
''Jia... Sarapannya udah jadi nih.'' Teriak Japhar dari lantai dapur memanggilnya.
''Sebentar.''
Hari ini Jia mengenakan pakaian santai khusus di rumah. Dan memilih mengikat rambutnya.
''Kamu yang masak semua?'' Tanya Jia
''Iya, emang kenapa?'' Tanya Japhar dengan datar.
Jia menggeleng kan kepala, dan mencicipi masakan suaminya itu. Rasanya sama seperti masakan kakaknya, dia langsung teringat akan kakaknya.
''Kenapa?'' Tanya Japhar yang mendapati nya terdiam dan melamun.
''Engga ah.'' Kata Jia seraya menggelengkan kepalanya dengan kuat.
.
.
.
.
.
Seusai sarapan, Jia memilih untuk bersantai menikmati haru Minggu yang indah ini. Dan merebahkan dirinya di sofa ruang utama, sambil menyalakan Televisi lalu menikmati sebuah semangka. Apalagi, cuaca sangat panas hari ini.
Japhar yang melihat nya pun segera menghampiri. ''Ngapain?'' Tanya Japhar.
''Biasa, Rebahan.''
''Dasar pemalas, Yuk beresin kebun belakang rumah.'' Ajak Japhar sembari menarik Tangan Jia yang lusuh.
''Au ah, cape. Kamu aja ah sana...''
''Bener, gamau?'' Tanya Japhar menggoda
Jia menggelengkan kepalanya kuat. Akhirnya Japhar pun ikut duduk di sofa bersama Jia, Jia menaruh kepala nya di atas Paha Japhar sambil menyuapi semangka dari mulut Japhar ke mulut Jia. Siang itu mereka lewati dengan bahagia.
- - -
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 Keduanya tertidur di sofa dengan tv yang menyala. Japhar menepuk-nepuk pipi Jia pelan.
''Apasih, ahh.'' Ucap Jia seraya menepis tangan Japhar.
''Bangun gih, pegel paha ku.''
Jia yang mendengar perkataan Japhar segera bangkit dalam keadaan setengah sadar dengan rambut acak-acakan.
''Kamu tuh, Ga ada rapi nya jadi cewe. Tidur aja ngorok.'' Ujar Japhar, sembari mematikan Televisi dan menapaki anak tangga.
''Dia kenapa sih?'' Batin Jia kebingungan
Jia pun mengikuti Japhar dari belakang yang hendak ke kamar. Sesampainya di kamar, Barulah Japhar sadar ternyata sedari tadi Jia mengikuti nya. Dia menoleh ke Arah Jia yang masih dalam keadaan setengah sadar. Sambil membawa guling nya lalu merebahkan dirinya kembali ke ranjang.
''Nih anak ga ada rapinya. Padahal kalo diluar perawakannya lembut, anggun. Nah, Coba kalo sekarang. Bobrok aslinya'' Batin Japhar sambil menepuk Jidatnya.
''Emmm..'' Igau Jia
__ADS_1
Japhar menghampiri nya, dan naik ke atas ranjang. Lalu mengelus badan Jia yang tidur Ntah kearah mana. Jia yang terkejut langsung terbangun dan segera terduduk.
Krak...
''Baru aja di elus, udah terbangun.'' Kata Japhar menggoda
Jia mendorong Japhar hingga Jatuh dari ranjang.
Bruuuk..
''Kamu ganggu aja si, Aku cape banget. Ini hari minggu, biasanya aku tidur.''
''Tapi, kamu udah tidur seharian!'' Bentak Japhar.
Jia mengabaikannya dan malah kembali tertidur pulas. Japhar sedikit kesal dibuatnya, Lalu dia mengambil Jaketnya dan menuruni anak tangga dengan cepat lalu segera melajukan mobilnya.
''Padahal, aku pengen ngajak dia ke supermarket.''
.
.
.
.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 Barulah Jia terbangun dari tidurnya dan meraba-raba kasurnya. Namun, dia tak menemukan Japhar.
''Duh laper...''
''Kamu kemana aja sih.'' Kata Jia sembari menuruni anak tangga, berkali-kali merenggangkan tubuhnya dan menguap.
''Kamu belum mandi?'' Tanya nya penuh selidik.
''Belum, tapi aku tetap wangi kan? Mwah.'' Jia mencium pipi suaminya itu.
''Kamu ini...''
Jia mengambil tas belanjaan yang di pegang Japhar, lalu meletakkannya di meja dapur dan mengeluarkan semua isinya.
''Ini tuh, di susun. Jangan di serakin semua kaya gini.'' Ucap Japhar seraya menghentikan tindakan Jia.
''Kan aku cuma mau bantuin.''
''Bantuin serakin barang? Udah mending kamu mandi aja, Aku yang masak.'' Kata Japhar kesal.
Jia berlari ke atas dan segera membersihkan dirinya. 20 Menit kemudian baru lah dia turun, dan menghampiri Japhar yang tengah sibuk memindahkan penggorengan.
Tap... Tap... Tap...
Jia menghampiri nya. ''Kamu tuh lama banget mandinya. Ini udah mau jadi, aku kira kamu bakal bantuin.'' Kata Japhar bawel.
Dia menoleh ke arah Jia, dan melihat istrinya mengenakan baju piyama ketat. Lantas Japhar tersipu dan langsung membuang mukanya.
''Ada apa dengan wanita ini?'' Batin Japhar
*Jlebb
__ADS_1
- - -
''Kamu pandai masak juga ya!'' Puji Jia sambil tersenyum kepada Japhar.
''Woiyadong.''
Seusai makan malam, Jia kembali ke ruang kerjanya. Dan mulai berkutat pada komputernya. ''Kembali... Andai hari Minggu ini menjadi hari yang sangat panjang.''
Tiba-tiba Seseorang membuka pintu ruangan. Tak lain adalah Japhar. Dia terlebih dahulu mengelus kepala istrinya yang tengah mengeluh, lalu duduk di sofa yang ada disana.
''Numpang duduk.''
''Terserah.''
Japhar menarik tangan Jia yang tengah asyik berkutat dengan komputer nya lalu keduanya terjatuh di sofa. ''Mau ngapain?''
''Ini.'' Kata Japhar seraya menyodorkan sebuah kotak perhiasan kepada Jia. Jia yang penasaran pun langsung membukanya.
Dilihatnya isinya, ternyata kalung berlian. Jia pun mengernyitkan kedua alisnya dan menatap Japhar bingung.
''Ini untuk apa?'' Tanyanya Heran.
''Untuk istriku.'' Jawabnya singkat.
''Iya tahu. maksudnya beliin ini untuk apa?''
''Untuk kamu.''
Japhar pun memasangkannya ke leher Jia, Sekilas dia mencium leher istrinya itu karna dia tak tahan dengan wangi tubuh Jia.
''Emm.. Geli tahu!''
''Lihat tuh, cocok kan sama kamu?''
''Kamu ngomong nya enteng banget si, beli nya kaya beli permen aja.'' Ucap Jia kesal.
''Biar kamu bahagia...''
Jia menghembus kan nafasnya keras, tak disangka Japhar begitu kekanakan. ''Aku engga suka ginian, tapi karna udah kamu beliin. yaudah aku terima. Tapi lain kali aku ga mau gini.''
''Terus kamu maunya apa? Biar bahagia, aku harus apa? Hm? Uang?'' Tanyanya Bingung.
Jia naik ke atas Japhar dan mendorong Japhar hingga terjatuh terbaring di sofa.
''Gini aja..'' Kata Jia sambil melum@t bibir Japhar.
Lantas, Japhar pun dibuat terkejut oleh Tingkah Jia yang ganas itu.
.
.
.
.
.
Bersambung-
__ADS_1