Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya
Episode 36 - Celaka


__ADS_3

Japhar segera melajukan mobilnya pergi, Sementara Zizi ditinggalkan nya bersama Jia di rumah. Kala itu waktu masih menunjukkan pukul 19.30, Japhar terburu-buru mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sementara Sera tak berbicara satu kata pun.


''Kak, sebenarnya ada masalah apa?'' Tanya Sera yang pura-pura tidak mengerti. Seketika keheningan terpecah.


''Lihat saja sendiri.'' Jawab Japhar dengan wajah datar.


Japhar yang terburu-buru lebih memilih jalan pintas dari jembatan gantung yang melintasi atas jurang. Suasana kelihatan sepi, karna orang jarang melintasinya. Mereka lebih memilih melewati jalan raya, karna jembatan itu terkenal dengan kisah ''Angkernya'' Namun Japhar tetap mengabaikan rumor-rumor itu.


''Rencana B, seharusnya sudah dilaksanakan mereka.'' Sera membatin.


Dari kejauhan, cahaya mobil dari lampunya menerangi seorang wanita tua berambut putih tepat ditengah jembatan yang panjang itu.


''Siapa sih tuh nenek, gatau bahaya...'' Celetuk Japhar kesal.


''Kak, jangan ngomong gitu deh. serem...''


Tubuh Sera gemetar seluruhnya, Namun Japhar enggan menanyakan keadaan Sera.


''Awas kak! Jangan ditabrak!'' Teriak Sera panik. Japhar mencoba menginjak rem. Namun sayangnya mobil itu tidak kunjung berhenti.


''Rem nya ga berfungsi.'' Suasana semakin menegangkan.


Japhar mencoba menghindari nenek tua tersebut. namun sayangnya, jembatan yang hanya satu arah dan tak terlalu lebar itu tak dapat di elak.


''Cepat menghindar! Daripada nenek itu ke tabrak!''


''Kamu bodoh ya? Mau jalan dari mana lagi? Ah keburu...'' Suara Japhar tertahan, dia membanting stir nya.


Mobilnya melaju tanpa arah melewati pembatas jembatan. dan pada akhirnya, Mobil Japhar terperosok ke dalam jurang sedalam 11 Meter. Jalanan yang hampa itu seketika dikejutkan oleh kejadian naas yang dialami Japhar.


BRUUUK


***

__ADS_1


Sementara Itu...


''Zi, kamu mau minum susu?’' Tanya Jia kepada Zizi yang sedang duduk manis di meja dapur.


''Mau Tante!''


Jia mengambilkan gelas yang tertata rapi di lemari piring. dan mengambil sebungkus susu yang dititipkan Sera saat anaknya ditinggal disini.


''Perasaan ku kok ga enak ya... Kenapa?'' Gumam Jia saat tengah mengaduk susu dalam gelas itu.


PRAAAANG


Gelas yang Jia pegang, terjatuh dari tangannya. saat seseorang hendak menyentuh nya dari belakang.


''Siapa kamu!'' Jia meronta dan mencoba melawan saat salah seorang yang tak diketahui mencoba mendekap tubuhnya erat.


''Bos, kita bawa saja keduanya. Seperti yang dititahkan nyonya Sera.'' Ucap salah seorang rekannya. Suara ini seperti suara preman pasar. kasar sekali.


''Apa? Sera?''


''Berhentilah meronta. Wanita baik. Kami aka. membawa mu jauh dari sini...'' Seringai salah seorang rekannya dengan seulas senyum licik tergurat.


''Lepaskan aku!!''


Bi Lyna yang tengah tertidur lelap dikamar nya dikejutkan oleh suara teriakan Jia dari dapur. Dia langsung lompat dan berlari menuju dapur.


''Apa yang terjadi?!'' Teriak Bi Lyna kikuk saat mendapati dapur itu kosong melompong dengan gelas kaca berserakan di lantai. Keduanya seperti menghilang tanpa jejak.


''Kemana... Kemana mereka!''


***


Jia perlahan membuka matanya, dia melihat remang-remang wajah seorang preman yang sama.

__ADS_1


''Menjauh dariku dasar kalian b@jingan!'' Jia menyeret langkahnya mundur.


Tempat ini cukup gelap, dia bahkan tak tahu berada dimana. Suara air laut yang terdengar seliweran menambah sejuknya malam itu.


''Apa? Laut? Aku ada dimana sebenarnya!''


''Hei, Nona tenanglah. Jika kau melawan lagi, aku tak segan - segan mencolok perutmu dengan pisau yang ada di saku ku. Juga anak yang ada disebelah sana itu.'' Ancam salah seorang preman yang ada disana. sambil menggenggam erat tangan Jia.


Mereka tidak hanya dua orang, melainkan lebih dari 5 orang. Seperti nya mereka terbentuk geng. Pikir Jia kala itu.


''Kau lihat apa nyonya? Lihat saja anak itu. Menurut lah, kami tidak akan mencelakai mu Jika kau nenurut. kami hanya ingin membawamu menjauh dari kota ini. Atas titah bos kami.'' Jelas salah seorang rekannya sambil menunjuk ke arah Zizi yang tengah tergeletak di ubin kapal.


''Zizi!'' Jia berlari ke arah Zizi dan langsung memeluknya erat. Seluruh tubuh Zizi dingin dan pucat. Jia terus mencoba membangunkan Zizi dari tidurnya, namun matanya enggan terbuka.


''Jika ada apa-apa yang terjadi pada Zizi, aku tak segan-segan menghabisi kalian!''


''Kau mau lakukan apa pada kami hah? Kau hanya seorang ibu hamil yang lemah, tak memiliki apa-apa. Menurut saja, kami tidak akan menyakiti mu.''


''Kau benar... benar sekali, aku bahkan tak punya hak membenci seseorang.'' Gumam Jia. Wajahnya tampak lesu, tangannya tak kunjung melepaskan Zizi dari pelukannya.


''Sebaiknya aku menurut saja.''


***


''Apa?! Bagaimana bisa?! Sera kecelakaan? meninggal di tempat?'' Ucap Ibu Tiri Jia panik. Setelah mendapati kabar buruk itu.


Sebenarnya, Ia telah lama menunggu kehadiran mereka di ruang VIP.


''Tapi bagaimana dengan kondisi Japhar? Dia selamat...''


Perubahan nasib pun dimulai pada malam itu. Semuanya berubah....


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2