Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya
Episode 35 - Rencana


__ADS_3

6 Bulan berlalu dari hari itu. Mi Sa tetap menyembunyikan identitas nya. Sementara itu kandungan Jia menginjak usia 7 Bulan. Perutnya sudah terlihat agak membesar.


''Aku sangat menunggu kelahiran mu sayang...''


Sementara itu... Di kantor perusahaan Mi, Japhar disibukkan dengan pekerjaan nya. Di sela itu, handphone yang diletakkannya di atas meja terus bergetar.


''Nyonya besar Li?'' Ucapnya saat mendapati pemanggil nya adalah ibu tiri Jia.


''Halo, tuan Jiang Mi.'' Kata Ibu Tiri Jia dengan lembut dari hujung telfon.


Wajah Japhar terlihat sedikit kesal saat ingin menjawabnya.


''Panggil saja, Japhar. Ada perlu apa?'' Jawabnya datar, sekaligus bertanya balik.


''Nanti malam ada waktu? Saya ingin bicara dengan Anda. sekalian bawa Jia bersamamu, Saya ingin melihat keadaan Jia.''


''Bicara tentang apa? Bicara dari sini saja.''


''Maaf, Tapi ini masalah serius. masalah 'Perusahaan Li'. '' Kata Ibu Tiri Jia dengan nada menyeringai. Japhar sedikit terkejut dibuatnya.


''Rencana apa lagi yang akan dia lakukan kepada Jia?''


Japhar merenung sejenak tanpa memutuskan panggilan nya. Suasana Hening.


''Bagaimana? Saya tunggu malam ini di Bar Seven ruang VIP.''


''Setuju.'' Kata Japhar sedikit ragu dan langsung memutuskan panggilan.


----


''Apa? rencana licik apa lagi? Sebaiknya malam ini aku tidak mengajak Jia. Sebaiknya malam ini aku mengajak Sera saja.'' Gumam Japhar. Dengan cepat dia segera menelfon Sera.


''Halo ser.'' Panggilan tersambung.


''Halo kak. Ada apa?''


''Nanti malam mau ada waktu temenin kakak ke Bar Seven? tolong ya. ada masalah nih.''


''Masalah apa kak?''

__ADS_1


Sebelum Japhar menjelaskan nya kepada Sera. Tiba-tiba terdengar suara Zizi yang berteriak dari sebalik telfon.


''Papa!!! Kapan main kesini, Huhu aku rindu.'' Ringis Zizi.


''Nanti ya sayang. Papa lagi sibuk.''


''Zi, lepasin. Mama masih ngomong sama Papa Japhar.'' Tegas Sera sembari menepis tangan Zizi.


''Kalau begitu. Nanti malam datanglah ke rumahku jika kau ada waktu. Temani aku pergi.'' Ucap Japhar seraya mengakhiri panggilan.


''Bagus! Japhar masuk jebakan! Haha lihat saja.''


Sehari sebelumnya....


Ibu Tiri Jia dan Sera bertemu kembali di caffe yang ada di sudut kota itu. Pertemuan kali ini untuk membicarakan rencana yang akan dilaksanakan Sera.


''Jadi bagaimana rencana mu itu?''


''Sebaiknya akan kita laksanakan secepat mungkin. Mengingat akan usia kehamilan Jia.'' Kata Sera bimbang.


''Sebenarnya rencana apa?''


''Begini....'' Sera berbisik ke telinganya. Setelah dirasa cukup membicarakan rencana tersebut, akhirnya Ibu Tirinya itu menyepakati.


''Kau bisa naik ke ranjang bersama Japhar. Tapi jangan lupa komisi nya. Aku yang lebih banyak berbuat daripada kamu.'' Seringai Sera.


''Tentu... Haha, sebentar lagi aku akan menjadi orang kaya. Istri dari pengusaha kaya. Hidup ku tidak akan susah lagi.'' Seringai balik Ibu Tiri Jia itu. senyuman licik tergurat dari bibir keduanya.


Sore itu, Japhar kembali lebih awal ke rumah. Jia sudah lama menunggunya di ruang utama. Namun Japhar terlihat mengabaikan nya. Jia terus mengikuti nya dari belakang sejak melangkah masuk ke dalam rumah.


''Kamu kenapa?'' Tanya Jia penuh selidik.


''Engga.'' Jawab Japhar datar.


''Yaudah, aku tunggu di meja makan ya.'' Jia segera berlalu pergi meninggalkan Japhar yang terlihat murung.


Seusai Makan Malam - - -


''Kamu mau kemana?'' Tanya Jia penuh penasaran Melihat suaminya yang sudah rapi mengenakan Jas, tak tau tujuannya kemana.

__ADS_1


''Ga perlu tahu.''


''Kamu kenapa sih? Semenjak pulang tadi, aneh banget.'' Celetuk Jia kesal.


''Dan ini... Juga ga perlu tahu.''


Dengan kesalnya, Jia menghentakkan langkahnya dan berlalu pergi meninggalkan Japhar dikamar sendiri yang tengah sibuk bersiap.


''Semoga mereka ga ada masalah.'' Gumam Bi Lyna dari lantai bawah, yang tak sengaja mendengar cekcok antar mereka berdua.


Tak lama kemudian, Seseorang mengetuk pintu rumah. Jia segera berlari kebawah untuk membukakan pintunya.


''Tunggu sebentar!''


Jia terperangah di depan pintu karna melihat kehadiran Sera. Sementara Sera hanya memasang senyum manis yang palsu dihadapan Jia. Tampak Zizi yang menguntil dari belakang.


Sera tampak cantik mengenakan gaun merah apel. walaupun agak mencolok, tapi rasanya dia cocok mengenakannya, Pikir Jia


''Tante!'' Zizi berlari ke arah Jia yang masih kikuk, dia memeluk kaki Jia dari bawah.


''Zizi, ayo masuk.'' Sambut Jia hangat.


''Wah Tante, perutnya udah gede. Zizi bakal punya adik dong!'' Kata Zizi girang seraya mengelus perut Jia dengan lembut.


''Ma, Zizi juga mau dong punya adik. Tapi dari perut Mama...'' Ucap Ziizi dengan seluruh kepolosannya.


Sera hanya melirik Zizi tajam, begitu juga dengan Jia. Sera pun melanjutkan langkah nya masuk ke dalam.


''Kamu mau ngapain ke sini?'' Tanya Jia penuh selidik sembari menghadang Sera yang ingin menapaki anak tangga.


''Sera kamu udah datang ya... Aku ga kedengaran.'' Sela Japhar, seraya fokus menuruni anak tangga.


''Iya kak. baru tiba kok. Yaudah, keburu larut malam.''


Jia yang terabaikan hanya bisa menyimak perbincangan singkat mereka.


''Kalian mau kemana?'' Tanya Jia dengan tatapan penuh selidik


''Ada urusan sebentar.'' Jawab Japhar singkat. Jia semakin dibuatnya penasaran. Namun Japhar enggan memberi jawaban sebenarnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2