Presdirku Cintaku

Presdirku Cintaku
```kejutan```


__ADS_3

Udara segar dengan pemandangan hijau masih menghiasi jalanan.


berbagai pemandangan indah masih menghiasi sebuah kampung halaman.


daerah yang masih terjaga utuh keasliannya, jauh dari permukiman kota, tidak ada bengunan bangunan tinggi di tempat tersebut.


hanya ada beberapa mobil lewat.


sekarang Rangga berada di kampung tersebut, kampung halaman milik Dean.


entah ada urusan apa dia disana, tidak ada yang mengetahui nya.


“hahhh,” Rangga menghirup udara segar.


“sepertinya aku harus membuat tempat tinggal pribadi di sini,” melihat dan merasakan suasana nyaman, Rangga ingin tinggal di sana juga.


Rangga hari ini akan menuju ke kediaman Dean dulu.


sudah terlihat sebuah warung kecil, ada beberapa pemuda pemuda yang duduk di sana.


di sanalah rumah Dean bersama keluarganya, sebelum Dean berkerja keluar.


setelah Dean berkerja, dan ayahnya Dean mulai sakit sakitan, keluarga tersebut membangun sebuah warung kecil, untuk mata pencaharian sehari hari.


“siapa tuh,” salah seorang di sana sedang santai minum kopi, tiba-tiba melihat sebuah mobil hitam mewah yang sedang mendekat.


“ah iya, siapa, ga pernah lihat tuh mobil kesini,” sahut yang lain.


“mungkin orang lagi cari sodara kerabat,” jawab seorang wanita yang sudah tua namun masih aktif.


ibu Dean sekarang berumur 50, meskipun 50 tahun, wajah masih terlihat berseri.


sehingga Dean mewarisi kecantikan alami Ibunda nya, namun tidak ada yang pernah melihatnya.


Rangga turun dari mobil, seperti biasanya, penampilan gagah dengan gaya yang mascoolin, membuat siapa saja terpana.


beberapa orang berdiri melihat seseorang mengenakan jas.


“siapa”, orang orang bertanya, tidak pernah melihat Rangga sebelumnya.


begitu juga dengan ibu Dean menyampiri Rangga.


“ada yang bisa saya bantu mas,” tanya ibu Dean sopan melihat penampilan Rangga yang sopan.


“dengan ibu Suryani,” tanya Rangga , padahal Rangga sudah mengenal siapa orang yang didepannya.


“iya saya sendiri, ada perlu apa ya mas,” ibu Dean bingung tiba tiba ada orang yang ingin bertemu dengan nya.


“beberapa orang mendekat mencari tau.”


“saya ada perlu dengan anda, ada yang ingin saya bicarakan,” ucap Rangga dengan sopan.


“maaf mas ini dari mana ya, saya tidak pernah melihat mas di daerah sini,” wajar saja jika ada yang bertanya siapa Rangga.


Rangga tersenyum, membuat orang percaya dengan perkataan Rangga adalah keahliannya dalam memikat para pembeli.


“saya dari perusahaan anak ibu Suryani, saya ingin membicarakan hal penting dengan ibu Suryani,” jawab Rangga.


“ouh yaya, silahkan,” masih ada yang penasaran, apa yang terjadi sebenarnya.


tiba-tiba ibu Dean kedatangan seorang berdasi mengenakan jas.

__ADS_1


ibu Dean masih bingung , namun dia harus mementingkan tamu nya sekarang.


“silahkan, kita mengobrol di dalam,” rumah mereka di belakang warung tersebut.


jadi tidak perlu jauh-jauh, Rangga memutar dari belakang.


“silahkan masuk.”


Rangga melepaskan sepatu nya, namun bukan kebiasaan Rangga, Rangga hanya menerapkan tata krama.


“silahkan duduk,” Rangga duduk di sebuah sofa.


sebuah suara dari dalam.


“siapa mah,” tanya ayah Dean.


“ada tamu pah, keluar sebentar,” ajak ibu Dean.


“hah tamu, tumben kita kedatangan tamu.”


“dia dari kantor Dean pah, katanya ada sesuatu hal penting yang ingin di bicarakan.”


saat mendengar tamu nya adalah orang dari perusahaan anaknya, ayah Dean tercengang sebentar.


“tunggu bentar, papah ganti baju dulu.“


“tiba-tiba.”


“tak, tak,”seseorang melepaskan sendalnya.


“mah pah, Zulfa pulang,” Zulfa adik kedua Dean.


“hah,” Zulfa kaget melihat seseorang sedang duduk.


Zulfa mendekat, membisikkan sesuatu.


“pria itu siapa mah, tumben,”Zulfa merasa aneh tiba-tiba ada orang seperti Rangga di rumahnya.


“syit, jangan banyak tanya, sini duduk.”


mereka bertiga sekarang duduk, menghadap kearah Rangga.


“maaf pak, ada keperluan apa datang ke rumah saya,” ayah Dean bertanya sopan.


“terimakasih karena sudah menyambut saya dengan baik, terus terang, saya dari kantor nona Dean,” kali ini ekpresi dingin dengan tatapan membunuh 360° berubah.


Rangga sangat pintar dalam menyamar.


Rangga menyerahkan sebuah dokumen penting.


“silahkan di buka.”


saling tatap menatap, mereka tidak tau apa yang ,di serahkan oleh pria didepannya” Zulfa mengambil ingin membuka.


“heh jangan sembarangan,” ibu Dean menepis tangan anaknya.


“tidak apa apa buk, silahkan dibuka,” seperti nasabah bank ingin menagih hutang.


itulah yang ada di pikiran mereka sekarang.


mengambil dengan hati hati, membuka secara perlahan lahan.

__ADS_1


membaca dengan seksama, apa yang tertera di kertas tersebut, membuat ayah Dean menangis tersedu-sedu.


melihat suaminya, menangis pasti ibu Dean bertanya tanya.


“ada apa mah,”Zulfa langsung merasa ada yang aneh.


ibu Dean langsung mengambil dokumen tersebut, membaca.


tidak berlangsung lama.


ibu Dean menutup mulutnya dengan telapak tangannya tidak percaya apa yang dia saksikan sekarang.


butiran butiran putih keluar dari ujung mata ibu Dean.


“ini bener, ga bohong kan.”


“tidak buk, pak, ini benar adalah kejutan dari nona Dean sendiri.”


“selama ini dia terlalu sibuk dengan urusan kantor nya, sampai dia tidak bisa mengurus keluarga nya.”


“dan apa yang bapak ibuk baca sekarang, adalah hadiah dari buah kerja nona Dean selama ini.”


“jadi untuk mendapatkan izin dari bapak ibuk, tanda bukti kalau anda setuju, anda berdua harus menandatangani disini,” Rangga ternyata ahli dalam memerankan drama, drama yang dia buat sekarang lancar tidaklah ada hambatan.


“apaan sih,” Zulfa bingung apa yang terjadi.


setelah Zulfa membaca.


“hah, mah pah kak Dean, Zulfa juga terkejut.


“saat nona Dean mengetahui tentang kondisi anda, nona Dean langsung menghubungi saya untuk membawa anda berobat dia luar negeri.”


“nona Dean sudah mengkonfirmasi, berapa lama anda akan menjalani pengobatan disana.”


“bapak ibuk jangan khawatir, saya sudah mengurus semua dokumen untuk persyaratan, tinggal tanda tangan dari ibuk dan bapak saja.”


”makasih kak Dean,” Zulfa terharu sekarang.


“ternyata kak Dean selama ini selalu mengkhawatirkan keadaan papah,” Zulfa memeluk ayahnya.


sementara ayah Dean, dari tadi tersedu tidak bisa mengatakan apapun lagi.


“kau sudah melakukan sejauh ini,” rasa sedih bercampur senang dirasakan oleh ibu Dean sekarang.


padahal semua itu adalah karangan semata yang dibuat oleh Nathan sendiri, agar berhasil mengontrak Dean.


dengan alasan Dean telah membiayai orang tuanya untuk berobat ke luar negeri, padahal semua itu adalah rencana Nathan agar Dean menuruti apa yang dinginkan Nathan.


Nathan akan membiayai semuanya, namun Nathan berbohong, bahwa Dean yang melakukan semua itu.


“kita lihat bagaimana reaksi anda,” gumam Rangga dalam hatinya sendiri.


begitulah cara licik yang dilakukan Nathan selama ini, tidak ada seorangpun yang menyadarkan nya.


disaat Nathan sudah marah, dan menandai seseorang , dia tidak akan bisa kabur sebelum Nathan bosan mempermainkan nya.


“*apa rencana ini akan berhasil,” entah apa yang dipikirkan Rangga.


“sepertinya berjalan lancar.”


“hah membuat kepala ku pusing, Nathan Nathan,” Rangga mengingat tentang pertemanan mereka*.

__ADS_1


Rangga berhutang Budi terhadap keluarga Nathan, dan sebagai balasan Rangga akan bekerja untuk keluarga Nathan dan melindungi keluarga tersebut.


__ADS_2