Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya
Episode 41 - Bertemu Kembali


__ADS_3

Sebulan berlalu, usia Jun dan Jian menginjak 2 bulan. Jia membesar kan nya bersama Hongli dirumah itu. kedekatan antara mereka berdua semakin menjadi. Layaknya sepasang suami istri.


***


Minggu pagi adalah hari yang sangat ditunggu Japhar sejak bulan lalu. Pada hari ini dia berencana untuk menjemput Jia kembali di kota A.


''Tian, kau sudah selesai berberes?'' Tanya Japhar dengan nada tak sabaran, saat mendapati asisten nya itu masih sibuk melipati helaian pakaian.


''Sebentar lagi tuan.'' Jawabnya dengan senyum paksa menghiasi bibir tipisnya itu.


''Bukan nya beresin baju sendiri, malah suruh saya.'' Namun hatinya berkata lain, dia sedikit kesal dengan Japhar belakangan ini.


Siang itu, Mereka berangkat dari bandara kota B menuju kota A. Dari kota B menuju kota A hanya memakan waktu 4 Jam lebih. Setibanya disana, Japhar melangkahkan kakinya bahagia. Sambil menggiring kopernya dibelakang.


''Tuan, disana mobilnya.'' Ucap Tian seraya menunjuk ke arah luar.


''Oh, ok.'' Jawabnya singkat


Dia tak langsung menelusuri alamat Jia, pilihan pertamanya ketika sampai disana adalah mencari sebuah hotel untuk ditinggali beberapa hari ini.


''Tian, bereskan barang-barang ku disana!'' Titah Japhar ketika baru saja memasuki sebuah kamar hotel yang luas itu.


Tian hanya mengangguk, tak lupa seulas senyuman tipis menyambut sebelum melakukan apa yang dititahkan.


''Lah, barang siapa...'' Gumam Tian kesal, seraya merapikan barang-barang bawaan Japhar.


Beberapa hari ini Japhar terlalu sering memerintah kepada siapapun semenjak tidak ada Jia di rumah. Sebenarnya Japhar tipe orang yang tidak suka memerintah, dia mandiri. Itu lah mengapa Tian sedikit kesal dengan perubahannya. setiap hari Japhar mengisi harinya dengan termenung, tak ada seutas senyuman keluar dari bibirnya. Walaupun pikiran nya bercampur aduk dan hatinya selalu gelisah, wajahnya kelihatan tetap tenang.


''Besok kamu siap-siap, pagi-pagi sekali kita akan pergi.''


''Baik Tuan. Barangnya sudah saya tapikan, saya pergi ke kamar yang ada disamping. Jika ada keperluan lain, silahkan panggil saya.'' Tian menunduk hormat dan berlalu pergi.


***


Malam itu di kediaman Hongli, seperti biasanya Jia rajin mengecek keadaan bayinya yang sudah tertidur lelap dikamar.


''Kamu yakin ga mau ketemu Japhar?'' Tanya Hongli dengan nada ragu, yang tiba-tiba menyelip masuk kedalam kamar.


''Kakak toh, bikin terkejut aja,'' Jia sedikit terpenjat ternyata kakaknya ada dibelakangnya. sejenak dia menghembuskan nafas lega.


''Kalau itu sih... nanti deh aku fikir-fikir.''


''Cepat atau lambat, bayi ini akan memerlukan sosok sang Ayah.'' Kata Hongli dengan suara setengah berbisik melirik Jia yang kelihat ragu. namun sepertinya, lirikannya itu seperti memberikan kode.

__ADS_1


***


''Kenapa aku yakin kalo Jia tinggal di rumah kakaknya? orang yang dia kenal disini hanyalah kakaknya. Tapi aku ga tau juga... Mungkin ga ada salahnya kalo coba datang kesana besok.'' Gumam Japhar kala itu sendiri, sebelum terlelap.


Keesokan harinya


Mentari pagi belum menampakkan dirinya, Japhar dan Tian sudah memakai pakaian rapi tak lupa dengan jas nya. Seketika mereka menjadi sorotan saat turun di lobby.


-------------------------------


''Zizi, om berangkat dulu ya. Jaga adek Jun dan Jian. Da~ '' Ucap Hongli kepada Zizi saat melangkahkan kakinya keluar, dia memberikan lambaian kepada Zizi yang tengah menunggunya di ambang pintu.


''Iya, paman.'' Zizi mengangguk dan menatap mobil Hongli yang perlahan menjauh hingga hilang dari pandangan nya.


Jia yang saat itu sibuk membereskan piring di meja makan, tak sempat melihat kakaknya.


Seusai menyelesaikan pekerjaan dapurnya, dia naik ke atas hendak membersihkan dirinya. Namun seketika niatnya meredup saat seseorang memencet bel rumahnya.


''Sebentar!'' Jawabnya dari dalam, dan sedikit berlari ke arah pintu.


''Tuh kan benar, dia ada disini.'' Japhar membatin sejenak


Jia membuka pintunya perlahan, Dilihatnya seorang pria gagah telah berdiri dihadapannya, dengan pakaian rapi mengenakan jas layaknya orang kantoran. seketika keduanya saling terperangah saat bertatapan. Kebahagiaan membludak dari hati Japhar meskipun dia belum tahu alasan Jia kabur.


''Kamu... kamu lepasin!'' Jia meronta saat Japhar mendekapnya erat di dadanya.


''Engga, ga akan ku lepasin. Kamu harus jelasin kenapa kamu kabur tanpa jejak! Mau menjauh dariku? Heuh?''


''Jadi... Dia ga tahu?''


Japhar sekilas melihat wajah Jia yang kikuk, dia langsung mencium bibir nya aktif.


''Um.. lepasin!''


Jia yang meronta akhirnya bisa terlepas dari ciuman Japhar yang mematikan itu, namun Japhar langsung mencengkram tangannya erat. Kali ini dia tidak mau melepaskan Jia lagi.


''Dimana anak ku yang kau lahirkan?!'' Tegasnya dengan suara lantang seraya menatap Jia tajam.


''Engga. Anak ku ga butuh ayah seperti mu!'' Bantah Jia sambil mencegat Japhar.


''Oh, begitu? Kembali lah ke sisi ku Jika kamu ga mau kehilangan anak mu.'' Japhar berbisik tepat ditelinga Jia.


''Pikirkan itu baik-baik nona Li...''

__ADS_1


Jia tetap saja membantah dan menepis semua ancaman Japhar barusan.


''Kau hanya bisa mengancam! Kau melakukan sesuka hatimu, tanpa memikirkan perasaan orang lain. kamu kira aku mencintaimu hanya untuk berpisah?'' Buliran air mata perlahan terjatuh dari pipi wanita yang selama ini Japhar kenal sebagai wanita kuat.


''Dia berfikir aku seperti itu? Mungkin aku terlalu berlebihan takut akan kehilangannya... Tapi kali ini jangan harap bisa terlepas dari ku.''


''Hentikan drama omong kosong mu itu, pikirkan lah baik-baik.'' Kata Japhar lirih, dia tertunduk.


''Atau jangan-jangan kau sudah bersama dengan Hongli?'' Seringai Japhar, ia kembali mengangkat kepalanya menatap Jia yang tengah terisak.


''Iya! aku sudah menikah dengannya!'' Jia berteriak dengan suara lantang. Japhar dibuatnya tercengang. Jia mengulurkan tangannya.


PLAAK


Sebuah tamparan mendarat di pipi Japhar setelah Jia mendengar tuduhan dari Japhar tersebut.


''Sekarang dia menuduhku...'' Gumam Jia dalam hatinya, ia kembali menarik tangannya. sementara Japhar tertunduk dalam, menahan gejolak emosi dalam dirinya.


''Kamu... semakin berani ya?'' Japhar menyeringai, sekaligus menyentuh wajahnya sendiri perlahan. rasanya cukup sakit, tamparan amarah dari Jia.


Japhar kembali mencengkeram tangan Jia dan menangkup wajahnya. dengan cepat dia mencium bibir Jia, ciuman itu berlangsung cukup lama. Jia yang tak bisa melawan hanya bisa pasrah. ia bahkan hampir tak bisa bernafas.


''Umm... ini kuat sekali, sebentar lagi aku akan kehilangan nafas.'' Gumam Jia dalam hatinya.


Japhar akhirnya melepaskan ciumannya. Sementara Jia kembali tertunduk.


''Sebaiknya nona Li pikirkan baik-baik lagi. pilih kakak mu atau kembali ke sisi ku jika kau menginginkan anak mu. mau bagaimanapun, kita ini belum resmi berpisah atau cerai. kau masih menjadi istri sah. Jangan berharap ada kata pisah dari kita.'' Ancam Japhar sekali lagi, akhirnya dia pergi berlalu meninggalkan Jia.


Jia masuk kedalam kamarnya kembali dengan langkah gontay. seluruh tubuhnya gemetar, akhirnya ia tersungkur di lantai kamar.


''Sebenarnya dia ingin bersama ku untuk mencintai ku atau menyiksa ku? Hah...''


''Sungguh pertemuan kembali yang menyedihkan.'' Rintih nya sekali lagi.


****


Japhar menenangkan dirinya yang tengah gelisah didalam mobil. Tian hanya bisa menatap heran Japhar, sekilas banyak pertanyaan muncul dalam benaknya.


''Aku tidak akan melepaskan orang yang ku cintai. Apapun caranya itu.'' - Japhar


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2