Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya
Episode 29 - Jauhi Dia


__ADS_3

Jia terpaksa turun kebawah karna panggilan Japhar. Dia pun memberanikan dirinya untuk menuruni anak tangga. Dilihatnya Sera dan Japhar bercengkrama di meja makan.


''Silahkan Nyonya.'' Bi Lyna mempersila sekaligus menarik salah satu kursi meja makan. Jia pun duduk tepat dihadapan Japhar.


''Iya Bi.''


Seusai makan malam, Japhar langsung pergi ke kamarnya untuk istirahat, sementara Jia duduk di teras rumah yang luas itu. Menatap langit malam yang suram. Dipikirannya penuh bayang-bayang Sera. Dia takut, sesuatu akan terjadi.


''Sendirian aja?'' Jia dibuat tersentak mendengar ucapan Sera itu. Sera menghampiri nya, dan duduk berdampingan bersama Jia disana. Suasana agak canggung, Apalagi Jia sangat membenci Sera dan kini dihadapkan oleh Sera.


Hanya suara dari jangkrik malam yang berbunyi menghiasi keheningan antar mereka berdua, Keduanya membantu.


''Kamu suka Japhar?'' Tanya Sera, seketika keheningan terpecah oleh pertanyaan nya itu.


''Heuh? Kau bercanda? Dia itu suamiku... Tentu saja aku mencintainya.'' Jia mendengus. Dan melirik tajam Sera.


Sera melipatkan kedua tangannya kembali di depan dada, dan menatap Jia. Bibirnya menyeringai.


''Hah, aku kira kamu menikah dengannya hanya karna pernikahan bisnis.''


Jia membulatkan matanya karna terkejut.


''Bagaimana dia tahu?'' Gumam Jia dalam hati.


Sera bangkit dari duduknya. dan berdiri menghadap Jia, tak lupa tangannya kembali dilipat di depan dada besarnya itu.


''Japhar itu orangnya sempurna, meskipun sudah tua tapi tetap saja tampan. Dan lumayan... Bahkan sempurna. Haha sangat sempurna, Apalagi dia orang kaya...'' Kata Sera setengah berbisik


''Cukup!'' Sentak Jia


''Kenapa? Apa aku salah? Kau beruntung ya. Tapi hati-hati untuk kedepannya.'' Sera berbisik ke telinga Jia kembali, dan segera berlalu pergi meninggalkan Jia sendirian disana.


.


.


''Apa maksud nya?''


Jia menapaki anak tangga, menuju kamar. Dia mendapati suaminya itu sudah terlelap tidur di ranjangnya. Jia naik keatas dan langsung menaruh kepalanya di atas dada bidang milik Japhar itu. Japhar yang terkejut langsung terbangun dari tidurnya.


''Kamu kenapa?'' Tanya Japhar heran

__ADS_1


''Ku mohon.... Jauhi dia, wanita itu. Hiks'' Ringis Jia di hadapan Japhar.


Buliran air mata terus bergulir dari pipi Jia, Japhar yang masih bingung akan perkataan nya hanya menatap Jia heran.


''Maksud kamu? Wanita itu? Sera.''


Jia hanya mengangguk menjawab nya, karna saat itu ia sedang terisak. tak dapat lagi ditahannya, malam itu semua kekesalannya dengan Sera akhirnya terlampiaskan.


''Kamu jangan ngadi-ngadi deh. Dia itu adik ipar ku. Kamu ini istriku. Kamu aja yang gampang cemburuan, lemah kamu. Baru segitu doang.'' Kata Japhar kesal. Japhar menarik selimutnya kembali ke dalam. Sementara Jia masih terduduk.


''Sekarang kamu bilang aku cemburuan? Sakit rasanya lihat kamu sama Sera begitu dekat. Padahal hubungan kalian hanya sebatas adik ipar.'' Rintih Jia dalam hatinya.


.


.


.


.


Keesokan Harinya - - -


Sera tak kelihatan ada di rumah itu pagi ini. Jia bergegas pergi ke kantor, tapi sebelum nya dia mengecek keadaan Zizi di kamar. Dilihatnya Zizi yang tengah asyik bermain dengan robonya bersama Bi Lyna.


Hari ini Japhar juga sudah kembali bekerja ke kantor tanpa sepengetahuan Jia. Bi Lyna pun ikut tutup mulut. Setibanya di kantor, Jia disambut oleh seluruh karyawan. Semuanya menunduk memberi hormat.


''Selamat datang kembali, Presdir Jia.'' Kata seluruh karyawan dengan serentak.


.


.


.


Pukul 12.30 Siang - - -


Sera mendatangi sebuah restauran bintang 5 yang ada di sudut kota. Dia datang untuk menemui seseorang yang sebelumnya sudah memiliki janji kepada nya.


Dilihat nya Nyonya Mei Lan (Ibu tiri Jia) sudah menunggu disalah satu meja nomer 11, Sera pun menghampiri nya.


''Tante, sudah lama menunggu?'' Kata Sera sembari menarik kursi meja yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Ya, orang yang ingin ditemuinya adalah Ibu Tiri Jia. Ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan disana.


''Jadi apa rencana mu?'' Tanya Mei, sekaligus memecahkan keheningan antar mereka berdua.


''Rencana? Hah, Jia itu orangnya lemah. Kau pasti bisa mendapatkan Japhar. aku punya satu rencana, kau tunggu saja. Bersabarlah, aku bisa membuat mu naik ke atas ranjang Japhar.'' Bisik Sera ke telinga Mei.


''Bagaimana?''


''Kau tunggu saja. Bersabarlah.'' Ucap Sera


Nyonya Mei yang penasaran dengan rencana Sera, hanya mengangguk. dan patuh sampai Sera melaksanakan rencana ''Rahasia'' nya itu.


''Baiklah, sampai ketemu lain waktu. Tapi... aku dapat bagiannya kan?'' Ujar Sera sembari melangkah dan berlalu pergi meninggalkan Mei disana.


- - -


''Kalau dilihat.. memang Japhar tampan. Walau aku 6 Tahun lebih tua darinya, tapi tak apalah. aku hanya ingin hartanya untuk bertahan hidup.'' Mei membatin


Sementara Itu...


Di kantor perusahaan Grup Mi. Di salah satu ruangan nya, terlihat Japhar sedang asik berkutat dengan komputer nya, tangannya menari-nari di atas papan keyboard. Seharusnya pekerjaan ini tak dipegangnya, tapi karna ingin menghemat waktu akhirnya dia yang menyelesaikannya.


Ponselnya tiba-tiba berdering di dalam saku celananya. Japhar pun mengeceknya.


''Apa ini?''


Ternyata notifikasi dari kalender harian. Yang sudah di tepatkannya.


''2 hari lagi ulang tahun Jia.'' Gumam Japhar sendirian di dalam sana.


''Sepertinya kemarin aku salah, seharusnya... ah aku merasa bersalah, sebaiknya ku berikan saja kejutan untuk ulang tahunnya.'' Kini Japhar menyesal akan kelakuannya sendiri kemarin terhadap Jia.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung - -


__ADS_2