Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya
Episode 12 - Hari Pernikahan


__ADS_3

1 Bulan Kemudian - - -


Besok adalah Hari pernikahan Jia. Hari dimana yang selalu ditunggu Japhar dan Jia. Sehari sebelum pernikahan semua sibuk mendekor rumah, Dan persiapan lainnya. Karna resepsi pernikahan akan digelar di gereja. Tetapi semuanya serba private. Tak ada yang boleh tahu mengenai pernikahan ini kecuali orang-orang tertentu.


Kakaknya sudah datang dari 2 Hari yang lalu. Oleh karna itu Jia sangat senang kakaknya kembali. Tapi disisi lain, Dia juga amat sangat sedih karna pernikahannya tak dihadiri Ibu ataupun Ayahnya karna tlah lama meninggal.


Segala sesuatu telah dipersiapkan oleh ibu dan kakaknya. Bahkan Jiao turut membantu dalam hal memilih gaun pengantin dan dekorasi.


Keesokan Harinya - -


Pagi ini Jia bangun pagi sekali. Waktu masih menunjukkan pukul 03.30 Namun dia telah bersiap, Sepanjang malam pun dia tetap terjaga. Matanya kembali menjadi panda karna kurang tidur. Seisi rumah menatapnya heran. ''Dik.. Kau kenapa? Lesu banget. Padahal ini kan hari...'' Kata Hongli yang tak sengaja melihat nya lewat.


''Hehe, Gpp ko ka. Cuma kurang tidur... Aku tetap semangat!''


''Jia!! Bagaimana Matamu bisa hitam begitu!Gawat!! Harus tambah riasan biar ga kelihatan'' Bentak Ibu nya karna khawatir.


Jia hanya mengabaikan nya dan berlalu pergi.


Sementara Jiao terbangun dari tidurnya karna mendengar keributan. dan segera ke tempat kejadian. ''Ummm, Apasi ribut banget bu.. Masih pagi juga.. Eeh eh kak Hongli. Selamat pagi.'' Kata Jiao Heran.


.


.


.

__ADS_1


.


Selama Jia dirias dia terus menguap karna mengantuk. Dia juga bosan menunggu, Karna biasanya dia juga tidak pernah merias dirinya. Selalu tampil alami dimana-mana karna Wajahnya tetap cantik walaupun tidak mengenakan make up. ''Berapa lama lagi?! Aku sangat bosan!'' Ujar Jia dan menatap tajam perias pengantin itu.


Mereka sedikit ketakutan, Dan mempercepat geraknya.


Setelah 3 Jam bersiap, Akhirnya Jia telah siap untuk berangkat ke gereja. Dia dituntun masuk ke mobil oleh kakaknya. Hanya beberapa mobil yang ada. Juga tak terlalu mewah Karna semua serba private. Hanya Ada Kakak, Ibu dan adiknya.


Sesampainya di gereja dia kembali di tuntun oleh kakaknya dan menggandeng tangan kakaknya. Lalu menatap kakaknya Lembut ''Aku siap.'' Ucap Jia. Hongli pun mengangguk dan menuntun Jia masuk ke dalam gereja. Tampak Japhar yang telah menunggu disana.


Yang hadir disana hanya pengusaha/Teman-teman Japhar lainnya. Pria lanjut usia yang didampingi istri nya. Beberapa juga ada yang masih muda.


''Mempelainya sudah datang!''


''Cantik ya.''


''Sayang sekali, Harus menikah dengan Pria Tua seperti Japhar.''


Terdengar beberapa orang yang juga berbisik-bisik. Namun Jia tak menghiraukan mereka.


Serangkaian resepsi pernikahan telah dilalui, Acara yang digelar pagi itupun selesai. Kedua mempelai memasuki mobil pengantin yang telah disiapkan. Mereka menuju pemakaman ayahnya. Dimana 4 Tahun lalu mereka bertemu disana. ''Aku senang sekali bisa mengunjungi pemakaman ayahku.'' Ucap Jia dan menatap Japhar lembut.


''Iya...'' Hanya satu kata itu yang terucap dari mulut Japhar.


- - -

__ADS_1


Seusai Jia berdoa di pemakaman ayahnya, Dia duduk dan memeluk batu nisan ayahnya. Dan perlahan air mata terjatuh dari pipinya. ''Ayah... Aku sudah memenuhi permintaan terakhir mu. Sekarang, Aku sudah menikah dengan Japhar. Doakan saja agar Rumah tangga ku tidak ada masalah. Aku kuat..'' Batin Jia


Ibu dan Adiknya hanya berdiri dan menatap Jia yang terus terusan menangis tanpa suara.


''Jia, Bangkit lah. Gaun mu akan kotor nanti.'' Kata Ibu Tiri.


Hongli menatap Tajam keduanya. ''Biarkan saja.''


''Tapi Jia... Ini hari bahagiamu dengan Japhar. Jangan ada air mata disini. Ayahmu juga bakal sedih disana.'' Ibunya terus mencoba menenangkan nya.


Japhar mendekat, Dan menarik tangan Jia. Lalu berbisik pelan. ''Ayolah... Kita harus pergi dari sini''


Jia menghapus air matanya dan berlalu pergi dari pemakaman.


.


.


.


.


.


Bersumbang Eh Bersambung

__ADS_1


__ADS_2