Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya
Episode 18 - Sepucuk Surat


__ADS_3

''Aku cape. Mau langsung tidur.'' Ucap Japhar yang hendak meninggalkan meja makan.


Mi Sa hanya menyimak sambil mengunyah makanannya. Terpaksa Jia duduk berdua dengan Bi Lyna.


Seusai makan malam, Jia asyik berkutat dengan pekerjaan nya. matanya fokus menatap layar laptop walaupun rasanya lelah. Mi Sa yang melihatnya, terus menghampiri nya dan membawakan secangkir susu hangat lalu meletakkan nya di atas meja kerja nya tanpa mengeluarkan satu kata pun.


''Bi, Tunggu.'' Kata Jia yang mencegat tangan Bi Lyna yang hendak pergi.


''Iya non, ada apa?''


''Temenin saya disini, Tapi kalo bibi udah ngantuk boleh tidur ke kamar.''


''Boleh.'' Ucap Mi Sa seraya tersenyum dan duduk disamping Jia.


Jia asyik mengobrol dengan Bi Lyna dan melupakan pekerjaannya. Mereka tampak akrab layaknya anak dan ibu. Padahal baru kemarin juga kenal.


''Andai... Dia tahu aku adalah ibu kandungnya.''


''Aku merasakan getaran batin dari Bi Lyna. Dia mirip sekali dengan sosok ibuku.''


- -


Setelah lama mengobrol, Mi Sa mulai ngantuk dan kembali ke kamarnya. Tinggallah Jia yang kembali ke pekerjaan nya, Rasanya sedikit ringan setelah tertawa bersama Bi Lyna.


''Umm, Aku mengantuk juga... Sebentar lagi selesai. Dan aku akan tidur...'' Setelah kata itu keluar dari mulutnya dia malah terlelap tidur di mejanya dengan keadaan lampu dan komputer masih menyala.

__ADS_1


Malam itu Japhar keluar kamar, seperti biasanya mengecek keadaan Jia untuk mengetahui istrinya itu sudah tertidur atau belum. Dilihatnya ruangan kerja Jia yang masih menyala dia pun menghampiri ruangan itu dan mendapati nya sudah tertidur lelap sambil mengorok di Meja nya.


''Dasar.. Malah komputer nya masih menyala... Pasti dia sibuk banget. Dasar anak muda jaman sekarang''


Japhar pun perlahan mengangkat badan Jia dan disusul oleh kaki Jia. Sebelumnya dia juga sudah pernah menggendong nya seperti ini. Tapi malam ini dia tampak berbeda dengan piyama nya yang sedikit ketat sehingga dadanya sedikit terlihat. Japhar mencoba tidak melihatnya. ''Duh shit.. Wanita ini...''


''Ibu... Jangan tinggalin Jia Bu...'' Kata Jia mengigau di dekapan Japhar dan memeluk Japhar erat.


Hiks...Hiks..Hiks...


''Dia mengigau?'' Ucap Japhar sambil berlalu meninggalkan ruangan itu dan membawa Jia ke kamarnya.


Mi Sa juga terbangun dan mengintip dari pintu kamarnya, dari lantai atas terlihat Japhar yang mengangkat Jia yang tengah tertidur. Lalu meletakkannya di kamarnya. Dan Japhar kembali ke kamarnya. Itu yang membuat Mi Sa penasaran.


Keesokan Harinya - -


''Emm.. Nyenyak sekali tidur ku. Gawat sudah siang! Japhar pasti sudah berangkat nih''


Jia terlonjak setelah melihat dirinya yang tidur di tempat tidurnya. Karna tadi malam dia terlelap di ruang kerja.


''Tunggu...Siapa yang memindahkan ku?!''


Setelah bersiap untuk ke kantor, Jia turun kebawah untuk sarapan. Bi Lyna menyambutnya dengan lembut, Namun tak terlihat Japhar ada disana.


''Pagi...''

__ADS_1


''Pagi Bi...''


Sambil meletakkan segelas teh hangat Jia pun bertanya kepada Bi Lyna tentang tadi malam. ''Oh iya bi... bibi tau ga siapa yang memindahkan Jia tadi malam ke kamar?''


''Itu Tuan Japhar.'' Jawabnya


Jia masih saja tak percaya dengan jawaban Bi Lyna sampai dia memikirkan nya terus di kantor. Tiba-tiba Ze berlari dengan tergesa-gesa dan masuk ke ruangan Jia tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


''Ada apa...'' Ucap Jia yang sedikit panik melihat nya.


Ze menyerahkan sepucuk surat dan memberikannya kepada Jia.


''Ini...''


Surat dari siapa?


'Temanku tersayang Jia Li. Aku mengundang mu ke pesta pernikahan ku Lusa nanti. Ku harap kau akan hadir dan melihat ku di sana. Aku sangat merindukanmu. Aku menunggu mu. Jangan sampai tidak hadir ya! Jangan lupa bawa suami mu juga' -Dari Teman lama mu Alisa.


.


.


.


Bersambung -v-

__ADS_1


__ADS_2