
Akhirnya pada siang itu Japhar memutuskan kembali ke kota B. Pikiran nya bercampur aduk saat tiba di rumah. Bi Lyna yang telah lama menunggu kepulangan nya, langsung mendekat menghampiri dirinya yang baru saja tiba.
''Tu, tuan.. Japhar? Bagaimana keadaan nyonya Jia? apakah dia baik-baik saja? Dimana dia?'' Bi Lyna terus bertanya kepada Japhar tanpa berhenti, karna tak sabar menunggu jawaban dari Japhar.
Japhar bukannya kesal, dia hanya mengernyit kan keningnya. Namun dibenaknya muncul rasa penasaran dan pertanyaan.
''Sebenarnya mengapa Bi Lyna begitu khawatir dengan keadaan Jia? rasanya seperti ada ikatan batin antar mereka.'' Gumam Japhar penuh pertanyaan.
''Bi, tenang lah. Tuan sangat kelelahan. Biarkan dia beristirahat dulu...'' Kata Tian lirih, dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar Japhar.
Setibanya dalam kamar, Tian langsung menaruh barang dan koper yang sebelumnya Japhar bawa. Sementara itu, Japhar langsung merebahkan dirinya dikasur. tanpa melepas dahulu jas dan kaus kakinya.
''Semuanya berlalu begitu cepat. Kejadian tadi... aku bahkan benar-benar tidak bisa melupakan nya. Kenapa dia ga minta pisah sama ku? kalau emang dia ingin bersama dengan Hongli? Kau jahat Jia... kau menyakiti ku dengan cara seperti itu.'' Gumam Japhar kesal.
''Ck, si@lan!'' Decak Japhar kesal, ia langsung bangkit dari kasur. Menarik dasi nya itu dengan paksa. Tian yang melihatnya hanya bisa menggeleng kepala.
''Tuan, jangan minum obat itu lagi!'' Tian langsung berlari kearah Japhar dan mencegat Japhar. dengan cepat tangan Tian menghadang Japhar yang hendak meneguk satu botol obat.
''Kamu mau apa? heuh? Urusi saja pekerjaan mu, jangan urusi aku.'' Dengus Japhar sebal, seraya menepis tangan Tian dari hadapannya.
''Apa tuan ga ingat? pernah koma karna overdosis obat ini? Nyonya Jia bahkan sangat mengkhawatirkan mu.'' Tian mengambil alih obat tersebut dari genggaman tangan Japhar.
Japhar mulai menunduk kan wajahnya, dan berlalu pergi ke kamar mandi.
-------------------------
Seusai mandi, dia teringat akan sesuatu. Ia segera mengambil handphonenya yang terletak di atas kasur.
''Halo, Nyonya besar Li. bisakah kau hadir pada makan malam ini di rumah ku? Ada hal penting yang ingin ku bicarakan.'' Benar saja, ternyata orang ia telfon adalah Ibu Tiri Jia.
Setelah mendengar ajakan dari Japhar, Ibu Tiri Jia langsung memutuskan panggilan nya.
''Menarik sekali... Apa yang akan kau rencanakan? Tuan Japhar.''
------------------
''Jia sayang, Jika kau bisa melakukan itu padaku. kenapa aku tidak bisa?'' Gumam Japhar kala itu sendiri didalam kamarnya. Seulas senyuman licik tergurat dari bibirnya.
__ADS_1
.
.
Sesuai dengan yang dijanjikan Japhar tadi, Ibu Tiri Jia datang ke rumah nya malam ini. Seusai makan malam, Japhar mengajak nya ke sebuah ruangan, yang tak lain adalah ruang kerjanya.
''Kau mau bicara apa tuan Jiang Mi?'' Tanya Ibu Tiri Jia dengan penuh penasaran, sembari mendudukkan dirinya di sofa yang ada disana sebelum Japhar mempersilahkan nya.
''Panggil aku Japhar. Kalau begitu langsung ke intinya saja,'' Jawab Japhar dengan sinisnya
''Kau ingin uang kan? Hidup mu itu perlu uang kan? Kau selalu memanfaat kan Jia sebagai penghasil uang mu.'' Kata Japhar sekali lagi, seraya meliriknya tajam.
''Terus? mari ke intinya saja.''
''Berpura-pura lah menjadi istriku saat Jia tinggal disini. Ingat ini hanya sebuah sandiwara. bagaimana kalau 10 Jt perhari Jika kau mau bekerja sama dengan ku.'' Japhar menjelaskan rencana nya itu.
''Tuan apa kau yakin? Bagaimana kalau Jia terbakar api cemburu dan meninggalkan mu? Bukannya kau tak mau kehilangan Jia?'' Kata Ibu Tiri Jia dengan lirih, berulang kali dia memainkan jarinya.
''Dia bisa berbuat seperti itu, kenapa aku tidak bisa? heuh?'' Degus Japhar sebal. dia masih mengingat ucapan Jia tadi. Dia mengira, Jia dan Hongli telah bersama.
***
Malam ini di kediaman Hongli sangat lah hening. Kedua bayinya telah terlelap, begitu dengan Zizi, ia sudah terlelap di kamarnya.
Sementara Jia masih setia menunggu kepulangan kakaknya.
''Seperti nya kakak lembur malam ini?'' Gumam Jia kala itu sendiri di utama. sekilas dia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 22.30, Namun kakaknya belum tiba dirumah.
Dia tetap terjaga di sofa, meskipun matanya nyaris tertutup. Namun ia mencoba menahan kantuknya itu. Tak lama kemudian, dia dikejutkan dengan seseorang yang mencoba merangkul nya dari belakang.
''Kau menunggu ku?'' Bisik Hongli ke telinga Jia, sembari membelai rambut halus milik Jia itu.
''Eh, kakak! lepasin.. ko gini!'' Jia meronta
''Ikut aku!'' Hongli menarik tangan Jia paksa menuju kamarnya, sekilas Jia mencium bau alkohol lekat dari Hongli.
Setibanya dalam kamar, Hongli langsung mengunci pintu. dan mencengkeram kedua bahu Jia erat. cengkeraman nya begitu erat sehingga Jia tak dapat meronta lagi.
__ADS_1
''Kakak mabuk ya?'' Kata Jia gugup, dia agak gelegapan melihat wajah kakaknya yang kelihatan emosi.
''Tetap disini...'' Hongli mencium bibir Jia kuat. Jia yang terkejut hampir ingin menampar kakaknya itu. Namun tangannya tak bisa digerakkan nya lagi.
''Ummm!''
Hongli meletakkan tubuh Jia di ranjangnya. tanpa melepaskan ciumannya. Jia bahkan tak bisa bernafas dibuatnya. Perlahan dia menelusuri lekuk tubuh Jia.
''Kak! Apa-apaan sih! Kakak ini mabuk! sadar lah! aku ini adikmu, aku istri Japhar! kau seharusnya tidak melakukan hal yang tak wajar seperti ini!'' Jia meronta dan berteriak lantang.
''Aku sadar apa yang ku lakukan...'' Kata Hongli lirih sambil melanjutkan aksinya itu.
''Kalau begitu lepasin aku!''
''Tetap lah disini bersama ku. aku mencintaimu. aku berjanji akan menjaga mu disini dan anak-anak mu. Kau masih mau tinggal bersama Japhar yang selama ini menyakiti mu?''
''Apa maksud mu! kalau kau sadar hentikan ini! kalau kau terus melanjutkan nya, ini sama saja aku mengkhianati suamiku!'' Tegas Jia sekali lagi
''Kau jelas tak mencintainya apalagi dia? untuk apa kau berkata seperti itu?'' Bantah Hongli, seraya mencium satu persatu bagian tubuh Jia
''Arhggg! Justru itu aku berkata seperti ini! Aku mencintainya, tak peduli dia mencintai ku atau tidak. Aku tak akan mengkhianati suamiku sendiri! aku paham rasanya dihianati, sama sekali tak menyenangkan! kau juga tahu itu kan?''
''Ku mohon lepaskan aku... kita ini tetap kakak dan adik.'' Jia tak kuasa menahan tangisnya melihat kakaknya yang memperlakukannya seperti ini.
Hongli dibuatnya tercengang, dia menatap Jia iba. tatkala adiknya menangis dihadapannya karna ulah cerobohnya sendiri.
''Shit...'' Hongli mengakhiri aksinya dan beranjak dari ranjang, dan berlalu meninggalkan Jia yang tengah senggugukan di ranjang itu.
''Besok, siapkan barang-barang mu. Akan ku antar kau kembali ke kota B.'' kata Hongli lirih sembari melangkah ke luar.
''Terima kasih kak...'' Ucap Jia, walaupun ucapannya itu tak sampai ke telinga Hongli
-----------------------------------------
''Aku paham apa yang dirasakan Jia selama ini. mau bagaimanapun aku tak tega melihatnya seperti itu. Tapi aku juga sadar, kesalahan yang baru saja ku lakukan.'' Gumam Hongli.
Bersambung
__ADS_1