
Jia menepis tangan kakaknya itu. Hongli pun melepas pelukannya dan menatap Jia heran.
''Lain kali, jangan peluk sembarangan kak. Aku sudah besar bukan anak kecil lagi, Lagian sebentar lagi aku akan menjadi istri dari orang lain.'' Kata Jia pelan, Tetapi raut wajahnya tampak serius.
Hongli mengernyitkan dahi nya, Lalu terduduk di kasur Jia. ''Baiklah kalau begitu.''
Jia pun membalikkan badannya dan menatap heran kakaknya balik. ''Kalau begitu, Kenapa masih duduk disitu?''
Hongli pun berlalu pergi meninggalkannya dan mengunci pintu nya. Kejadian itu tak sengaja di lihat oleh Adik Tiri Jia. Jiao yang penasaran pun mendekat ke arah kamarnya, Tapi langkahnya terhenti saat melihat Hongli sudah berada di luar kamarnya tepatnya di ambang pintu kamar Jia. Suasana pun cukup canggung antar mereka berdua, Hongli yang melihat nya hanya menatap nya dengan perasaan muak.
''Mau apa kau?'' Tanya Hongli
''Ah tidak kak, Aku hanya tak sengaja lewat.''
Hongli berlalu pergi meninggalkan Jiao dan kembali ke kamarnya.
''Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka berdua? Sepertinya ada yang aneh. Tapi ini kesempatan bagus bagiku untuk membuka celah, bukan?''
- - -
Makan malam pun tiba, Namun Jia tak berada di meja makan. Biasanya Hongli yang selalu memanggilnya turun. Tapi kini dia sama sekali tak menunjukkan ekspresi peduli. Akhirnya Jiao menapaki anak tangga dan membuka pintu kamarnya.
Kriet....
Saat dia membuka pintunya tak ada cahaya menerangi kamarnya Begitu gelap dan sepi. Tampak Jia dengan posisi meringkuk di atas kasurnya, diterangi oleh sinar bulan yang masuk dari celah jendelanya. Jiao pun menyalakan lampu kamarnya. Dia hanya menatap Jiao.
__ADS_1
''Kak... Ayo kita ma-''
Suara Jiao tertahan, dan langsung di sela Jia.
''Peduli apa kau tentangku? Matikan lampunya kembali dan Pergi lah...''
Jiao tetap mencoba membujuk kakaknya pelan dan lembut. ''Tapi kak, Ibu dan kakak sudah menunggu di bawah.''
Jia terpaksa bangkit dan membereskan rambutnya yang sedikit acak-acakan. Namun dia tak mengikatnya kali ini. Lalu turun ke bawah bersama Jiao. Melihat kehadirannya, Ibunya tersenyum lembut kepadanya. Dia hanya menoleh dan menarik kursi meja makan.
''Kenapa hari ini mereka begitu lembut kepadaku?''
Keesokan Harinya - -
Ya, Hari ini Kakak nya Jia akan Kembali ke kota A. Saat Jam makan siang tiba, Jia langsung meninggalkan kantor dan melajukan mobilnya ke Bandara kota B. Saat Jia meninggalkan kantor Ricuh gemuruh para karyawan yang sedikit terbebas dari pekerjaannya.
Sesampainya Jia disana dia langsung mencari Kakaknya.
''Keberangkatan Kota B-A Pukul 13.20 Ini bukan?'' Tanyanya Heran.
Dari desakan penumpang, Tampak sosok kakaknya berdiri menghadap kaca. Lalu Jia menghampirinya dan mengetuk bahunya. Hongli tidak menoleh dia hanya melamun dengan wajah lesu. Dan malah bertanya ''Cari siapa?''
''Kak Ini aku.'' Kata Jia pelan. Mendengar suara Jia dia langsung menoleh ke belakang seketika wajahnya ceria.
''Maafkan aku kak.''
__ADS_1
Kini Jadwal keberangkatan hanya terhitung 5 Menit dari sekarang. Hongli berpamitan kepadanya. ''Tidak boleh peluk, Jadi senyum saja.'' Kata Hongli sambil tersenyum lebar.
''Bodoh''
Jia mengulurkan tangannya dan memeluk Hongli, Karna sedikit tinggi Jia terpaksa menjinjit kesusahan. Pelukannya di balas dengan cepat oleh Hongli.
''Baiklah adikku. Kakak akan kembali sebulan lagi. Itu tidak akan lama, bukan?''
Jia hanya mengangguk, Tapi hatinya malah berkata lain. Baginya rumah akan sepi dan Hanya ada ibu dan adiknya itu. Rasanya asing sekali.
Jia melepaskan pelukannya. Hongli berlalu pergi dan kembali menoleh kebelakang sambil melambaikan tangannya kepada Jia.
''Satu Hal yang harus kau ketahui. Aku mencintaimu lebih dari sebatas hubungan kakak dan Adik.'' Batin Hongli sambil mengepalkan tangannya kuat dan pergi.
''Aku tahu, hubungan kita hanya sebatas Adik dan kakak. Tapi, aku sering sekali merasa bahwa hubungan kita lebih dari itu. Ntah mengapa alasannya...'' Gumam Jia. lalu membalikkan badannya dan berlalu pergi meninggalkan bandara.
.
.
.
.
-Bersambung-
__ADS_1