
Hongli kembali ke kediaman Li. Dan menenangkan dirinya sambil melangkah masuk ke rumah itu. Dilihatnya Jia dan Japhar sudah berganti pakaian sedangkan Hongli masih mengenakan pakaian tadi. Semuanya telah menunggu Hongli di meja makan. Dan menatapnya heran.
Dia tampak gugup, lalu menarik kursi di samping Jiao dan duduk disebelah Jiao. Jiao sedikit girang. Namun Jia masih saja heran dengan tingkah Hongli.
''Bengongin apa lagi? Ayo makan.'' Ucap Ibu
- - -
Seusai makan siang, Hongli segera berberes pakaiannya dan memasukkan nya ke dalam koper. Hari ini dia Harus pulang ke kota A segera. Karna dia tidak bisa lama-lama tinggal disini. Jia menghampiri Hongli yang tengah berberes di kamarnya. ''Kak.. Sudah ingin pulang? Ga cape?''
''Engga.'' Jawabnya datar.
Seusai berberes Hongli turun kebawah untuk berpamitan. Japhar pun menyela ''Kami ikut antar ke bandara.''
''Engga usah, Malah ngerepotin.'' Tolak Hongli.
Semuanya mengiyakan Usulan Japhar. Karna berat hati akhirnya mereka diperbolehkan ikut mengantar Hongli, walau rasanya sedikit tidak enak. ''Ayo!!'' Kata Jiao kegirangan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
''Selamat Tinggal kak, Kembali lah jika kau sedang cuti!'' Ucap Jia sembari melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan.
Mereka pun berlalu pergi meninggalkan bandara. dan Japhar melajukan mobilnya pergi menuju rumah. ''Aku ingin sekali nge mall'' Kata Jiao gelisah. Jia menatap tajam keduanya. Tetapi Hongli terlihat menyetujui nya. ''Baiklah Ayo...''
''Baru saja menikah, sudah morotin... Apalagi kalau nanti, Bisa-bisa Japhar bangkrut di buat mereka.'' Batin Jia.
*
Setibanya di mall, mereka melangkah masuk kedalamnya dan segera berburu. Sedangkan Jia mengikuti mereka dengan Japhar di samping nya. Jia terlihat sangat tertutup dengan pakaian nya, Mengenakan masker dan kacamata hitam layaknya artis yang takut diketahui keberadaannya. Dia takut ada yang mengetahui nya saat ini.
- -
Setelah lama mereka berburu belanjaan, Cukup banyak tas belanja yang digandeng. Jiao dan ibunya tampak gembira. ''Terima kasih Tuan.'' Ucap keduanya.
Jia mengabaikan perkataan Japhar dan berlari menuju mobil.
Hari sudah sore. Mereka kembali ke rumahnya. Kali ini Jia memilih Tinggal di rumah Japhar karna rasanya dia sudah siap.
Rumah Japhar tampak lebih besar dari Kediaman Li. Bahkan, Besar sekali.
Jia berberes dan meletakkan Pakaian nya ke lemari di kamar Yang sudah di sediakan Japhar. ''Selanjutnya, Kau akan tinggal disini.'' Ucap Japhar sembari mendekat.
''Kalau begitu.. Kita akan bakal satu...'' Sebelum melanjutkan perkataannya itu pipi nya sudah merah tak karuan. Tiba-tiba ada seseorang menggedor pintu rumahnya. Jia pun segera turun kebawah untuk melihatnya. Saat dia membuka pintu nya dia dikejutkan dengan Jiao yang tergesa-gesa.
__ADS_1
''Ada apa? Cerita kan padaku...'' Ucap Jia khawatir.
''Kak.. Ibu... Ibu Mendadak sakit, Dia pingsan...''
Jia segera menuju ke kediaman Li tanpa Japhar, karna di takut merepotkan Japhar. Sesampainya di kediaman Li dia lebih dikejutkan lagi dengan ibunya yang baik-baik saja. Dia pun sangat kesal. ''Apa-apaan ini?!''
''Tenang sayang, Ibu hanya ingin menyelamatkan mu dari si Tua Japhar.'' Kata Ibu nya dengan tenang. Dia seolah merasa tak bersalah, Kekesalan Jia semakin meluap. ''Bagaimana pun, aku dan Japhar sudah menjadi suami istri! Aku harus menjalankan kewajibanku. Aku sudah siap!''
''Jadi kau benar-benar mencintai nya?''
''Diam kau! Mulai sekarang jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga ku! Camkan itu.'' Teriak Jia.
Dia pergi berlalu meninggalkan Kediaman Li, karna takut menghancurkan seisi rumah. Dia melangkah pergi, Langit bergemuruh dengan petir. ''Sepertinya akan turun hujan.'' Baru saja dia mengatakan nya, Hujan deras tiba-tiba turun. Tak ada tempat berteduh, Dia memutuskan untuk duduk di tengah jalan dan menangis untuk melepaskan kekesalannya selama ini. Tak dapat ditahannya lagi. Dia berteriak keras. ''Aku benci kehidupan ini!!''
Tak seorang pun mendengar teriakannya itu, karna Jalanan amat sepi pada malam hari. Tiba-tiba cahaya dari lampu mobil menerangi Jia yang tengah menangis di tengah jalan itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung -v-