesuatu.”


“kali ini dia yang membutuhkan bantuan dari wanita seperti ku.”


Alvi belum memesan apa apa.


“kau bahkan tidak punya uang untuk memesan makanan, terus apa yang ingin kau sombong kan sekarang.”


Rangga langsung menyerang Alvi dengan kalimat menusuk nya.


“maaf tuan.” Alvi merasa tersinggung dengan pernyataan Rangga.


“saya punya banyak urusan , saya tidak punya waktu untuk meladeni anda.” belum sempat menghabiskan kalimatnya Rangga langsung memotong pembicaraan.


“sepertinya kau belum menyadari bagaimana posisimu sekarang.” Rangga tersenyum menyeringai.


Rangga menggenggam kedua tangannya didepan wajahnya.


“kau tau sekarang apa yang bisa kulakukan...” Rangga menegaskan apa yang bisa dilakukan olehnya.


“pria ini sedang tidak main main dengan ancamannya.”


Alvi hanya menatap pria didepannya sekarang.


pria gagah dan berwibawa yang belum lama dia kenali akibat serangkaian peristiwa.


membuat dirinya terjerat dalam sebuah masalah.


“tujuanku adalah ingin meminta mu menjaga adikku.” Rangga langsung keinti tujuannya.


“hah... menjaga?” bingung dengan maksud pria didepannya ini.


Rangga memperlihatkan sebuah foto di hp nya.


“maksudnya.?” tanya Alvi semakin bingung.


“mulai besok kau temani adik ku, menemaninya kemanapun yang dia pergi.”


“hah, sejak kapan dia punya adik.”


“apa jangan-jangan wanita itu, jadi wanita waktu itu adalah adiknya.”


“kau harus menjadi teman nya, menjemputnya dan mengantar nya.” Rangga masih memberi tahu apa yang harus Alvi lakukan.


“sebentar sebentar, anda pikir saya ini pelayan anda apa, saya tidak ingin melakukan apapun itu.”


“dia pikir aku ini pelayan nya apa.”


“apa kau sudah lupa kalau kau sudah menjadi pelayan ku sekarang.”


“hah. maaf ya tuan yang tidak jelas. saya tidak ingin melakukan apapun yang anda katakan.”


“dan juga anda tidak berhak menyuruh saya seenaknya.” Alvi sudah ingin minggat dari kursi.


“huh,” Rangga tersenyum licik.


“jika kau tidak menuruti apapun perintah dari ku. aku tidak akan bertanggung jawab apa yang akan terjadi padamu.” ancaman dari tentara.


„aku tidak pandai dalam tawar menawar.” Alvi masih bingung dengan sikap Rangga.


“aku tidak membutuhkan persetujuan dari mu, mulai sekarang kau akan menjadi pelayan di rumah ku.” Rangga langsung berdiri pergi begitu saja.


“hei hei pria sialan, apa yang kau inginkan aku tidak setuju apapun itu.”

__ADS_1


Alvi berdiri mengikuti pria itu sampai ke mobil.


__ADS_2