Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya
Episode 23 - Aku Siap


__ADS_3

''Sama-sama.'' Ucap Japhar tersipu.


Japhar pun melajukan mobilnya. Setibanya di rumah, Jia dan Japhar disambut oleh Bi Lyna. Namun seperti biasanya, Japhar acuh.


- - -


Seusai makan malam Japhar kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri. Begitu juga dengan Jia.


-


Japhar keluar dari kamar mandinya, dan dia dikejutkan dengan Jia yang telah berada di kamarnya. Duduk manis di ranjang seperti sedang menunggu seseorang. Ya, dia memang menunggu Japhar.


''Kamu?'' Ucap Japhar Gugup


Dilihatnya Japhar yang hanya mengenakan sehelai handuk menutupi separuh tubuhnya. Dadanya yang kekar itu pun terlihat, Jia hanya memandangi nya.


''Lihat apa?''


''Ngelihat badan kamu yang sixpack ituuu. Hihi petak-petak. Apatuh kok nonjol?'' Kata Jia menggoda


''Kamu...'' Japhar tersipu, kata-kata Jia itu seperti memancing nya. Namun, Japhar tetap menahan.


''Hari ini aku tidur di sini ya. Aku ga bisa tidur soalnya.''


''Terserah.''


Jia menyelipkan tubuhnya kedalam selimut, dan memendam mukanya. Sebenarnya, Tujuan Jia menggoda Japhar, tapi malah jadi malu sendiri.


Seusai Japhar mengenakan kaos, Dia mematikan lampu kamarnya dan naik ke ranjang, tidur di sisi Jia. Dan terlelap


''Apa sekarang aja ya?'' Batin Jia ragu.


Jia menemplokkan badannya ke dada Japhar dan merangkulnya erat. Japhar yang terkejut pun bangun dari tidurnya.


''Kamu kenapa...'' Tanya Japhar kebingungan. Namun rasanya seluruh tubuhnya bangkit terkena getaran.

__ADS_1


''Wanita ini... si@l, aku harus menahan. Ukh.'' Batin Japhar gelisah.


Jia tetap mendekapkan mukanya ke badan Japhar. ''Apakah tak bereaksi? Dia tetap kelihatan tenang...'' Batin Jia


''Aku ingin sekarang...''


Kata-kata Jia meledakkan pikiran Japhar.


''Kamu yakin?''


''Aku sudah siap, dari awal. Dari pertama kali, bahkan kau tak pernah menyentuh ku. Aku ini istrimu.'' Kata Jia setengah berbisik


''Baiklah...''


Japhar tak tahu harus mulai dari mana, Keduanya malah bengong. Jia menarik Japhar hingga terjatuh dan mencium bibirnya. Jia begitu agresif, tak tahu mengapa. Japhar pun merespon nya. Dan perlahan membuka kancing baju Jia tanpa melepaskan ciumannya. Disusul oleh Japhar. Permainan pun semakin mendalam. Kini Japhar yang sedikit agresif karna terpancing oleh Jia sedari tadi.


''Kau baru pertama kali?'' Tanya Japhar sebelum melanjutkan permainan nya itu. Jia hanya mengangguk menjawab nya.


''Punya mu besar sekali.. Ah.'' Jia membuang wajahnya dari Japhar. Japhar hanya tersenyum lebar melihat Jia yang sedikit ketakutan.


Akhirnya, pada malam itu Jia menyerahkan mahkota berharganya kepada suami tercinta.


.


.


.


.


.


Pagi pun Tiba. Jia terbangun dari tidurnya tanpa sehelai pakaian. hanya selimut yang menutupnya dan meraba-raba kasurnya. Ternyata Japhar sudah bangun lebih awal. ''Pria itu... tak kusangka dia kuat sekali.'' Gumam Jia pelan


Dia pun berberes untuk pergi ke kantor dan menyisir rambutnya. Jia menatap cermin yang ada di depannya. Dia masih mengingat kejadian malam itu, tak akan bisa terlupakan dari hidupnya. Dia sedikit tersipu dan berulang kali menepuk-nepuk pipinya.

__ADS_1


Lalu Jia menuruni anak tangga. Di dapatinya Japhar yang sudah berada di dapur. Sedang berkutat dengan bumbu-bumbu dapur.


Japhar menoleh ke arahnya dan tersenyum. ''Selamat pagi, istriku.''


''Emm, Pagi.''


Namun, Japhar menatapnya heran. Karna sudah mengenakan pakaian kantor yang rapi tak lupa parfumnya.


''Bi Lyna kemana? Kenapa kamu yang masak?'' Tatap Balik Jia yang keheranan


''Dia libur, Pagi-pagi sekali sudah pamit pulang.'' Kata Japhar sembari melanjutkan irisan bawangnya.


''Ntar dulu... Kenapa bersiap ke kantor?'' Tanya Japhar kebingungan.


''Lah kan... Emang mau ke kantor, kamu ga ke kantor? Ntar telat loh. Ayo cepetan siap-siap.'' Kata Jia dengan enteng


''Ini kan hari Minggu...''


Jia menepuk Jidatnya, dan berlari ke kamarnya. ''Astogeh! Kok lupa!'' Teriaknya panik.


Japhar dibuat terkekeh oleh tingkah Jia.


.


.


.


.


.


.


Bersumbang Bersambung - - -

__ADS_1


__ADS_2